AYOJAKARTA.COM--Dedi Mulyadi masih menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.
Bagaimana tidak, Dedi Mulyadi yang merupakan mantan Bupati Purwakarta ini kerap dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat.
Dedi Mulyadi bahkan kerap mengunggah aktivitas kesehariannya melalui kanal YouTube miliknya.
Baca Juga: Digugat Cerai Istri, Dedi Mulyadi Minta Maaf ke Anak Pertamanya: Maafkan Ayah
Ia kerap membantu masyarakat yang mengalami kesulitan.
Tak heran jika kedermawanan Dedi Mulyadi membuat dirinya begitu dicintai oleh segelintir masyarakat.
Selain itu, Dedi Mulyadi juga memiliki penampilan yang berbeda dengan pejabat lain.
Dedi Mulyadi sering kali menggunakan iket kepala yang kini sudah menjadi ciri khasnya yang melekat.
Bagi sebagian orang, iket kepala yang digunakan Dedi Mulyadi mungkin hanya dianggap sebagai akseseoris saja.
Namun siapa sangka iket kepala yang sering digunakan oleh Dedi Mulyadi menyimpan filosofi yang dalam.
Hal itu diungkapkan oleh Dedi Mulyadi melalui sebuah video yang ia unggah pada laman Facebooknya.
Dilansir AyoJakarta.com dari laman Facebook Kang Dedi Mulyadi, Dedi Mulyadi mengatakan bahwa iket kepala tersebut memiliki filosofi.
“Iket Sunda itu memiliki filosofi yang tidak sembarangan,” kata Dedi dalam videonya.
Seperti yang publik ketahui, Dedi Mulyadi adalah orang Sunda. Tak heran jika ia begitu tau mengenai filosofi ikat kepala.
“Sunda itu ada filosofi loh, filososfinya gini kalimatnya, cing caringcing pageuh kancing set saringset pageuh iket,” sebutnya.
“Cing caringcing pageuh kancing artinya kita ini harus memiliki kewaspadaan, set saringset pageuh iket nah iket tuh ini di kepala, harus di iketan biar ga kemana-mana, nah di iketan biar fokus, fokusnya ke hati, nah itu lambang kehormatan, lambang kepemimpinan,” tambahnya.
Baca Juga: Terkuak! Alasan Dedi Mulyadi Tak Hadir Sidang Cerai Anne Ratna Mustika Ternyata Begini
Dedi Mulyadi merupakan sosok yang dikenal sangat menggeluti budaya Sunda.
Hal ini terlihat ketika ia menjabat sebagai Bupati Purwakarta selama dua tahun.
Berbagai ornamen di kota Purwakarta dihiasi pernak-pernik Sunda olehnya.
Baca Juga: Nyesek! Istri Dedi Mulyadi Tak Hiraukan Kehadiran dan Jabatan Tangan Suaminya Malah Asyik Main HP
Maka tak heran jika ia sangat menerapkan filosofi tersebut.
Meskipun begitu, Dedi Mulyadi sebelumnya dikabarkan tak memakai iket kepala yang selama ini ia gunakan.
Ia tak menggunakan iket kepala tersebut ketika mendatangi kantor Pengadilan Agama Purwakarta untuk menjalani sidang perceraiannya dengan Anne Ratna Mustika.
Baca Juga: Di Balik Proses Perceraian, Fans Dedi Mulyadi Serang Anne Ratna Mustika Hingga Singgung Hal Ini!
Dalam video unggahannya, ia juga menjelaskan alasan mengapa ia tak memakai iket kepala tersebut.
“Kenapa saya tidak pake iket, karena bagi saya tempat itu bukan lagi tempat yang melambangkan kehormatan. Tempat itu bukan lagi tempat yang melambangkan tentang maskulin, dengan saya datang ke situ sebenarnya sudah tidak maskulin lagi, saya datang ke situ juga bukan seorang pemimpin lagi,” jelasnya.
“Saya menjadi orang yang kehilangan segalanya sebenarnya, nah untuk itu harus menerima apapun, harus menerima sikap apapun, karena saya bukan apa-apa dan siapa-siapa, dan saya harus menerima itu,” tutupnya.***

Share this article
penampilan Dedi Mulyadi ikonik mengenakan iket kepala ke manapun dan dimanapun, ternyata ada makna filosofi di baliknya