AYOJAKARTA.COM--Sikap Ferdy Sambo dalam sidang lanjutan yang digelar pada Selasa (1/11/22) dibaca oleh pakar mikro ekspresi.
Sikap Ferdy Sambo dinilai sangat tenang dan terihat percaya diri (PD).
Ada dua dugaan yang menjadi alasan kenapa Ferdy Sambo terlihat percaya diri pada saat persidangan.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews, membagikan informasi terkait bahasa tubuh suami Putri Candrawathi.
Menurut Kirdi Putra selaku pakar mikro ekspresi mengungkapkan bahwa tersangka pembunuhan Brigadir J ini memiliki kemampuan untuk bersikap tenang.
Di mana kemampuan tersebut tidak perlu diragukan lagi karena sebelumnya ia telah terbiasa berhadapan dengan berbagai kejahatan kriminal.
Namun ada dua kemungkinan yang menjadi alasan kenapa ia mampu bersikap tenang.
“Yang bisa kita simpulkan sementara ini adalah kepercayaan diri, PD ini kalau kita tarik mundur lagi penyebabnya bisa karena ada satu dia memang tidak bersalah,” kata Kirdi Putra.
“Dia memang tidak bersalah atas semua tuduhan yang memang dituduhkan dalam persidangan tersebut sehingga dia percaya bahwa semuanya akan mendukung dia bukti saksi dan lain sebagainya,” tambahnya.
Selanjutnya adalah karena ada dugaan bahwa suami Putri Candrawathi ini masih memiliki seseorang yang dapat mendukungnya.
“Yang kedua ini benar-benar bertolak belakang 180 derajat yaitu dia punya sebuah sesuatu atau seseorang yang membuat dia tenang,” kata Kirdi Putra.
“Ya sebuah hal misalnya “dukungan” buat dia atau dikatakan seseorang yang mendukung dia sehingga dia merasa yakin bahwa apapun yang terjadi nanti bahwa posisi dia cukup kuat.” katanya.
Kirdi Putra juga menyebutkan bahwa lamanya proses hukum maka tidak mengherankan kalau masyarakat berpikir bahwa sikap kepercayaan dirinya itu karena faktor yang kedua.
Baca Juga: Susi Terjebak Kebohongannya Sendiri di Sidang Bharada E, Hakim Beri Teguran
“Dia masih punya pegangan sesuatu atau seseorang yang membuat dia sangat PD untuk hal tersebut,” ungkap Kirdi.
Pakar mikro ekspresi itu juga menganggap bahwa semakin lamanya proses pidana diproses maka dapat membuat pelaku memiliki alibi yang lebih detail.
“Semakin lama tindak pidana pembunuhan itu kemudian dibanding-banding si pelaku bisa berpikir alibinya makin detail, bukti-buktinya makin menghilang dan kemudian orang itu makin lupa,” kata Kirdi.
“Jadi tidak salah kalau orang berpikir yang kedua, PD nya kenapa ni ada sesuatu, seseorang yang bisa masih membuat dia sangat PD apa ya?,” lanjutnya.***

Share this article
Ekspresi Ferdy Sambo dalam persidangan terus menjadi sorotan publik, tak terkecuali pakar mikro ekspresi yang membaca seperti ini!