AYOJAKARTA.COM - Semeru merupakan sebuah gunung berapi kerucut yang terletak di Jawa Timur berstatus stratovolcano.
Gunung yang puncaknya bernama Mahameru ini merupakan tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 mdpl.
Terbentuknya Semeru diakibatkan subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia.
Semeru terletak di Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur.
Letusan terakhir Semeru terjadi pada tahun lalu yaitu 4 Desember 2021.
Baca Juga: Waspada! Gunung Semeru Naik ke Level Tertinggi, Warga Mengevakuasi Diri di 11 Posko
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews pada Senin (5/12/2022), inilah daftar erupsi Semeru yang pernah terjadi dari masa ke masa beserta akibatnya:
1941-1942
Leleran lava dan letusan dengan ketinggian 1.400 – 1.775 meter.
1 Desember 1977
Guguran lava menghasilkan awan panas, guguran ini memiliki jarak 10 km di Besuk Kembar.
Kemudian volume erupsi material vulkanik mencapai 6,4 juta meter kubik.
15-22 Mei 2008
Tercatat empat kali awan panas mengarah ke wilayah Besuk Kobokan dengan jarak luncur 2.500 meter.
4 Desember 2021
Erupsi Semeru mengeluarkan awan panas guguran mengarah ke Besuk Kobokan beserta guguran lava yang melaju dengan jarak luncur 500-800 meter.
Baca Juga: Tepat Satu Tahun Erupsi, Yuk Mengenal Sejarah Gunung Semeru Mulai dari 1818 Sampai Sekarang
Surono sebagai ahli vulkanologi dan bencana geologi mengatakan yang terjadi pada erupsi Semeru kali ini adalah terdapatnya awan panas tapi diproduksi dari suatu guguran.
Guguran ini berasal dari kuburan kubah lava atau lidah lava seperti kubah tetapi memanjang.
Baik kubah lava maupun lidah lava berasal dari bahan yang sama yaitu magma yang membeku.
Sebagian besar merupakan batu dan bagian lainnya adalah lava yang semi cair.
Baca Juga: Update Terbaru Erupsi Gunung Semeru Hari Ini, Jumlah Pengungsi Bertambah jadi 2.919 Jiwa
Surono menyarankan kepada desa-desa yang terdampak dan saat ini sedang mengungsi, sebaiknya melakukan relokasi tempat tinggal.
Karena lebih mudah menjauhi sumber bencana agar tidak terdapat korban jiwa dan korban materi, daripada menghindar ketika bencana itu datang.
“Awan panas tidak bisa dihindari karena terlalu cepat, terlalu panas,” kata Surono.
Jika dilihat dari data keaktifan Semeru maka dapat dipresiksi gunung ini akan secera rutin mengalami erupsi.
Baca Juga: 1979 Jiwa Mengungsi Pasca Erupsi Gunung Api Semeru Setelah AVG Terjadi
Maka cara yang paling ideal adalah melakukan relokasi pemukiman warga yang letaknya dekat dengan Semeru.
“Kalau ritme pengisian magma seperti tiga tahun terakhir ini, ada kemungkinan ada pesta seperti ini terus,” ujar Surono.
Erupsi Semeru yang terjadi tidak hanya berupa abu vulkanik saja tapi terdapatnya awan panas dan kemungkinan gas beracun yang sangat berbahaya bagi penduduk kaki Gunung Semeru.
“Karena ancamannya berbeda, kalau hanya ada abu dan sebagainya itu ngga masalah. Tetapi kalau ada unsur awan panas dan gas beracun itulah bahaya tertinggi dalam proses erupsi atau proses proses vulkanisme di gunung api,” lanjutnya.
Menurut Suroso, pilihannya hanya ada satu jika ingin terhindar dari bencana ini yaitu mengalah untuk relokasi dan menghindari daerah yang rawan terdampak erupsi Semeru.***

Share this article
Berikut catatan erupsi Semeru dari masa ke masa. Tiga tahun terakhir memicu prediksi mengerikan, apa itu?