AYOJAKARTA.COM - Pendaftaran CPNS tidak dibuka pada tahun 2022. Itu diungkapkan oleh BKN.
Bima Haria Wibisana, selaku Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), mengumumkan bahwa tahun ini tidak akan ada pembukaan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Menurut Bima, saat ini pemerintah tengah fokus terhadap pemberdayaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Baca Juga: The Power of Netizen! Toko Boy Cellular Milik Pencuri Cokelat di Alfamart Langsung Dapat Bintang 1
Selain itu, Bima juga berujar bahwa terdapat rencana pemerintah ke depan terkait kepegawaian.
Demikian seperti yang dilaporkan Pikiran-Rakyat.com dalam artikel "Penerimaan CPNS Tak Dibuka Tahun 2022, BKN Sebut Indonesia Ingin Contek Negara Luar".
“Kita tahun ini hanya fokus mengangkat Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) karena menyangkut dengan tenaga horror di daerah yang menjadi fokus dan harus selesai sebelum 23 November 2023,” ujar dia, di Manokwari, Senin, 15 Agustus 2022.
Baca Juga: Ini Teks Pidato Singkat tentang Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus
Bima mengatakan, pengangkatan PNS para tenaga PPPK masih dalam tahap pendataan, sehingga belum diketahui pasti jumlah formasi yang dibutuhkan.
Jumlah formasi PPPK juga belum dibagikan ke daerah-daerah di Indonesia termasuk di Papua Barat.
Dia melanjutkan, BKN masih melakukan pendataan, meliputi segala hal, termasuk jadwal tahapan pengangkatan tenaga PPPK tersebut.
BKN memproses data-data bersama Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Baca Juga: Kick Off Malam Ini 02.00 WIB, LINK Live Streaming Liverpool Vs Crystal Palace Klik di Sini!
“itu masih kita lihat dulu datanya, termasuk akan diverifikasi kembali, sehingga ketahuan berapa data bersihnya tenaga honor yang ada di daerah. Kita juga harus memastikan bahwa data itu valid,” ucap dia.
Bima memastikan bahwa tenaga PPPK yang akan diangkat PNS tahun ini bukan hanya berasal dari profesi guru atau pengajar.
Selain guru, PPPK dari kategori profesi tenaga kesehatan (nakes) seperti perawat, bidan, dokter, dan tenaga penyuluh juga masuk dalam program pengangkatan menjadi PNS.
Bima melanjutkan, pemerintah sebetulnya merencanakan upaya penerimaan PPPK jadi PNS di luar profesi guru dan nakes. Namun, hal itu mesti melalui berbagai macam pertimbangan.
Terkait rencana mengejutkan pemerintah, Bima mengumumkan bahwa kedepannya formasi PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) akan sangat berkurang di Indonesia.
Hal itu dilontarkan Bima di hadapan guru tenaga PPPK yang menerima SK pengangkatan oleh Bupati Manokwari Hermus Indou, di Hotel Aston Niu Manokwari.
Adapun alasan menciutnya jumlah formasi PNS dibandingkan PPPK, kata Bima merupakan hasil nyontek Indonesia dari negara luar.
Pasalnya, di negara-negara lain, pegawai negeri atau yang dikenal dengan istilah public servant hanya 20 persen, sedangkan tenaga PPPK atau government workers mencapai 80 persen.
Nilai persentase itu diambil dari hasil keseluruhan pegawai di negara bersangkutan.
“Seperti di Australia dan Selandia Baru itu tenaga PPPK mencapai 100 persen. Kita memang pelan-pelan menuju ke sana,” ucap Bima memberi contoh.*** (Siti Aisah Nurhalida Musthafa/Pikiran-Rakyat.com)

Share this article
BKN mengumumkan bahwa tahun 2022 tidak akan ada pembukaan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).