AYOJAKARTA.COM – Kejanggalan kematian satu keluarga beranggotakan 4 orang yang ditemukan tewas di dalam suatu rumah di Kalideres masih menyimpan misteri .
Sampai saat ini polisi masih mendalami kasus untuk mengetahui motif kematian keluarga Kalideres. Hal ini karena dugaan awal pihak polisi yang menduga keluarga ini mati karena kelaparann ternyata terbantahkan.
Diyakini ada hal lain yang membuat tewas keempat orang ini. Saat ini polisi mendapat informasi baru dari saksi yang berkunjung ke rumah korban pada bulan Mei lalu.
Korban meninggal dalam kasus ini terdiri dari suami istri Rudyanto Gunawan (71 tahun) dan Renny Margaretha Gunawan (68 tahun), anaknya yaitu Dian Febbyana Apsari Dewi (42 tahun) kemudian yang terakhir adik dari Rudyanto yaitu Budyanto Gunawan (69 tahun).
Keempat jasad mereka ditemukan di lokasi yang berbeda-beda. Mayat Rudyanto ditemukan terlebih dahulu di kamar belakang, kemudian mayat Margaretha ditemukan di kamar depan dengan dugaan sudah meninggal lebih dulu karena kondisi mayat yang sudah mengering.
Kemudian mayat Dian ditemukan di depan kamar dan mayat Budyanto ditemukan di ruang tamu. Ketika ditemukan, kedua jasad ini sedang dalam proses pembusukan.
Dari 3 saksi yang dimintai keterangan oleh polisi maka diketahui bahwa salah satu korban yaitu Renny sudah meninggal sejak bulan Mei.
Namun saksi diminta oleh Budyanto, yang pada saat itu masih dalam keadaan sehat, untuk tidak meceritakan kematian Renny ke orang lain.
Naasnya, ketiga saksi tersebut benar-benar menyimpan rahasia ini sampai akhirnya ketiga anggota keluarga yang lain ditemukan tewas.
3 saksi ini adalah mediator jual beli rumah dan karyawan koperasi simpan pinjam yang sedang melakukan survey ke rumah korban.
Survey dilakukan karena awalnya Budyanto berniat ingin menjual rumah tetapi tidak kunjung menemukan pembeli yang cocok. Akhirnya Budyanto memutuskan untuk menggadai sertifikat rumah ke koperasi simpan pinjam.
Baca Juga: Nonton Gratis di HP! Jerman vs Jepang di Piala Dunia 2022 Qatar, Kick Off Jam 20.00, Tonton di Sini
Kemudian pada saat mediator jual beli rumah dan karyawan koperasi simpan pinjam datang ke rumah mereka untuk melakukan pengecekan, ditemukan Renny terbaring di dalam kamar sudah menjadi mayat.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi di Di Polda Metro Jaya, Senin (21/11/2022).
“Dibangunkan untuk mengecek sertifikat ini, dipegang-pegang ini agak gembur, agak curiga. Tanpa sepengetahuan Dian, salah satu korban, pegawai koperasi simpan pinjam ini menghidupkan flash Hpnya. Begitu dilihat, langsung yang bersangkutan teriak takbir “Allahu Akbar’. Ini sudah mayat,” kata Hengki.
Kejadian ini terjadi sudah cukup lama yaitu pada tanggal 13 Mei 2022. Ketiga saksi yang sedang berada pada rumah korban saat itu segera keluar dari rumah begitu mengetahui kejanggalan keluarga tersebut.
Baca Juga: Denise Chariesta Kesal, Rahasianya untuk Denny Sumargo Dibongkar: Bininya RD Selingkuh Juga
“Di tanggal 13 Mei. Kemudian langsung keluar, yang bersangkutan tidak ingin lagi melanjutkan proses gadai ini pinjam uang ini. Langsung mengajak keluar dua saksi yang lain segera keluar,” ucap Kombes Hengki.
Budyanto segera mengejar salah satu saksi dan meminta mereka untuk tidak menceritakan tenang Renny kepada polisi, RT maupun warga lain di sekitar perumahan.
“Salah satu saksi ini dikejar oleh Budyanto. ‘Tolong pak jangan sampai dilaporkan ke polisi, jangan dilaporkan pihak RT atau keluarga sini, tolong’. Dan ternyata memang tidak dilaporkan. Ini yang kami sesalkan,” jelas Kombes Hengki menceritakan kembali kronologinya.***

Share this article
Banyak kejanggalan dalam pengungkapan kasus tewasnya satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat. Salah satunya salah satu keluarga minta ini