AYOJAKARTA.COM - Nama mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Febri Diansyah kembali menjadi pembicaraan warganet.
Sejak menyatakan akan ikut mendampingi istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dalam kasus tewasnya Brigadir J, Febri Diansyah memang mendapat banyak kritik pedas dari koleganya.
Meski dirinya berjanji akan berlaku objektif dalam proses hukum dan peradilan, tetapi oleh Novel Baswedan Febri Diansyah justru diminta untuk mundur.
Keputusan Febri Diansyah seperti kurang mendapat dukungan dari rekan sesama pengacara, terlebih di kalangan warganet yang dengan gampang menganggapnya sedang butuh uang.
Baca Juga: Momen Kuasa Hukum Kuat Maruf Kena Tegur Hakim, Anting Saksi Dipersoalkan
Dalam persidangan yang sudah beberapa kali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, sepak terjang Febri Diansyah di dalam ruang sidang juga mendapat sorotan.
Begitupun tatkala dirinya sedang berada di luar persidangan, sewaktu dimintai pernyataan terkait jalannya persidangan oleh awak media.
Setiap kalimat yang diucapkan Febri Diansyah seperti sudah kehilangan daya magnet dan muatan yang mampu mensugesti sebagaimana dulu kerap ia lakukan saat menjadi Jubir KPK.
Dikutip Ayojakarta.com pada 7 November 2022 dari kanal YouTube Ketik Komentar, diketahui tanggapan warganet terkait kinerja Febri sebagai kuasa hukum Putri Candrawathi.
“Mari kita betul-betul mencari bukti yang substantif dan relevan untuk kasus Brigadir Joshua,” ujar Febri Diansyah pada awal ia menangani kasus tewasnya Brigadir J.
Baca Juga: Kesaksian Sopir Ambulans, Sebut Sempat Lihat Yosua Tergeletak dan Pakai Masker Hitam!
Salah satu warganet kemudian memberikan komentar atas pernyataan kuasa hukum Putri Candrawathi tersebut.
Menurutnya, jika yang dimaksud oleh Febri itu adalah setiap bukti dan informasi yang sudah diterima oleh pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak kurang relevan.
Warganet ini kemudian mencoba menggali ingatan Febri sewaktu dirinya masih menjadi Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi.
Ketika KPK melakukan suatu tindakan pada tersangka melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT), selaku Jubir, Febri Diansyah selalu memberikan pernyataan pembuka dengan kalimat khas.
“Adanya tindakan OTT atas kasus ini bermula setelah KPK melakukan pendalaman dari informasi yang diberikan oleh masyarakat,” ucap warganet mencoba menduplikasi pernyataan Febri.
Ia juga mengingatkan Febri untuk bersikap adil dan sama dalam memperlakukan bukti-bukti yang sudah dimiliki dan berhasil dikumpulkan oleh Kamaruddin Simanjuntak, sebab berasal dari masyarakat.
Sebab menurutnya, dalam proses mengumpulkan bukti, Kamaruddin juga sudah tentu melakukan riset dan analisis tertentu sebagaimana yang juga dilakukan KPK.
Ditambahkan juga, bahwa terungkapnya tabir pada kasus kematian Brigadir J tidak lain juga karena adanya peran aktif masyarakat yang merasa terpanggil dengan penegakan hukum.
“Mari melawan lupa, Febri Diansyah!” ajak warganet.***

Share this article
Berikut tanggapan warganet terkait ucapan Febri Diansyah yang kabarnya sudah kehilangan daya magnet.