AYOJAKARTA.COM -- YouTuber Jang Hansol kembali membagikan berita terupdate terkait dengan tragedi Itaewon. Korea Selatan pada malam perayaan pesta Halloween kemarin, Sabtu (29/10/2022).
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Korean Romet pada Selasa, 1 November 2022, Jang Hansol memberikan informasi terkini terkait masih banyak korban dari tragedi Itaewon yang masih belum diidentifikasi.
Menurutnya, berdasarkan berita ter-update dari media lokal Korea Selatan, korban yang berjatuhan itu sangat banyak setidaknya ada 150-an orang korban jiwa yang meninggal dan juga ada yang mengalami cedera cukup banyak.
Baca Juga: Muncul Tanda Lingkaran Hijau dan Biru di Foto Profil WhatsApp, Ini Arti dan Perbedaannya!
“Seperti yang bolo-bolo tahu sebenarnya jumlah korban terus bertambah, tapi yang meninggal diperkirakan itu mencapai sekitar 150 lebih dikit dan yang cedera juga banyak,” kata dia.
Namun, masalahnya korban dari peristiwa tersebut ternyata masih banyak yang belum dapat diidentifikasi. Karena banyak dari korban masih berusia remaja atau di bawah umur.
"Nah, masalahnya kalo yang cedera itu semua orang dewasa mungkin masalahnya tidak seribet kayak gini. Tapi masalah yang lebih besar adalah cukup banyak anak remaja yang juga menjadi korban jadi kejadian ini," ujar Hansol.
Pria Korea medok ini kemudian menjelaskan, mengapa korban dewasa dan korban yang masih remaja atau masih dibawah umur ini berbeda.
Baca Juga: Terekam CCTV, Inilah yang Dilakukan Brigadir J di Detik-detik Terakhir Hidupnya
Hansol menjelaskan perbedaan itu terletak pada kepemilikan kartu identitas yang mana belum dimiliki oleh para korban remaja tersebut, hal itu lah yang menjadi proses identifikasi menjadi sulit.
"Apa bedanya Mas Hansol, kalo orang dewasa kayak aku ataupun yang punya kartu identitas paling engga ketika mereka mengalami musibah kayak gini dicek mereka tuh bisa diketahui gitu, ini Namanya siapa, nomor induknya apa, No HP-nya apa, keluarganya siapa," kata dia.
"Tapi kalo anak-anak remaja masih belum punya KTP sehingga susah ngeceknya ini siapa," tambahnya.
Kemudian, Hansol menambahkan terkait dengan para korban remaja ini mengapa sulit diidentifikasi oleh pihak berwajib. Menurutnya ada kemungkinan dimana para korban remaja tersebut tidak terdaftar.
"Mungkin ada yang bilang, emang gak ada KTP susah mas nyarinya ?, em.. setahuku mulai saat ini anak-anak yang masuk ke TK diwajibkan cap jempolnya, biar mudah dicariin," ujarnya.
"Jadi misalnya ada kejadian kayak gini, mereka tinggal ngecek cap jempolnya dan langsung tahu ini siapa orangnya. Tapi mungkin ada yang tidak terdaftar atau gimana sehingga ada beberapa pelajar, sehingga sulit diidentifikasikan siapa," tandasnya.***

Share this article
YouTuber Jang Hansol kembali membagikan berita terupdate terkait dengan tragedi Itaewon. Korea Selatan pada malam perayaan pesta Halloween.