AYOJAKARTA.COM – Apakah Jakarta juga akan terdampak Gempa Megathrust dengan kekuatan 8,9 M?
Pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan informasi tentang potensi Gempa Megathrust yang menghantui Pulau Jawa.
Seperti yang telah diketahui, Gempa Megathrust menjadi isu yang masih hangat untuk diperbincangkan akhir-akhir ini.
Gempa Megathrust ini diperkirakan terjadi di area Pulau Jawa dengan rentang waktu selama 400 tahun sekali.
Baca Juga: CPNS 2023 Prioritas Pendidikan dan Kesehatan, Warganet: Apa Kabar Kami yang Bukan 2 Jurusan Ini?
Disebutkan bahwa guncangan tersebit bisa terjadi menjadi dua bagian, yaitu bagian barat dan timur.
Gempa Megathrust yang terjadi di wilayah Jawa Barat diperkirakan memiliki kekuatan 8,9 M.
Sedangkan untuk Jawa Tengah dan Timur, Gempa Megathrust diperkirakan akan terjadi dengan kekuatan 8,8 M.
Di sisi lain, ada skenario lain ketika kedua gempa tersebut bergabung menjadi satu menghasilkan gempa Megathrust dengan kekuatan 9,1 M.
Tak hanya itu saja, diperkirakan bahwa gelombang tsunami akan terjadi akibat gempa yang sangat dahsyat ini.
Bahkan disebutkan bahwa ketinggian gelombang tsunami bisa menjadi 20 m di beberapa wilayah sekitar pulau Jawa.
Lalu, bagaimana dengan Jakarta? Apakah DKI Jakarta juga akan terdampak gelombang tsunami ini?
Berdasarkan artikel ilmiah yang diunggah di situs nature.com, ada beberapa skenario yang mungkin terjadi ketika Gempa Megathrust mengguncang Pulau Jawa.
Ketinggian tsunami yang dihasilkan di sepanjang pantai selatan Jawa dari Skenario 1 menunjukkan bahwa ketinggian tsunami maksimum mungkin terjadi di wilayah antara 105° dan 106°BT.
Dalam hal ini, cangkupan areanya adalah dari ujung barat, selatan Banten sampai dengan selatan Kabupaten Garut.
Wilayah itu antara lain adalah pulau-pulau kecil yang terletak ~ 11 hingga 15 km dari pantai terdekat dari garis dimana ketinggian tsunami dapat mencapai 20,2 m.
Baca Juga: Berawal dari Kisah Cinta hingga Motif Pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo: Istri Saya Ini ...
Skenario ini menghasilkan ketinggian tsunami rata-rata 3,23 m di sepanjang pantai selatan Jawa.
Di sisi lain, ada skenario kedua yang menggambarkan tsunami dengan ketinggian yang lebih rendah.
Berdasarkan Skenario 2, ketinggian tsunami maksimum 11,7 m dapat terjadi pada 113,65°BT yaitu di daerah pantai selatan Jawa Timur.
Zona patahan yang luas di wilayah ini menghasilkan ketinggian puncak tsunami yang kurang lebih sama di sepanjang pantai antara 110°BT dan 114°BT lebih jauh ke barat, tetapi dengan ketinggian tsunami rata-rata yang lebih rendah yaitu 2,43 m.
Ketidakpastian ketinggian gelombang tidak mudah untuk diperkirakan, tetapi hasilnya sebagian besar konsisten dengan hasil dari Horspool, metode untuk melakukan penilaian bahaya tsunami probabilistik di Indonesia.
Itulah hasil analisis dari sebaran gelombang tsunami yang diprediksi akan terjadi akibat Gempa Megathrust di Pulau Jawa.
Dari hasil analisis tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa kemungkinan wilayah Jakarta tidak akan terdampak tsunami akibat gempa Megathrust ini.
Tsunami diperkirakan hanya akan terjadi di bagian selatan pulau Jawa, sedangkan DKI Jakarta ada di bagian utara pulau Jawa.
Penelitian tersebut dilakukan dengan menggunakan kode perbedaan hingga yang berbeda, model pecahnya sumber dan batimetri (model 30 busur kedua dari GEBCO).
Meskipun model penelitian ini lebih rinci, pola dasar tinggi gelombang puncak di sepanjang pantai selatan Jawa serupa, dengan amplitudo terbesar terjadi di barat dan rata-rata tinggi gelombang maksimum di sepanjang pantai antara 4 dan 5 m.
Itulah informasi yang dapat kami sampaikan terkait dengan skenario tsunami akibat Gempa Megathrust yang diperkirakan akan terjadi di Pulau Jawa.***

Share this article
Seperti yang telah diketahui, Gempa Megathrust menjadi isu yang masih hangat untuk diperbincangkan akhir-akhir ini.