AYOJAKARTA.COM - BMKG atau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menemukan patahan baru penyebab gempa Cianjur, yaitu patahan atau Sesar Cugenang.
Atas temuan tersebut, BMKG meminta Pemkab Cianjur untuk segera merelokasi sembilan desa yang berada di atas jalur Sesar Cugenang.
Hal tersebut diungkapkan Kepala BMKG, Dwikorita dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis 8 Desember 2022 lalu tentang penemuan Sesar Cugenang pada gempa Cianjur.
Baca Juga: Breaking News! Gempa Guncang Bengkulu Pagi Ini, Simak Info Lengkapnya di Sini
Dikutip Ayojakarta.com dari siaran Pers BMKG pada Selasa 13 Desember 2022, Dwikorita selaku Kepala BMKG menyarankan sembilan desa di atas jalur Sesar Cugenang ada baiknya dijadikan kawasan pertanian, konservasi dan lahan resapan.
Bahkan dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata dengan konsep ruang terbuka tanpa bangunan permanen.
"Poin utamanya, area lintasan Sesar Cugenang terlarang untuk bangunan tempat tinggal maupun bangunan permanen lainnya," ungkap Dwikorita.
Dwikorita menjelaskan bahwa Sesar Cugenang membentang sepanjang kurang lebih 9 kilometer dan melintasi sedikitnya sembilan desa di daerah Cianjur.
Dari sembilan desa tersebut, delapan di antaranya masuk wilayah Kecamatan Cugenang.
Delapan desa itu adalah Desa Ciherang, Ciputri, Cibeureum, Nyalindung, Mangunkerta, Sarampad, Cibulakan dan Desa Benjot.
Satu desa terakhir, Nagrak, lokasinya di dalam wilayah Kecamatan Cianjur.
Baca Juga: Beda Sesar dan Gempa Megathrust, Berikut Penjelasan BMKG
BMKG mendorong kepada Pemkab Cianjur dalam hal ini untuk segera merelokasi sembilan desa tersebut.
"Karena Sesar Cugenang adalah sesar aktif, maka rentan kembali mengalami pergeseran atau deformasi, getaran dan kerusakan lahan, serta bangunan. Area sepanjang patahan harus dikosongkan dari peruntukkan sebagai permukiman, sehingga jika terjadi gempabumi kembali di titik yang sama, tidak ada korban jiwa maupun kerugian materil," tutur Dwikorita.
Dwikorita mengimbau jangan sampai ada bangunan, rumah warga, maupun fasilitas umum yang berdiri di atas jalur Sesar Cugenang karena masuk dalam zona merah bahaya.
Baca Juga: BMKG Imbau 9 Desa di Atas Sesar Cugenang Dijadikan Kawasan Terbuka Tanpa Bangunan
Sebelumnya BMKG mengira gempa Cianjur disebabkan aktivitas Sesar Cimandiri karena pusat gempa berada di dekat sesar tersebut.
Namun setelah dilakukan analisis focal mechanism dan sebaran titik gempa-gempa susulan, analisis citra satelit dan foto udara, serta survei lapangan secara detail oleh BMKG ditemukan hasil yang berbeda.
Penelitian tersebut dilakukan terhadap pola sebaran dan karakteristik surface rupture (retakan/rekahan permukaan tanah), sebaran titik longsor, kelurusan morfologi dan pola sebaran kerusakan bangunan.
Sehingga dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa gempa Cianjur disebabkan oleh sesar baru yaitu Sesar Cugenang.***

Share this article
BMKG sarankan sembilan desa yang berada di atas Sesar Cugenang direlokasi dan nantinya dijadikan tempat ini.