AYOJAKARTA.COM - Dua kandidat kuat bakal Capres 2024 yaitu Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto menghadapi manuver politik dari istana.
Diketahui bahwa baik Ganjar Pranowo maupun Prabowo Subianto merupakan bakal Capres yang dideklarasikan oleh masing-masing partai pengusungnya.
Namun Jokowi masih melakukan upaya untuk mempersatukan Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.
Baca Juga: MANTAP! Hasil Survei LSI Denny JA Ganjar Pranowo Duduki Peringkat Teratas di Segmen Ini
Hal ini memiliki arti jika Ganjar dan Prabowo disatukan, salah satu dari mereka harus rela untuk menjadi Cawapres.
Suara yang dimiliki keduanya memang cukup tinggi dan persaingannya sangat ketat jika dilihat dari hasil survei elektabilitas sejumlah lembaga survei.
Semula Ganjar Pranowo menduduki peringkat pertama tapi kemudian saat ini suara untuk Prabowo meningkat signifikan dan menyalip Ganjar.
Jika keduanya disandingkan untuk menjadi Capres dan Cawapres maka dukungan untuk pasangan ini sudah tidak perlu dipertanyakan lagi.
Masing-masing dari Ganjar dan Prabowo juga belum menentukan siapa yang akan menjadi Cawapresnya nanti. Dengan demikian masih ada kesempatan untuk keduanya dapat bersatu.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Metro TV (31/5/2023), Ketua Umum Relawan Pro Jokowi atau Projo, Budi Arie Setiabudi menduga bahwa pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo bukan sekedar pertemuan antara Presiden dengan Menteri Pertahanan RI.
Namun ada topik lain yang dibahas selain kinerja Kementerian Pertahanan RI, tetapi ada sangkut pautnya dengan Pilpres karena Prabowo Subianto sendiri merupakan Ketua Umum Partai Gerindra.
Maka Budi Arie Setiabudi menyampaikan bahwa Jokowi masih terus melakukan upaya untuk bisa menyatukan Ganjar dengan Prabowo.
Projo menilai bahwa pasangan Ganjar Pranowo dengan Prabowo Subianto merupakan pasangan pemimpin yang ideal untuk bersanding alih-alih bersaing.
“Potensial antara Pak Prabowo dan Mas Ganjar baik untuk bertanding maupun bersanding. Ini dua-duanya tinggal takdir sejarahlah yang akan menentukan seperti apa,” ujar Budi Arie Setiabudi.
Namun Projo menyadari bahwa kemungkinan bersatunya Ganjar dan Prabowo adalah suatu hal yang sangat sulit.
Hal ini bisa dilihat dari belum ada pertemuan antara Ketua Umum PDIP Megawati dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
Di sisi lain, Anies Baswedan menilai bahwa campur tangan Jokowi yang dinamakan dengan cawe-cawe Capres ini dinilai tidak adil.
Anies menganggap setiap Capres maupun partai harus memiliki hak yang sama dan tidak dibeda-bedakan dukungan oleh istana.***

Share this article
Jika Ganjar dan Prabowo disandingkan jadi Capres dan Cawapres maka dukungan untuk keduanya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi.