AYOJAKARTA.COM—Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjutak mengulik rasa penasaran publik.
Sepak terjang, keberadaanya mendampingi dan berani menuntut keadilan bagi keluarga Brigadir J yang meninggal karena pembunuhan oleh Ferdy Sambo, membuat kagum banyak pihak.
Di balik kesuksesan dan ketenarannya saat ini ternyata Kamaruddin Simanjutak pernah mengalami keterpurukan.
Ya, Kamaruddin mengaku pernah mengalami kebutaan pada tahun 1998 lalu, tepatnya ketika Tragedi 98 terjadi.
Kamaruddin Simanjutak membagikan kisah hidupnya yang penuh lika liku dalam YouTube Irma Hutabarat dan dilansir oleh terasgorontalo.pikiran-rakyat.com dalam artikel https://gorontalo.pikiran-rakyat.com/viral/pr-1965542827/cerita-kamaruddin-simanjuntak-pernah-menjadi-pkl-dan-tinggal-dibawah-jembatan
Diakui lelaki berusia 46 tahun ini, masa lalunya lekat dengan kerja keras dan perjuangan.
Ikhwal kebutaan itu tak lepas dari keputusannya merantau ke Jakarta guna mencari nafkah.
Baca Juga: Mengenal MV Agusta, Tim Pabrikan yang Pernah Mendominasi MotoGP Era 500cc
Sebab ketika tinggal di Siborong-borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, hasil perkebunan orangtua yang dijadikan pegangan hidup belum dapat meningkatkan perekonomian keluarga.
Apalagi ia memiliki 4 adik perempuannnya yang juga memerlukan biaya buat sekolah.
Pada tahum 1992, setelah lulus sekolah, ia pun memutuskan merantau ke Jakarta. Di tahun itu, yang ia ingat desanya belum ada listrik menerangi.
“Saya lulus tahun 1992, belum ada listrik, Saya merantau ke Jakarta, setelah di Jakarta lah 3 sampai 4 tahun kemudian baru ada listrik masuk desa saya," ungkapnya.
Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Talak Bala di Malam Rebo Wekasan
Di ibukota Jakarta, mula-mula Kamaruddin berdagang kaki lima di jembatan Klender.
“Di situlah saya seperti gembel, tidak punya rumah, tidak punya apa-apa," ucap Kamaruddin.
Selama kurang lebih 3 bulan, Kamaruddin tinggal di kolong jembatan itu, siang dan malam ia gunakan sebagai tempat jualan dan tinggal.
Hingga suatu ketika, ia terkena razia petugas, yang membuatnya kehilangan seluruh dagangan, sebab dompet hingga sabun jualannya dibakar petugas.
Meski banyak kejadian buruk menimpanya saat itu, Kamaruddin tak pernah memberitahukan hal tersebut kepada orang tua.
Baca Juga: Hacker NASA Ungkap Fakta Terbaru Sosok Bjorka: Bukan Politik, Motifnya untuk Mendapatkan Uang!
Ia pun tetap rutin mengirimkan uang terus ke Ibu, lewat wesel.
Kiriman uang itu diterima adik-adik Kamaruddin semua agar bisa buat biaya sekolah.
Habis sudah seluruh dagangan Kamaruddin dirazia, Kamaruddin mulai melamar pekerjaan.
Mulai dari tukagng cuci piring, customer servis, kasir dan masih banyak lainnya. Ia sempat berpindah-pindah pekerjaan sampai 27 perusahaan.
Pekerjaan itu dilakoninya sambil menyekolahkan adik-adiknya hingga sarjana.
Sedikit demi sedikit, kehidupannya mulai membaik.
Baca Juga: 5 Karakter One Piece yang Terinspirasi dari Bajak Laut di Dunia Nyata
Pada tahun 1996, 1997 ia mulai membangun rumah untuk ibunya di kampung.
Namun di tahun 1998 inilah semuanya berubah. Tragedi Mei 1998 membuatnya luluh lantak bahkan terpuruk.
"Saya bangkrut karena tragedi pembakaran tahun 1998, bahkan saya mengalami kebutaan karena marah berlebihan," ungkapnya.
Kala itu, Kamaruddin mengaku emosi, marah kepada siapapun.
Ia pun marah kepada Tuhan, menyalahkan pemerintah, mahasiswa, dan semua orang kenapa harus ada pembakaran dan tragedi 1998 itu.
Baca Juga: Kisah Haru Guru SDN 1 Pacet yang Mengkhawatirkan Siswanya Jarang Masuk Sekolah, Ternyata...
Hingga tak disangkanya, emosi membuatnya down dan berpengaruh kepada kesehatan raganya.
"Gara-gara dagangan saya dibakar, saya marah kepada semua, badan saya panas demam sehingga mata saya buta," tuturnya.
Beruntung, ada seorang pendeta yang mengajaknya beribadah dan mendoakannya.
"Saya berlari ke altar itu tumpang tangan dan bisa melihat lagi. Di situlah saya melihat ternyata Tuhan itu ada," terang Kamaruddin.
Kini perjuangan Kamaruddin Simanjutak menegakkan keadilan ditunggu masyarakat Indonesia, khususnya keluarga almaarhum Brigadir J. ***

Share this article
Pernah Alami Kebutaan, Kamaruddin Simanjuntak Cerita Terpuruk Saat Tragedi Mei 98. kisah kuasa hukum Brigadir J ini membuat kagum