AYOJAKARTA.COM - Sidang lanjutan Ferdy Sambo kembali bergulir hari ini, Senin, 7 November 2022.
Pada persidangan hari ini menghadirkan tiga terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J yakni Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.
Selain itu sidang kasus yang sudah memasuki pekan ke tiga ini akan menghadirkan 12 orang saksi.
Baca Juga: Arka Diduga Anak Kuat Maruf, Susi Keceplosan Bilang Begini
Dikutip AyoJakarta.com dari laman PMJ News, ke-12 tersebut antara lain:
- Anita Amalia Dwi Agustine (Customer Service Layanan Luar Negeri Bank BNI KC Cibinong)
- Ahmad Syahrul Ramadhan (Sopir Ambulans)
- Bimantara Jayadiputro (Provider PT Telekomunikasi Seluler bagian Officer Security and Tech Compliance Support)
- Ishbah Azka Tilawah (Petugas Swab di Smart Co Lab)
- Nevi Afrilia (Petugas Swab di Smart Co Lab)
- Novianto Rifa'i (Staf Pribadi Ferdy Sambo)
- Rojiah als. Jiah (ART Ferdy Sambo di rumah Jl. Saguling)
- Raditya Adhiyasa (pekerja lepas di Biro Paminal)
- Sadam (Sopir Ferdy sambo)
- Sartini (ART Ferdy Sambo di rumah Jl. Saguling)
- Tjong Djiu Fung als. Afung (biro jasa CCTV)
- Viktor Kamang (Legal Counsel pada provider PT XL AXIATA)
Salah seorang saksi yang telah menyampaikan kesaksiannya adalah sopir ambulans Ahmad Syahrul Ramadhan.
Dilansir dari berbagai sumber, diketahui beberapa pernyataan terkait kejadian dugaan pembunuhan berencana yaitu jenazah Brigadir J saat dievakuasi menggunakan masker berwarna hitam.
Selain itu terlihat genangan darah dilantai dan terlihat sebuah luka tembakan pada dada kiri korban.
Pada saat diangkat, jenazah mengeluarkan darah dari bagian kepala, tetapi saksi tidak mengetahui darah tersebut keluar dari organ tubuh mana.
Fakta yang lainnya adalah berdasarkan keterangan dari sopir ambulan tersebut, mobil tidak diperkenankan menyalakan lampu saat akan meninggalkan lokasi kejadian.
Kemudian saat akan meninggalkan lokasi Ahmad sang sopir ambulan di temani oleh seorang anggota Provos.
Hal lain yang membingungkan adalah jenazah dimasukkan kedalam IGD ketika sampai di rumah sakit Polri.
"Masuk kedalam rumah sakit itu nggak langsung ke forensik Yang Mulia, nggak langsung ke kamar jenazah, ke IGD," ucap Ahmad Syahrul.
Kemudian saksi Ahmad bertanya kepada petugas Provos yang menemaninya kenapa tidak langsung di bawa ke kamar jenazah.
Namun petugas tersebut menjawab tidak mengetahui penyebabnya.***

Share this article
Sopir ambulans Ahmad Syahrul Ramadhan, mengatakan jasad Brigadir J malah dibawa ke ruang IGD bukan ke kamar mayat.