Karir di Polri Hancur, Saksi Susanto Haris Lempar Kalimat Menohok Ini ke Ferdy Sambo

Karir di Polri Hancur, Saksi Susanto Haris Lempar Kalimat Menohok Ini ke Ferdy Sambo
Karir di Polri Hancur, Saksi Susanto Haris Lempar Kalimat Menohok Ini ke Ferdy Sambo

AYOJAKARTA.COM - Tangis saksi Susanto Haris pecah saat bersaksi di hadapan majelis hakim, dirinya merasa dibohongi dan ditipu oleh Mantan Kepala Divisi Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua.

Sebelumnya, Susanto Haris sendiri merupakan Mantan Kepala Bagian Penegakan Hukum Provos Div Propam Polri Metro Jakarta Selatan.

Susanto tidak bisa menahan air matanya yang menggenang di pelupuk mata, dirinya mengungkapkan bahwa ia merasa ditipu hingga membuat karirnya hancur dimana sudah 30 tahun Susanto mengabdi di kepolisian.

Baca Juga: Hendra Kurniawan Ungkap Kekecewaannya Saat Sadar Telah Dibohongi Oleh Ferdy Sambo: Dikadalin Ini Kita!

Hal itu ia sampaikan saat sidang kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua yang digelar di PN Jakarta Selatan. Diketahui Susanto Haris merupakan salah satu anak buah Sambo yang dihadirkan sebagai saksi atas terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Awalnya hakim menanyakan bagaimana hukuman Susanto Haris usai Sidang Kode Etik Profesi Polri yang dijatuhkan padanya, lantaran telah terlibat secara tidak langsung dalam skenario kasus pembunuhan terhadap Yosua.

Dalam kesaksianya, dirinya merasa kecewa, marah, dan kesal karena ditipu dan dibohongi seorang jenderal yang mana karirnya harus dikorbankan oleh Ferdy Sambo.

Baca Juga: Kecewa dengan Ulah Ferdy Sambo, Susanto Haris Menangis di Persidangan: Jenderal Kok Tega

"Saudara ikut di Pansus, ikut di sidang kode etik?." tanya hakim.

"Ikut Yang Mulia," jawab Susanto.

"Apa hukuman saudara?," tanya hakim.

Baca Juga: Terpopuler! Terkuak Sosok Elben yang Disebut Bharada E Datang ke Rumah Ferdy Sambo dengan Wanita Misterius

"Saya Pansus (Penahanan Khusus) 29 hari dan demosi 3 tahun,"ujar Susanto.

"Saudara tidak dijadikan tersangka atau terdakwa dalam perkara ini," tanya hakim.

"Tidak," jawab singkat Susanto.

Baca Juga: Dengan Suara Bergetar Menahan Tangis, Susanto Haris Ungkap Kekecewaan Pada Ferdy Sambo: Jenderal Kok Bohong!

Kemudian, hakim pun menanyakan bagaimana perasaan Susanto saat ini, sebab dirinya harus dihukum dan mendapatkan demosi selama 3 tahun.

"Bagaimana perasaan saudara kali ini," tanya hakim.

"kecewa, kesal, marah, Jenderal kok bohong, susah nyari jenderal, keluarga kami malu, kami paranoid nonton TV, media sosial,"ujar Susanto Haris seakan melempar kalimat itu ke Ferdy Sambo.

Baca Juga: Sudutkan Bharada E, Ferdy Sambo: Kalau Dia yang Nembak Josua Jangan Libatkan Saya, Ricky dan Kuat!

Susanto juga menyebutkan bahwa dirinya sudah berkarir di kepolisian selama 30 tahun dan harus hancur karena kasus ini, ia pun mengatakan bagaimana bisa seorang Jenderal tega menghancurkan karir anggota-anggota lainnya.

"Jenderal kok tega menghancurkan karir, 30 tahun saya mengabdi hancur titik nadi terendah pengabdian saya, belum lain-lainnya. Anggota-anggota hebat Polda Metro Jakarta Selatan kami,"lanjutnya.

"Bayangkan majelis hakim, kami Kabag Pakum yang biasa memeriksa polisi yang nakal kami diperiksa. Bayangkan majelis hakim bagaimana keluarga kami," imbuhnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Susanto Haris
# demosi
# Putri Candrawathi
# Yosua
# saksi
# Ferdy Sambo
# terdakwa

News Update

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.