AYOJAKARTA.COM - Sebelumnya tersebar informasi terkait laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Adapun laporan yang diberikan oleh BMKG adalah berupa adanya gelombang tsunami setinggi 10 meter di lokasi Pantai Selatan Jawa, tepatnya di daerah Yogyakarta.
Informasi tersebut berdasarkan dari pihak BMKG yang menyatakan adanya potensi tsunami yang disebabkan oleh dua sumber gempa, yaitu Sesar Opak dan subduksi lempeng atau megathrust.
Baca Juga: BMKG: Gempa Bumi M 4,6 Tasikmalaya Disebabkan oleh Aktivitas Sesar Bawah Laut
Menurut data BMKG, Sesar Opak di daratan Yogyakarta berpotensi menghasilkan guncangan 6,6 magnitudo sedangkan subduksi lempeng atau megathrust yaitu dengan potensi 8,7 magnitudo di selatan Jawa.
Adapun informasi terkait adanya potensi Tsunami pada lokasi pesisir Yogyakarta, kini pihak BMKG kembali menginformasikan kepada masyarakat untuk tidak khawatir lagi.
Hal tersebut dikarenakan, pihak BMKG telah memutuskan bahwasannya tidak adanya prediksi gempa dan tidak adanya prediksi tsunami tersebut.
Baca Juga: Gempa Bumi M 4,7 Guncang Bolaang Uki Sulawesi Utara, BMKG: Titik Pusat di Laut
Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono pada akun Instagram pribadi miliknya.
Dia menyebutkan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir karena tidaka prediksi gempa dan tsunami tersebut.
“Saudara-saudaraku di Pesisir D.I Yogyakarta mohon jangan terlalu khawatir karena tidak ada prediksi gempa dan tidak ada prediksi tsunami,” tulisnya dalam Instagram.
Baca Juga: Gempa Bumi 4,7 Magnitudo Guncang Bolaang Uki Sulawesi Utara, Begini Penjelasan BMKG
Daryono juga menyebutkan bahwa silahkan untuk beraktivitas seperti biasanya, baik itu tamasya, berjualan maupun mencari ikan.
Adapun alasan BMKG terkait informasi adanya potensi gempa dan tsunami tersebut hanya untuk kesiapsiagaan pihak BMKG dalam menata mitigasi dan membuat rujukan mitigasi tata ruang pantai yang aman, membuat jalur evakuasi, pasang rambu serta gladi evakuasi.
Untuk itu warga setempat agar tidak takut dan jangan panik, hal ini dilakukan karena untuk kesiagaan saja dan tidak akan tahu kapan akan terjadi.
“Informasi potensi dari BMKG itu untuk kesiapsiagaan kita dalam menata mitigasi, membuat rujukan mitigasi tata ruang pantai yang aman, membuat jalur evakuasi, pasang rambu, gladi evakuasi," lanjutnya.
Sehingga dengan adanya kesiagaan ini, maka akan mempermudah kita dalam melakukan evakuasi serta meminimalisir adanya korban dalam bencana ini.***

Share this article
Daryono BMKG mengimbau masyarakat pesisir Yogyakarta untuk tidak panik terkait potensi tsunami di selatan Jawa.