AYOJAKARTA.COM - Gempa Megathrust dan keberadaan sesar aktif menjadi isu yang sedang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini.
Khususnya di Pulau Jawa, ancaman gempa bumi dan tsunami menjadi hal yang patut untuk diwaspadai dan dipelajari.
Seperti pada bulan November lalu, sebuah gempa tektonik berkekuatan tinggi telah mengguncang Kabupaten Cianjur dan menelan banyak korban jiwa.
Tak hanya itu saja, hampir sebagian besar bangunan yang ada di Kabupaten Cianjur hancur dan tak berbentuk lagi.
Beberapa ahli, termasuk dari BMKG mengungkapkan bahwa Gempa Cianjur terjadi akibat aktivitas sesar atau patahan yang berada di area Cianjur.
Baca Juga: Dahsyatnya Membaca Bismillah, Mbah Moen Beberkan Arti Tersembunyi di Dalamnya
Hal ini kemudian membuat publik harus waspada, mengingat di Pulau Jawa sendiri terdapat sesar aktif yang menyimpan potensi yang sama.
Di sisi lain, ada sebuah ancaman berupa Gempa Megathrust yang diprediksi akan mengguncang tanah Jawa suatu saat nanti.
Lalu, sebenarnya apa yang mendasari perbedaan dari Gempa Megathrust dan juga Gempa Sesar?
Pengertian Sesar
Dalam sebuah cuitan oleh Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, @DaryonoBMKG memberikan penjelasan tentang sesar.
"Sesar merupakan rekahan atau lempeng kerak bumi yang bergeser," cuit Daryono (11/12/2022).
Baca Juga: Asyik! Kabar Baik Bagi Pemilik KIS BPJS Kesehatan, Bakal Terima 4 Bansos di Tahun 2023
Sementara itu, dari hasil wawancara tim AyoJakarta kepada beliau melalui WhatsApp, Daryono kembali memberikan penjelasan tentang pengertian sesar.
"Sesar merupakan bagian dari kulit bumi yang patah," ujar Daryono.
Di sisi lain, dalam sebuah artikel ilmiah di jurnal terbitan Fakultas Teknik Universitas Negeri Jember menyebutkan bahwa sesar/patahan/fault merupakan suatu gejala ketika lapisan batuan tergeser akibat gaya tekan kerak bumi.
Dijelaskan bahwa kerak bumi tersusun atas batuan yang memiliki gaya tekan hingga terjadi sebuah patahan.
Dikarenakan oleh gesekan dan kekakuan batuan, batuan tidak bisa saling melewati satu sama lain dengan mudah.
Baca Juga: Jejak Karier Ferdy Sambo: dari Pama Lemdiklat Polri, Salip Krishna Murti hingga Berujung di Bui
Salah satu aktivitas sesar ini antara lain adalah sesar Cugenang yang menjadi akibat terjadinya gempa Cianjur.
Pengertian Megathrust
Beralih dari Sesar, kini kita akan membahas mengenai Megathrust dan keterkaitannya dengan bencana gempa bumi.
Gempa Megathrust menjadi salah satu ancaman besar yang menghantui Pulau Jawa hingga saat ini.
"Megathrust ada di Samudra Hindia selatan Jawa dan yang menjadi sumber gempa tumbukan lempeng," kata Daryono.
Dikutip dari kanal YouTube Narasi Newsroom, selama jutaan tahun permukaan lempeng berupa lempeng benua atau samudera selalu bergerak selama jutaan tahun.
Baca Juga: Cicip Hidangan Pernikahan Kaesang dan Erina, Seorang Tiktokers Beri Rating Buruk Untuk Menu Ini, Apa Itu?
Sementara itu, Indonesia sendiri menjadi salah satu wilayah yang dilewati oleh tiga lempeng sekaligus yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Pasifik, dan lempeng Eurasia.
Gerakan dari setiap permukaan lempeng tersebut bisa menghasilkan gesekan atau tumbukan, tetapi bisa juga bergerak saling menjauh.
Sementara itu, ada sebuah istilah yang dinamakan dengan ‘subduksi’, ketika terjadi tumbukan antar lempeng - lempeng samudera menyelinap ke bawah lempeng benua.
Apabila sebuah tumbukan terjadi, kekuatannya akan sangat besar karena perbedaan masa jenisnya, hal ini kemudian yang disebut dengan ‘megathrust’.
Baca Juga: Putri Candrawathi Jawab Tudingan Pelecehan Seksual: Saya Ikhlas, Berserah Sama Tuhan
Kepala PRTH BRIN, Dr. Ing. Widjo Kongko menyampaikan penjelasannya mengenai megathrust.
"Nah ini batas-batas tumbukan itu adalah daerah megathrust dan kemudian itu yang bisa menyebabkan gempa bumi dengan tinggi," ucap Dr. Ing. Widjo Kongko.
Ia kemudian menjelaskan bahwa zona subduksi yang berpotensi menimbulkan gempa Megathrust tersebar di Indonesia yang terbagi atas 13 segmen.
"Itu daerah subduksi semua, dan itu potensi gempa megathrust, istilahnya begitu, dan itu besar, bisa sampai skala 8 keatas 8,5 bahkan 9, kaya yang di Aceh," ucap Widji Kongko.
Gambaran Perbedaan Sesar dan Subduksi Megathrust
Untuk memahami lebih lanjut tentang pembeda dari Subduksi dan Megathrust, silahkan simak peta gambaran tentang sesar dan zona Megathrust terbitan BMKG berikut!
Seperti yang bisa dilihat, segmentasi subduksi Megathrust sebagian besar berada di kawasan samudera dengan lambang garis dan segitiga dan terbagi menjadi 13 segmentasi di Indonesia.
Sedangkan untuk sesar sendiri, persebarannya sebagian besar berada di daratan dengan simbol garis lurus tanpa segitiga.***

Share this article
Gerakan dari setiap permukaan lempeng tersebut bisa menghasilkan gesekan atau tumbukan, tetapi bisa juga bergerak saling menjauh.