AYOJAKARTA.COM--Keluarga Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat mengaku di hadapan Majelis hakim bahwa alat komunikasinya sempat diretas usai pembunuhan tersebut mencuat ke permukaan.
Di hadapan Majelis Hakim Ibu Brigadir Yosua, Rosti Simanjuntak dengan menangis mengungkapkan rasa kekesalannya ketika handphone di dalam keluarganya sempat diretas.
Alhasil ia tidak bisa melakukan akses dan mencari informasi terkait peristiwa tragis yang menimpa putranya, Yosua Hutabarat.
Baca Juga: Beri Kesaksian Berbelit-belit, Kodir ART Ferdy Sambo Terancam Dijadikan Tersangka Oleh Jaksa
Dengan terisak dan menahan tangis, Rosti pun menjelaskan awal mula handphone di dalam keluarganya diketahui telah diretas. Tepatnya usai jenazah putranya Brigadir J dihaturkan ke kampung halamannya di Jambi.
Pembunuhan Brigadir J memang saat ini masih menjadi misteri. Terkait motif pelaku Ferdy Sambo menghabisi nyawa ajudannya Brigadir Yosua di dalam rumahnya sendiri belum terkuak jujur.
Diketahui dalam persidangan yang gelar kemarin, keluarga Brigadir Yosua terutama orang tua Yosua masih dihadirkan sebagai saksi. Mereka ditanya seputar sebelum dan sesudah Brigadir Yosua dikabarkan tewas.
Rosti Simanjuntak, atau ibunda dari Yosua mengaku dirinya sangat kesal, setelah kabar terbunuhnya Brigadir J, alat komunikasi (Handphone) keluarganya sempat diretas dan tidak dapat diakses.
Baca Juga: Sidang Kasus Sambo: Ketahui 5 Hal yang Viral terkait Putri Candrawati, Nomor 3 Mengejutkan!
Dirinya menjelaskan ketika itu Hendra Kurniawan bersama tim yang lain diutus oleh Ferdy Sambo untuk menghantarkan jenazah anaknya ke pangkuan Keluarganya di Jambi. Namun rombongan itu tidak dapat menjelaskan dan menunjukan sebab kematian dari Brigadir J.
“Menambahkan sedikit atas kehadiran rombongan pak Hendra bersama rombongan lainya yang berpakaian sipil atau penyidik dari Bareskrim, mereka menyuruh kami untuk mengetahui bukti itu harus datang ke Jakarta,” ujar Rosti seperti yang dilansir dari Kanal Youtube Kompas TV pada (04/11/2022).
“Sedangkan, saya sebagai ibu begitu hancur hati, memohon berulang kali buktikan secara sah jangan cuma omongan doang” ujarnya.
Meski sudah memohon-mohon kepada semua polisi yang turut mengantarkan jenazah Brigadir J agar menunjukkan bukti terbunuhnya Yosua di rumah atasannya Ferdy Sambo, namun sayangnya rombongan tetap membisu dihadapan orang tua Yosua.
Ibunda Yosua juga sempat mengaku kesal dan marah kepada rombongan yang diutus Ferdy Sambo. Bahkan kepada Ferdy Sambo yang merupakan atasan langsung Brigadir J, tidak satu pun memberikan kabar atau informasi terkait peristiwa tersebut kepada keluarga.
“Karena kesalnya saya, anak saya sudah dibunuh begitu sadisnya tanpa ada pemberitahuan dari atasannya ataupun dari rombongan pak Ferdy Sambo, karena kami pernah menghubungi mereka langsung nomor kami diblokir yang ada di rumah itu," kata Rosti.
Baca Juga: RR Bungkam Meski Tahu Ferdy Sambo Akan Tembak Brigadir J, Ternyata Simpan Kekhawatiran Ini!
Padahal Rosti yang merupakan ibu dari mendiang Yosua sangat hancur mengetahui putranya harus meninggal di kediaman atasannya tanpa alasan yang jelas.
“Saya sebagai ibu yang kehilangan anak memang langsung marah, kamu seorang jendral tidak usah banyak bicara, karena saya yang melahirkan anakku, saya yang mendidik anakku, dan saya yang membesarkan anakku, saya tahu dengan karakter anakku,” kata dia.
Baca Juga: Ibunda Brigadir J, Rosti Simanjuntak: Kuat Maruf, Ada (Hubungan) Apa Kamu dengan Putri Candrawathi!
“Kalo benar anakku harus meninggal di rumah atasannya, seharusnya sebagai penegak hukum akan menginformasikan kepada kami, memberitahukan kami bahwa itu adalah anak buahnya,” tandas Rosti.***

Share this article
Usai kabar pembunuhan Brigadir J mencuat, ibu Brigadir J mengaku handphone keluarganya sempat diretas, entah apa alasannya!