AYOJAKARTA.COM – Hari Guru sedunia jatuh pada tanggal 25 November 2022. Adanya Hari Guru adalah untuk memberikan apresiasi terhadap pahlawan tanpa tanda jasa.
Menyambut Hari Guru, ada sebuah kisah guru inspiratif yang telah membuat dunia jadi lebih baik, kisahnya akan membuat takjub siapa saja yang mendengarnya.
Kisah tentang guru yang satu ini bisa membuat kita lebih memaknai Hari Guru dan menghormati guru di sekitar kita.
Adalah Hanan Al Hroub yang dinobatkan sebagai guru terbaik di dunia. Ia adalah seorang wanita yang berasal dari Palestina.
Dilansir AyoJakarta.com dari laman ruangguru.com, Hanan Al Hroub memenangkan Penghargaan Guru Global sebagai Guru Dunia Terbaik atau The Global Teacher Prize pada tahun 2016.
Penghargaan ini didapat karena Hanan Al Hroub menyebarkan pesan anti kekerasan melalui proses belajar mengajar.
Al Hroub tinggal dan dibesarkan di sebuah kamp pengungsian, disana ia sering menyaksikan tindakan kekerasan dari sejak ia kecil. Diketahui bahwa Palestina masih termasuk daerah jajahan Israel.
Baca Juga: Viral Ferdy Sambo Pesan Makan Lewat Ojol, Driver Langsung Chat Bilang Takut Kena Bunuh, Ternyata…
Tragisnya, anak anak dari Al Hroub ditembak oleh tentara ketika dalam perjalanan pulang dari sekolahnya.
Al Hroub mengamati bahwa kejadian tersebut mempengaruhi perilaku dari anak-anaknya. Sebagai seorang guru, ia tahu bahwa anak-anak akan cenderung meniru dan mengikuti apa yang mereka lihat, termasuk juga dengan kekerasan.
Biasanya kekerasan yang mereka saksikan atau bahkan alami akan mereka bawa ke dalam sekolah dan mereka salurkan itu kepada teman-temannya.
Tidak hanya mengajarkan untuk tidak melakukan kekerasan tapi Al Hroub juga membantu anak-anak yang mengalami trauma kekerasan.
Baca Juga: Amalan Agar Dimudahkan dan Dicukupkan Rezekinya Oleh Allah, Simak Penjelasan dari Mbah Moen di Sini!
Menjadi seorang guru dalam kondisi normal saja sudah memikul tanggungjawab yang besar dan juga tidak mudah. Al Hroub mampu mengemban tugas tersebut dalam kondisi lingkungan yang terjebak di tengah perang berkepanjangan.
Kemudian ia melakukan pendekatan khusus untuk melawan ini, Al Hroub terus mengembangkan metode pendekatannya bedasarkan hubungan saling percaya dan menuntut siswa untuk bekerja sama melalui belajar dan bermain.
Jadi Al Hroub tidak hanya fokus hanya pada pendidikan saja tetapi lebih dari itu. Ia juga juga fokus kepada kepribadian anak, emosi yang mereka rasakan, kecenderungan, sampai pada bakat yang dimiliki anak didiknya.
Setelah itu Al Hroub tidak hanya mengajar di sekolah saja tapi juga mengajar di kamp-kamp pengungsian yang ada. Ternyata metode yang ia kembangkan berhasil. Bahkan sekarang metodenya diajarkan dan ditiru di seluruh dunia.
“Ketika saya mengatakan tidak pada kekerasan, saya menyebarkan kepada siswa tanpa mereka sadari. Kita harus mengajari anak-anak bahwa satu-satunya senjata kita adalah pengetahuan dan pendidikan,” kata Al Hroub.
Begitulah kisah seorang guru wanita Al Hroub yang membawa bibit perdamaian bagi dunia. Kisahnya sangat menakjubkan dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.***

Share this article
25 November diperingati sebagai hari guru. Kisah inspiratif seorang guru yang berjasa bagi pendidikan anak-anak bangsa. Kenali sosoknya