AYOJAKARTA.COM - Gempa berkekuatan 5,6 magnitudo terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin 21 November 2022 pukul 13:21:10 WIB.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melalui akun medsos resminya melaporkan hingga Senin (21/11/2022) pukul 21.00 WIB, telah terjadi sebanyak 88 kali getaran atau yang disebut dengan gempa susulan.
Sementara itu, 80 persen listrik di Kabupaten Cianjur mati dan membutuhkan waktu selama tiga hari agar listrik kembali normal.
Informasi tersebut berasal dari Call Center BPD Cianjur.
Baca Juga: Bacaan Doa Saat Gempa Bumi Sesuai Al Quran, Lengkap dengan Lafal dan Terjemahan Bahasa Indonesia
Adapun kekuatan gempa susulan yang terjadi adalah antara 1,5 hingga 4,8 skala richter.
Selain itu, dilaporkan juga oleh pria yang biasa disebut RK ini, sinyal seluler di daerah terdampak gempa mengalami banyak kendala.
Disebutkan RK, suasana masih rawan, namun semua perangkat negara sudah bergerak.
Dalam hitungan jam, sejumlah perangkat negara telah membangun rumah sakit darurat, membersihkan longsor yang menutup jalan dan mempersiapkan tenda-tenda pengungsian serta dapur-dapur umum.
Baca Juga: BMKG Sebut Gempa Susulan di Cianjur Capai 117 Kali hingga Selasa Pagi
Dilaporkan bahwa korban gempa bertambah, sebanyak 162 orang meninggal dunia, 326 orang luka berat/ringan, 2.345 rumah rusak berat, dan 13.400-an orang mengungsi.
Gempa ini diduga akibat dari pergerakan Sesar Cimandiri.
"Diduga pergerakan dari Sesar Cimandiri jadi bergerak kembali", ungkap Kepala BMKG, Dwikorita pada Senin (21/11(2022).
Dwikorita melanjutkan bahwa ini merupakan gempa yang diakibatkan oleh patahan (sesar) geser dengan magnitudo 5,6.***

Share this article
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan update gempa Cianjur, sebagian besar listrik mati dan butuh waktu tiga hari untuk normal.