AYOJAKARTA.COM – Presiden Joko Widodo menghadiri agenda sidang MPR/RI yang diadakan setiap tahun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 16 Agustus 2023.
Kebiasaan Jokowi dalam Acara Sidang Tahunan ataupun Upacara 17 Agustus selalu menggunakan pakaian adat daerah. Namun, kali ini Jokowi menggunakan pakaian adat Tanimbar dari Maluku.
Baju yang dikenakan Jokowi di acara sidang MPR/RI tersebut menjadi sorotan, dan banyak yang tertarik untuk mengenal tentang Baju Adat Tanimbar.
Lantas, apa sebenarnya filosofi dari Baju Tanimbar yang dipakai Jokowi?
Baca Juga: 5 Tips Memilih Pinjaman Online Aman dan Bunga Rendah agar Terhindar dari Jeratan Utang
Filosofi Baju Adat Tanimbar
Dikutip oleh Ayojakarta dari Suara.com Baju Tanibar yang dipakai oleh Presiden Joko Widodo merupakan kain tenun sinune yang berkelir hitam. Diikat di bagian pinggang, sementara dua kain tenun yang tais bergaris merah tua dengan motif khas yang melintang di tubuhnya.
Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Abetnego Tarigan menyatakan bahwa Jokowi memiliki alasan sendiri dalam memilih baju adat Tanimbar. Karena, Presiden Republik Indonesia ini ingin mengenalkan dan mengangkat kebudayaan dari suku daerah tersebut agar banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia.
Pemilihan baju adat Tanimbar ini tak terlepas dari kunjungan Jokowi yang dilakukan pada September 2022, yang disambut antusias oleh masyarakat setempat karena menjadi pemimpin RI kedua yang berkunjung kesana.
Baju adat Tanimbar pria berupa celana panjang yang dilengkapi oleh umpan dililitkan ke tubuh dan diikatkan di bahu atau pinggang.
Penutup kepala yang digunakan oleh Presiden Jokowi bernama tataban ulun yang dihiasi oleh bulu burung, seperti burung cendrawasih atau kakatua.
Menurut dari berbagai sumber hiasan yang dipakai memiliki arti melambangkan keberanian, keperkasaan, dan kebesaran sebagai seorang pemimpin, prajurit, pahlawan, dan ketua adat.
Selain itu, Abetnego juga mengatakan bahwa filosofi baju adat Tanimbar berkaitan dengan identitas budaya, spiritualitas, dan nilai-nilai masyarakat setempat.
Baca Juga: 5 Jurusan Kuliah untuk Si Doyan Makan, Foodie Bisa Belajar Ini
Motif-motif yang terukir di pakaian adat tersebut memiliki makna simbolis, yang biasanya menggambarkan keseimbangan alam, hubungan antar manusia, hingga nilai-nilai sosial serta spiritual.
Inti dari baju adat Tanimbar ini memberikan lambang persatuan, semangat kebangsaan, dan pelestarian warisan budaya Indonesia.***

Share this article
Lantas, apa sebenarnya filosofi dari Baju Tanimbar asal Maluku yang dipakai Jokowi di acara Sidang Tahunan MPR 2023