AYOJAKARTA.COM — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Bintang Puspayoga mengajak semua pihak untuk menyediakan stadion sepakbola yang ramah bagi perempuan dan anak.
Ia juga meminta kepada pihak penyelenggara untuk memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak.
"Penyelenggara pertandingan harus memiliki panduan atau protokol perlindungan bagi kelompok rentan, khususnya anak-anak termasuk juga perempuan dan penyandang disabilitas,” kata Menteri PPPA, Bintang Puspayoga di Jakarta yang dikutip oleh AyoJakarta.com melalui laman resmi Kemenpppa.go.id, Selasa, 4 Oktober 2022.
Baca Juga: Wendy Walters Resmi Bercerai dari Reza Arap, Terlanjur Sakit Hati Jadi Alasan?
Ia menyampaikan rasa prihatin dan rasa duka mendalam terhadap korban meninggal dunia terkait tragedi sepak bola yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Terlebih lagi, terdapat cukup banyak korban perempuan dan anak dalam tragedi tersebut.
Saat ini KemenPPPA telah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur serta Kabupaten Malang dalam menangani perempuan dan anak yang menjadi korban.
Baca Juga: Ayah Lesti Kejora Minta Gugat Cerai Sang Suami, Hingga Karir Rizky Billar Terancam
Kini, KemenPPPA telah melakukan pendataan korban dan akan ditindaklanjuti dengan penjangkauan korban.
Hingga saat ini data korban perempuan dan anak-anak telah terkumpul sebanyak 79, diantarnya 42 orang perempuan dan 37 orang anak dengan rentang usia 3-17 tahun.
Menteri PPPA mengatakan bahwa pertandingan sepakbola harusnya menjadi tontonan yang menghibur, menyenangkan, dan aman bagi penontonnya hingga jauh dari tindak kekerasan.
Baca Juga: Bupati Anne Ratna Posting Foto Bareng Ridwan Kamil yang Ultah Hari Ini, Kolom Komentar Nonaktif
Oleh karena itu, ia menilai dalam pertandingan sepakbola, penonton perempuan dan anak sebagai kelompok rentan harus mendapatkan perlindungan.
Dalam menyelenggarakan pertandingan sepakbola, ada beberapa faktor keamanan bagi perempuan dan anak yang harus dipahami dan dilaksanakan oleh pihak penyelenggara.
Faktor keamanan harus dimulai dari mulai proses pembelian tiket hingga penonton meninggalkan stadion usai pertandingan.
Baca Juga: Kartu Prakerja Kembali Dilanjut, Pemerintah Gelontorkan Rp4,2 Juta untuk Peserta
Menteri PPPA mengharapkan adanya kerja sama seluruh pihak yang terlibat, mulai dari federasi, pemerintah, klub hingga supporter untuk mewujudkan pertandingan yang ramah bagi kelompok rentan.
“Semua pihak harus paham dalam melaksanakan prosedur untuk mengakomodasi keamanan dan kenyamanan semua penonton, termasuk penyandang disabilitas, perempuan dan anak-anak,” ujar Menteri PPPA.***

Share this article
Menteri PPPA Bintang Puspayoga mengajak semua pihak untuk menyediakan stadion sepakbola yang ramah bagi perempuan dan anak.