Percaya pada Mistik, Ini Alasan Soekarno Pilih Tanggal 17 Agustus 1945 Sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia

Kisah Misteri di Balik Soekarno Memilih Tanggal 17 Agustus 1945 jadi Hari Kemerdekaan
Kisah Misteri di Balik Soekarno Memilih Tanggal 17 Agustus 1945 jadi Hari Kemerdekaan

AYOJAKARTA.COM - Berikut ini adalah kisah misteri Ir Soekarno memilih tanggal 17 Agustus 1945 sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia. 

Mengerti kisah misteri Ir Soekarno memilih tanggal 17 Agustus 1945 sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia akan menjadi pengetahuan sejarah bagi kita semua. 

Lantas seperti apa misteri Ir Soekarno memilih tanggal 17 Agustus 1945 sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia? 

Baca Juga: 15 Tema Kegiatan 17 Agustus 2022 yang Menarik dan Menggugah Semangat, Cocok untuk Sekolah!

Simak ulasannya sebagai berikut:

Sebagaimana diketahui, HUT ke 77 RI akan jatuh pada 17 Agustus 2022 mendatang.

Namun, sebagian orang mungkin belum mengetahui bagaimana sejarah terjadinya Hari Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno-Hatta.

Baca Juga: Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Ada 3 Bagian Penting yang Wajib Diketahui!

Dilansir AyoJakarta.com dari kanal Youtube PUNCAK JAYA, diceritakan bahwa dua hari menjelang Proklamasi Kemerdekaan RI, yakni pada 15 Agustus 1945, suasana Jakarta kala itu sangat tegang dan penuh kesibukan.

Rumah Bung Karno -sapaan akrab Soekarno- di Jalan Pegangsaan Timur 56 (kini Jalan Proklamasi) terlihat didatangi para pemuda yang sudah mengetahui Jepang telah menyerah kepada Sekutu.

Pada akhirnya, Bung Karno diculik ke Rengasdenglok. Namun dia menolak desakan para pemuda agar saat itu juga Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan.

Baca Juga: Sejarah Singkat Kemerdekaan Republik Indonesia yang Diproklamirkan oleh Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945

Saat itu, Soekarno lebih memilih tanggal 17 Agustus 1945 untuk memproklamasikan Hari Kemerdekaan Indonesia. 

"Mengapa diambil tanggal 17 Agustus? Mengapa tidak sekarang atau tanggal 16 Agustus?" tanya Sukarni, yang merupakan salah seorang pemimpin pemuda radikal, kala itu.

Soekarno menjawab: "Saya seorang yang percaya pada mistik. Saya tidak dapat menerangkan secara pertimbangan akal mengapa tanggal lebih memberi harapan. Angka 17 adalah suci. Orang Islam sembahyang 17 rakaat sehari, Jumat hari suci."

Baca Juga: Sejarah Naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, Ternyata Sempat Dibuang

Dalam perjalanan pulang dari Rengasdenglok 16 Agustus 1945 sore, ketika melalui Klender, di kejauhan terlihat asap mengepul-ngepul.

Sukarni tampak gelisah sembari mempermainkan pistolnya. "Lihatlah revolusi sedang berkobar persis seperti yang kita harapkan. Jakarta sudah terbakar," ujarnya.

Sukarni lantas meminta agar kendaraan kembali lagi ke Rengasdenglok.

Baca Juga: Jelang HUT ke 77 RI, Pemerintah Serukan Setop Kegiatan 3 Menit pada 17 Agustus 2022

Setelah diperiksa, asap itu ternyata muncul karena seorang petani kecil yang sedang membakar jerami.

Detik-Detik Proklamasi dan Pengibaran Bendera

Proklamasi Kemerdekaan berjalan begitu saja. Beberapa saat menjelang proklamasi, Bung Karno bahkan sempat menderita penyakit demam (malaria).

Kemudian perwira Peta (Pembela Tanah Air) yang tertua, yaitu Tjudanto Latief Hendraningrat, masuk ke kamar Bung Karno dan bertanya, "Apakah Bung Karno sudah siap?".

Soekarno mengangguk tanpa mengeluarkan kata-kata. Lalu keluar, di belakangnya menyusul Hatta dan Fatmawati.

Baca Juga: 4 Lomba untuk Anak Sambut 17 Agustus, Ajarkan Sportivitas dan Kerjasama Tim

Tak ada orang yang ditugaskan untuk mengerek bendera. Tiap orang menunggu dengan tegang.

Hingga akhirnya, Latief Hendraningrat-lah yang mengibarkan bendera kebangsaan Merah Putih.

Kemudian para hadirin yang berkisar sekitar 500 orang menyanyikan Indonesia Raya.

"Setelah itu kudengar anggota Peta di kamar kerjaku berteriak melalui telepon. Ya. Sudah selesai." (Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia-Cindy Adams).

Baca Juga: 6 Lomba 17 Agustus yang Ajarkan Nilai Kebaikan untuk Anak, dari Balap Karung hingga Makan Kerupuk

Detik-detik proklamisi pun sempat tegang juga lantaran, teks naskah proklamasi kemerdekaan baru selesai disusun pukul 04.00 WIB pada 17 Agustus 1945.

Awalnya Bung Karno dan Bung Hatta meminta seluruh hadirin yang berkumpul di kediaman Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol, sebanyak 31 orang.

Mereka diminta untuk menandatangani naskah proklamasi bersama.

Namun, kelompok pemuda tidak setuju dan minta agar Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia yang menandatangani.

Baca Juga: 488 Warga Binaan Lapas Paledang Bogor Terima Remisi 17 Agustus

Selain itu, diusulkan agar proklamasi dilakukan di Lapangan Ikada (kini Lapangan Monas).

Namun, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena pasukan Jepang masih dalam keadaan kekuatan penuh, hingga akhirnya diputuskan proklamasi kemerdekaan dibacakan di Pegangsaan Timur 56.

Awal Terbentuknya Pasukan Pengawal Presiden

Baca Juga: Bima Arya Larang Masyarakat Gelar Perlombaan 17 Agustus yang Memicu Kerumunan

Saat proklamasi, Indonesia kala itu masih belum memiliki kepolisian.

Sudiro selaku ketua Barisan Pelopor menganggap perlu adanya pasukan pengawal dan pengamanan bagi Bung Karno.

Setelah beberapa jam proklamasi kemerdekaan, menjelang sore dibentuklah pasukan pengawal dan pengamanan presiden.

Pasukan pengawal dan pengamanan presiden itu, anggotanya diambil dari Barisan Pelopor.

Baca Juga: Tahun Ini 17 Agustus Tanpa Perlombaan yang Meriah

Sudiro lebih memilih para jawara atau ahli silat Betawi untuk menjadi pengawal presiden.

Pasalnya, saat itu belum ada yang mempergunakan senjata modern.

Mereka hanya menggunakan tombak, kelewang, bambu runcing, dan golok.

Pakaian mereka juga seadanya dan tidak berseragam. Bahkan, ada seseorang yang kakinya dibalut perban karena korengan.

Demikian informasi kisah mistis alasan Soekarno yang memilih tanggal 17 Agusutus 1945 sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Proklamasi Kemerdekaan RI
# Hari Kemerdekaan Indonesia
# HUT ke 77 RI
# HUT ke 77 RI
# 17 Agustus 1945
# Bung Karno
# Soekarno

News Update

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.