AYOJAKARTA.COM - Hari ini, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dan jajaran pengurus bertemu partai bertemu dengan Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan bakal capres Ganjar Pranowo.
Dilansir dari YouTube Kompas TV, Jumat (2/6/2023). Terlihat Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan memimpin langsung rombongan partai untuk berkunjung ke kantor DPP PDI Perjuangan.
Sementara itu, dalam pertemuan juga turut dihadiri Ketua Umum PDIP Perjuangan Megawati Soekarnoputri, bakal capres Ganjar Pranowo, Ketua DPP Puan Maharani, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan jajaran pengurus partai.
Baca Juga: TEGA! Pasutri di Sidoarjo Aniaya Balita Berusia 2 Tahun yang Diasuhnya hingga Tewas, Selengkapnya
Sejauh ini kedua partai politik kompak menyebut bahwa pertemuan ini hanya silaturahmi biasa.
Namun diketahui di tengah salah satu agenda pertemuan membahas soal koalisi di Pilpres mendatang.
Lebih lanjut, saat membuka pertemuan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut bahwa jajaran pengurus PDIP menyambut penuh kegembiraan kedatangan Partai Amanat Nasional (PAN).
Hasto juga menyatakan bahwa komunikasi politik kedua belah partai sudah terjalin sejak lama dan sangat baik.
Baca Juga: Link Nonton Dr. Romantic 3 Episode 11 Sub Indonesia, Bukan LK21 atau IndoXXI
"Terimakasih ini dari rombongan PDI-Perjuangan full menyambut dengan penuh kegembiraan kehadiran Partai Amanat Nasional (PAN)," ujar Hasto.
"Tadi pak Edi Suparno begitu masuk kaget mengapa wartawan begitu banyak, karena yang datang adalah simbol kemajuan dan matahari yang di dalam mars-nya itu tadi menyinari seluruh alam semesta termasuk juga menyinari kantor PDI-Perjuangan pada sore hari ini," kata Hasto.
"Tadi sengaja ibu Ketua Umum video ucapan selamat Ibu Mega kami kirimkan ke Zul itu pada tahun 2020. Jadi Ibu itu secara konsisten memang komunikasinya sangat baik dengan PAN sementara yang lain ada yang mendekat," Sambungnya.***

Share this article
Hari ini, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dan jajaran pengurus bertemu partai bertemu dengan Megawati, untuk apa?