AYOJAKARTA.COM - Kabar terbaru datang dari perusahaan ternama di Indonesia yakni PT GoTo Gojek Indonesia Tbk (GOTO).
Telah resmi PT GoTo Gojek Indonesia Tbk (GOTO) mem PHK massal 1300 karyawan di perusahaanya.
Pengumuman GoTo mem PHK massal 1300 Karyawan atau 12% dari total jumlah karyawanya, disampaikan oleh CEO Group GoTo, Andre Soelistyo pada pertemuan hall, Jum’at (18/11).
Lalu apa yang menjadi alasan GoTo mengambil keputusan untuk mem phk ribuan karyawannya? berikut penjelasannya.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Intstagram @ctd.insider pada Sabtu (19/11/22), membagikan informasi terkait pemutusan hubungan kerja karyawan GoTo.
Diketahui bahwa keputusan ini diambil karena perusahaan perlu beradaptasi dan kesiapan dalam menghadapi tantangan ke depan akibat dari dampak makro ekonomi global.
Untuk itu pelaku usaha di seluruh dunia tidak bisa menghindari adanya putusan hubungan kerja secara besar-besaran.
Baca Juga: Brigadir J Disebut Sering Dugem, Martin Simanjuntak: Kalo Pergi Siapa Yang Jaga Rumah?
“Karena itu, perusahaan harus mengakselarasi upaya untuk menjadi bisnis yang berdikari secara finansial dan tumbuh secara sustainable dalam jangka panjang,” ujar GoTo yang dikutip dari unggahan Instagram @ctd.insider.
“Hal ini dilakukan antara lain dengan memfokuskan diri pada layanan ini, yaitu on- demand, e-commerce, dan financial technology,” tambahnya.
Kendati demikian, perusahaan akan tetap memberikan kompensasi kepada karawayan sesuai dengan aturan Undang-undang di tiap negara.
Selain itu, peruusahaan juga akan memberikan tunjangan berupa tambahan gaji satu bulan untuk putusan tersebut.
Baca Juga: Foto Iriana Bersama Ibu Negara Korsel Jadi Bahan Olok-olok, Kaesang Bakal Lapor?
Mekispun telah mengambil keputusan untuk pengurangan secara besar-besaran.
Tidak membuat pelayanan dalam perusahaan tersebut menjadi tersendat.
Perusahaan akan tetap mengedepankan layanan sebagai komitmen perusahaan kepada konsumen.***

Share this article
GoTo PHK massal 1300 Karyawan atau 12% dari total jumlah karyawanya, disampaikan oleh CEO Group GoTo. GoTo janjikan kompensasi