AYOJAKARTA.COM - Hasil Survei Indikator Politik Indonesia soal kasus Ferdy Sambo dapat disimak di artikel ini.
Sebagai informasi, hasil survei menyatakan sebagian besar masyarakat Indonesia ingin Ferdy Sambo dihukum mati atas kasus pembunuhan Brigadir J.
Lantas bagaimana hasil survei lengkapnya?
Berikut ulasannya dikutip AyoJakarta.com dari AyoIndonesia.com pada Kamis (25/8/2022) dengan judul Survei Indikator Politik, Publik Menginginkan Ferdy Sambo di Hukum Mati.
Hasil survei Indikator Politik Indonesia menyebut 54,9% publik mengingkan Ferdy Sambo untuk dihukum mati terlepas dari motif pembunuhan yang belum bisa dipastikan kebenarannya.
Kabareskrim Komjen Agus Andrianto juga pernah mengatakan bahwa Ferdy Sambo terancam hukuman mati.
Baca Juga: Ferdy Sambo Ngaku Ingin Hapus Jejak Bharada E dari Kasus Pembunuhan Brigadir J, Ini Alasannya
Indikator Politik juga mensurvei kepada publik mengenai berita tersebut.
Hasilnya, dari 66,3% yang mengetahui berita tersebut, 76% mayoritas publik menyetujui kalau Ferdy Sambo di hukum mati.
Burhanuddin Muhtadi, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, menjelaskan mengapa mayoritas publik percaya Ferdy Sambo akan dikenakan hukuman mati.
Menurutnya, mayoritas publik mengetahui Kapolri menetapkan Ferdy Sambo sebagai tersangka karena memerintah Bharada E (Richard Elezier) untuk menembak Brigadir J.
Lalu mayoritas publik juga sangat percaya Ferdy Sambo adalah dalang sekaligus ikut melakukan pembunuhan tersebut.
Sehingga mayoritas publik juga percaya kalau Ferdy Sambo sudah merekayasa peristiwa pembunuhan Brigadir J.
Baca Juga: Profil dan Biodata Brigadir Daden, Orang yang Disebut Penghasut Ferdy Sambo hingga Membunuh
Alasan dari mayoritas publik percaya kalau Ferdy Sambo pantas untuk di hukum mati adalah, mayoritas publik mempercayai kalau Brigadir J ada di pihak yang tidak salah.
Itu terpapar dalam survei mengenai motif pembunuhan Brigadir J, Indikator Politik mensurvei apakah Brigadir J tewas karena adu tembak atau memang kesengajaan.
81,1% publik memilih motif Brigadir J sengaja dibunuh karena alasan tertentu, sementara 10% memilih motif Brigadir J tewas akibat adu tembak karena didapati melakukan pengancaman dan pelecehan seksual terhadap istri atasannya.
Sebagian besar publik juga tidak mempercayai Brigadir J melakukan pengancaman dan pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo.
Survei menyatakan dari 65,4% publik yang mengetahui adanya pengancaman dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J, 52,6% tidak mempercayai sama sekali alasan motif dari pembunuhan Brigadir J.
Pada akhirnya, publik ingin segera mengetahui motif sebenernya dari kasus pembunuhan Brigadir J. 65,6% hasil survei menginginkan motif untuk segera dibuka ke publik.
Namun semua hasil penyelidikan baru akan diungkapkan pada proses persidangan, Ferdy Sambo baru menjalani persidangan kode etik, pada Kamis (25/08).***Agung Budiman (AyoIndonesia.com)

Share this article
Berikut hasil survei Indikator Politik Indonesia. Sebagian besar masyarakat ingin Ferdy Sambo dihukum mati.