AYOJAKARTA.COM – Persidangan kasus pembunuhan Brigadir J hingga kini masih berlanjut.
Persidangan kasus Brigadir J hingga kini belum menemukan titik terang.
Pasalnya kasus pembunuhan Brigadir J melibatkan banyak pihak, mulai dari ajudan hingga asisten rumah tangga.
Beberapa waktu lalu publik digemparkan dengan pernyataan dari salah seorang saksi dari pihak Ferdy Sambo.
Pernyataan yang dikeluarkan oleh saksi tersebut menyinggung sosok Brigadir J.
Saksi tersebut menyebut bahwa Brigadir J adalah sosok yang sering melakukan hal yang tidak baik.
Seorang saksi yang menyebut Brigadir J memiliki perilaku tidak baik itu adalah Damson.
Damson merupakan satpam yang memiliki tugas untuk menjaga keamanan rumah Ferdy Sambo dan sang istri, Putri Candrawathi.
Saat menghadiri persidangan, Damson memberikan kesaksiannya.
Akan tetapi, kesaksian yang ia lontarkan justru membuat geger publik.
Damson mengatakan bahwa Brigadir J adalah sosok yang temperamental.
Bahkan, Damson menyebut Brigadir J sering mengunjungi tempat hiburan malam hingga dituding suka main perempuan.
Sayangnya, kesaksian yang dilayangkan oleh Damson kini dibalas dengan jawaban menohok dari pihak Brigadir J.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube TvOneNews, Martin Simanjuntak mengatakan bahwa tidak mungkin Brigadir J memiliki kepribadian ganda.
Hal ini Martin Simanjuntak buktikan dengan hasil tes psikologi Brigadir J ketika direkrut menjadi anggota polisi hingga menjadi ajudan.
“Yoshua ini ketika direkrut jadi anggota polisi itu hasil psikolognya bagus, makanya diterima jadi anggota Brimob di tahun 2013. Di tahun 2019 hasil psikolognya ketika seleksi ajudan bagus,” katanya.
“Di tahun 2020 atau 2021 ketika Ferdy Sambo menjadi Kadipropam hasil psikolognya juga bagus, makanya dia menjadi ajudan. Dan dia juga menjadi anggota Satgasus, ditugaskan untuk menjadi kepala rumah tangga di rumah, ga mungkin ini orang memiliki kepribadian ganda,” lanjutnya.
Martin kemudian menjelaskan bahwasannya jika menghina Brigadir J maka sama saja menghina institusi Polri.
“Menghina Yoshua memiliki kepribadian ganda sama saja menghina institusi Polri dalam hal ini, itu hanya testimoni yang mohon maaf ya, kami duga itu dikondisikan oleh orang-orang tertentu,” jelasnya.
“Untuk apa, untuk membuat seakan-akan karakter Yoshua ini adalah karakter yang antagonis, karakter yang jahat, dan karakter yang sesuai dengan apa yang mereka duga ataupun mereka tuduhkan,” sambungnya.***

Share this article
Persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir J masih menyisakan banyak misteri. Martin Simanjuntak menepi kabar Brigadir J temperamen