Satu-Satunya Tahanan Politik G30S PKI, Kolonel Abdul Latief Jadi Saksi Kunci Peristiwa Kelam 30 September

Kol. A. Latief

Kol. A. Latief

 

AYOJAKARTA.COM--- Peristiwa  G30S PKI menorehkan luka mendalam dengan tragedi hilangnya 6 Jendral dan 1 perwira, yang berakhir dibunuh dan dimasukkan ke Sumur lubang buaya.

Tragedi ini meninggalkan saksi hidup yang dibawa hingga akhir hayat oleh mantan perwira tinggi Tentara Angkatan Darat Kolonel Abdul Latief.

Baca Juga: Siapa Mantan Istri Dedi Mulyadi? KDM Didoakan Cepat Mendapatkan Pendamping Hidup yang Baru

Kolonel Abdul Latief kemudian ditangkap dan dipenjara atas tuduhan terlibat Gerakan 30S PKI pada 11 Oktober 1965. ia diadili pada tahun 1978.

Lantas Latief memberikan kesaksian penting yang dikisahkan dalam pledoinya dan telah dibukukan.

Masa orde baru adalah masa mulainya gejolak politik dan gesekan antar kepentingan petinggi serta ideologi berkembang pada masa itu. Latief menceritakan penyiksaan panjang dan menyakitkan baik fisik maupun mental yang diluar nalar kemanusian.

Baca Juga: Inilah Profil 7 Jenderal yang Diculik dan Dibunuh pada Peristiwa G30S PKI!

Diungkapkan bahwa dirinya dan rekan lainya adalah kesatuan yang melindungi Bung Karno dari rencana perlawanan yang akan dilakukan oleh para petinggi TNI AD yakni Jenderal Ahmad Yani, dan kawan-kawannya.

Pada saat itu Latief menemui Soeharto yang kala itu menjabat panglima TNI Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat. Tepatnya dua hari sebelum Gerakan 30S PKI meletus, ia melaporkan akan ada rencana untuk membawa para Jenderal TNI.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Dapat Doa agar Ketemu Pendamping Hidup yang Baru: Semangat Pak

Diketahui bahwa Soeharto telah mengetahui isu tentang Dewan Jenderal yang akan melakukan kudeta terhadap Presiden Soekarno.

Sayangnya laporan tersebut tidak digubris oleh Soeharto, ia tidak memberikan perintah apapun untuk menghentikan rencana tersebut terjadi. 

Latief juga bertemu kembali dengan Soeharto yang kala itu berniat untuk menjenguk anaknya Tomi, yang dirawat terkena tumpahan air panas. Kemudian juga memberikan laporan perkembangan terkait rencana untuk membawa para Dewan Jenderal ke hadapan Soekarno.

Baca Juga: Fadil Zumhana Nyatakan Berkas Sambo Lengkap, 5 Tersangka Pembunuhan Brigadir J Segera Disidangkan

Namun, Soeharto hanya menanggapi dengan tenang dan menganggukan kepalanya sejenak.

Hingga kemudian peristiwa tragis itu terjadi dan merenggut nyawa para Jendral TNI sangat tidak manusiawi, menorehkan sejarah kelam dan panjang hingga kini diperingati sebagai  G30S PKI.

Peristiwa itu kemudian berbuntut pada penggulingan Soekarno selaku presiden setelah mendapat laporan penumpasan para Jenderal TNI.

Baca Juga: Kunci Hidup Sukses di Dunia dan Akhirat Menurut Syekh Ali Jaber: Harus Seimbang!

Dalam pledoi yang ditulis di buku Kol.A. Latief dengan judul: Soeharto terlibat G 30S, terkenal dengan pertanyaannya yakni "Siapa sebenarnya yang melakukan coup d'etat pada 1 Oktober 1965: G30S PKI ataukah Jenderal Soeharto."

Latief semasa hidupnya sempat memberikan keterangan bahwa dirinya dan perwira lainnya hanya memiliki tujuan mengamankan para keenam Jenderal yang kala itu memiliki pemikiran barat, untuk dibawa ke hadapan Presiden Soekarno.

Namun, pada saat itu dirinya terkejut dengan kondisi lapangan operasi yang berantakan. Para Jenderal telah terbunuh sebelum dibawa ke Bung Karno, rencana operasinya kemudian berujung peristiwa berdarah, ia mengaku bingung dengan apa yang terjadi.

Baca Juga: Coki Pardede Bebas, Ini Alasannya Berhenti Memakai Narkoba hingga Membuat Dokumenter

Dianggap bertanggung jawab atas peristiwa tersebut Kol. A. Latif kemudian ditangkap, Ia dituding terlibat dalam gerakan G 30S PKI dengan rekan-rekannya yakni Kolonel Untung Syamsuri, Brigjen Soepardjo, dan Mayor Udara Suyono.

Sebagian besar perwira yang terlibat dalam gerakan tersebut oleh Mahkamah Militer Luar Biasa dijatuhi hukuman mati.

Akan tetapi berbeda dengan Kol. A. Latif yang yang mendapat hukuman penjara seumur hidup dan menghirup udara bebas setelah orde baru tumbang pada masa Presiden BJ Habibie pada 6 Desember 1998.

Baca Juga: Buya Yahya Bilang Rezeki Seret Dapat karena kebiasaan Ini, Maka Jangan Dilakukan!

Peristiwa pada 30 September kemudian dikenang sepanjang sejarah dalam G 30S PKI dan melahirkan tujuh Pahlawan Revolusi atas gugurnya Jenderal Ahmad Yani, Jenderal S. Parman, Jenderal Suprapto, Jenderal Sutoyo, Jenderal MT Haryono, Jenderal Panjaitan, dan Kapten P. Tendean.

Kol. A. Latief sendiri setelah bebas sebagai tahanan politik, mengabadikan kesaksian hidupnya dalam sebuah pledoi yang ditulisnya dan telah dibukukan untuk membantu menyibak kejadian atas peristiwa tersebut. Ia juga bercita-cita untuk membuat kisah tentang dirinya dengan lebih detail.

Baca Juga: Mengenal Sosok Dalang G30S PKI Letkol Untung Syamsuri yang Tidak Seberuntung Namanya

Namun, sayangnya ia belum bisa menerbitkan bukunya karena sakit paru-paru yang dideritanya, Latief kemudian meninggal dunia pada usia 86 tahun 2005.***

 

 

 

 

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Gadget 06 Jun 2026, 15:31 WIB

Bocoran Galaxy Z Fold 8 Ultra Muncul di Bluetooth SIG, Samsung Siap Rilis HP Lipat Kasta Tertinggi!

Samsung rilis Galaxy Z Fold 8 standar (desain paspor 201g) & Z Fold 8 Ultra (Snapdragon 8 Elite Gen 5, kamera 200MP) pada 22 Juli 2026 di London guna hadapi Huawei & Apple.

Gadget 06 Jun 2026, 14:42 WIB

Xiaomi 17T, HP Midrange Rasa Flagship yang dengan Sistem Operasi Bersih Tanpa Iklan

Xiaomi 17T rilis Rp8-9 juta dengan Dimensity 8500 (AnTuTu 2M+) & periskop Leica 5x. Diulas GadgetIn, HP 6,59 inci ini punya baterai jumbo 6.500 mAh serta OS bersih tanpa iklan.

Metropolitan 06 Jun 2026, 13:51 WIB

Nggak Hanya di Kalender, Nama-nama Hari ini Juga Jadi Nama Pasar di Jakarta, Ada yang Sudah Tutup

Penamaan pasar di Jakarta ini berdasarkan hari merupakan tradisi yang berkembang sejak masa kolonial.

Metropolitan 06 Jun 2026, 13:07 WIB

Untuk ke 9 Kalinya, DKI Jakarta Raih Opini WTP dari BPK RI

Pencapaian tersebut menjadi bukti konsistensi Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga tata kelola keuangan yang transparan.

Metropolitan 06 Jun 2026, 12:18 WIB

Pramono Anung Segera Sesuaikan Tarif Transjabodetabek Bulan Ini, Termasuk Rute Blok M-Bandara Soetta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan evaluasi tarif dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.

Pendidikan 06 Jun 2026, 11:08 WIB

Pencairan Dana KJP Plus Tahap 1 Tahun 2026 Bulan April Mulai Dilakukan, Disalurkan kepada 707.477 Peserta Didik, Berikut Rinciannya

KJP Plus merupakan salah satu bentuk dukungan Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Metropolitan 06 Jun 2026, 10:41 WIB

EastjakFest 2026 Siap Meriahkan HUT ke 499 Kota Jakarta, Hadirkan Vaksinasi Rabies, Bibit Gratis, dan Edukasi Ketahanan Pangan

Acara ini akan digelar tepat di hari ulang tahun Jakarta yakni pada 22 Juni 2026.

Metropolitan 06 Jun 2026, 10:25 WIB

Dinas LH DKI Jakarta akan Gelar Aksi Pilah Sampah di CFD Rasuna Said Besok

Kegiatan ini adalah bagian upaya Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya.

Metropolitan 06 Jun 2026, 10:08 WIB

Hadapi Ancaman Polusi, Pemprov DKI Kembangkan EWS Kualitas Udara Bersama BMKG

Kehadiran sistem EWS ini diharapkan mampu memberikan informasi prediktif mengenai kondisi kualitas udara di Ibu Kota.

Metropolitan 06 Jun 2026, 09:39 WIB

Pramono Anung Buka Jakarta Future Festival 2026, Dorong Anak Muda Ikut Rancang Masa Depan Jakarta

Pramono Anung resmi membuka JFF 2026 yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat (5/6).

Ekonomi 05 Jun 2026, 23:19 WIB

Strategi Investasi Tepat Saat Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok

Ekonomi RI tertekan: Rupiah tembus Rp18.000 dan IHSG anjlok ke 5.594 akibat PHK, pajak naik, serta modal asing keluar. Investor disarankan masuk bertahap dan atur portofolio sesuai profil risiko.

Nasional 05 Jun 2026, 21:53 WIB

Strategi 'Rangkul Lalu Pukul', Bisakah Layer Cukai Rendah Jinakkan Pabrik Rokok Ilegal?

Skema "rangkul lalu pukul" lewat layer cukai baru demi kejar Rp30 T menuai kritik. Cara ini dinilai beri karpet merah bagi rokok ilegal dan picu kecurangan baru ketimbang menegakkan hukum secara tegas

Nasional 05 Jun 2026, 20:21 WIB

BBM Mulai Dicampur Bioetanol 5%, Ini Efeknya untuk Mobil dan Motor Tua

Mulai semester II 2026, seluruh SPBU di Jawa wajib jual bensin campur etanol 5% (E5) sesuai Permen ESDM 4/2025. BBM ini ramah lingkungan & aman buat kendaraan modern, tapi berisiko korosi bagi mesin.

Sport 05 Jun 2026, 19:18 WIB

Lebih dari 50 Tenant Indonesia Open 2026 Gunakan Pembayaran Digital BNI

BNI menghadirkan pembayaran digital di Indonesia Open 2026 melalui EDC dan QRIS wondr untuk transaksi praktis.

Hiburan 05 Jun 2026, 18:55 WIB

Sedang Berkonflik dengan Sarwendah, Ruben Onsu Tulis Pesan Haru di Hari Ulang Tahun Anak

Meski hubungan dengan Sarwendah memanas akibat video viral, Ruben Onsu tetap fokus pada anak. Ia mengucapkan ultah menyentuh untuk Thalia dan berharap pihak luar tak memperkeruh mental anak mereka.

Nasional 05 Jun 2026, 17:55 WIB

PNM Hadir hingga Pulau Arar, Perkuat Akses Keuangan bagi Perempuan Pesisir Papua

PNM Mekaar bantu perempuan di Pulau Arar, Papua Barat Daya, mengembangkan usaha, memperbaiki rumah, dan akses keuangan.

News 05 Jun 2026, 17:44 WIB

Isu Reshuffle Kembali Mencuat, Kabar Purbaya Mundur dari Menkeu hingga Said iqbal Disebut akan Masuk Kabinet, Benarkah?

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka suara soal kabar Purbaya mundur dari Menkeu dan Said Iqbal masuk kabinet, begini katanya.

Gadget 05 Jun 2026, 17:29 WIB

Samsung Segera Rilis Galaxy Fold 8 dalam Waktu Dekat, Intip Bocoran Spesifikasinya

Samsung Galaxy Z Fold 8 & 8 Ultra masuk sertifikasi Bluetooth. Varian standar hadir dengan layar luar lebih lebar mirip paspor untuk ergonomi, sementara varian Ultra tawarkan kamera & mesin premium.

Nasional 05 Jun 2026, 16:10 WIB

Gebrakan Anyar Nanik S Deyang Setelah Ditunjuk jadi Kepala BGN: Efisiensi Anggaran hingga Perbaiki Kualitas MBG 2026

Nanik S Deyang menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap anggaran yang dialokasikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran.

Metropolitan 05 Jun 2026, 15:42 WIB

Angkat Tema 'Navigating Resilience' Taman Ismail Marzuki jadi Tuan Rumah Jakarta Future Festival 2026 Mulai 5-7 Juni, Ini Persiapannya

JFF 2026 akan menghadirkan berbagai diskusi, pameran, hingga kolaborasi lintas sektor yang membahas masa depan Jakarta.