AYOJAKARTA.COM- Dalam sidang kasus lanjutan pembunuhan berencana terhadap Yosua, jaksa menanyakan tentang hasil skor lie detector kelima terdakwa pembunuhan yang dilakukan oleh Sambo Cs.
Dimana hasil poligraf atau pemeriksaan lie detector para terdakwa pembunuhan berencana terhadap Yosua, ada terdapat tiga terdakwa dengan nilai minus atau terindikasi berbohong yaitu Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dan Kuat Maruf. Untuk Ricky dan Richard terindikasi jujur.
Hasil tersebut dibeberkan oleh ahli polygraph Polri bidang komputer forensik, Aji Febrianto Arasyid yang hadir dalam pemeriksaan saksi ahli di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (14/12).
Ia dihadirkan untuk terdakwa Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, Ricky Rizal, dan Richard Eliezer. Adapun hasil skor kelima terdakwa sebagai berikut:
Ferdy Sambo: -8 (terindikasi berbohong).
“Kalau terdakwa Sambo, indikasinya apa,” tanya jaksa.
“Minus, terindikasi berbohong," jawab Aji
Putri Candrawathi: -25 (terindikasi berbohong)
“ Mohon ijin minus 25,” kata Aji
Kuat Ma'ruf: +9 dan -13(terindikasi berbohong dan jujur)
Kemudian dari kelima terdakwa tersebut Aji menjelaskan bahwa terdakwa Kuat dilakukan 2 kali pemeriksaan.
“Untuk Saudara Kuat kita lakukan 2 kali pemeriksaan,” kata Aji.
“Dua kali pemeriksaan, hasilnya adalah,” tanya Jaksa
Hasil dari dua pemeriksaan itu ialah plus 9 untuk tes pertama. Serta minus 13 untuk tes yang kedua.
Ricky Rizal: +11 dan +19 (terindikasi jujur)
Untuk terdakwa Ricky ia juga menjelaskan bahwa tes tersebut dilakukan 2 kali dan hasil pertamanya nya itu plus 11 dan plus 19 untuk tes kedua.
Richard Eliezer: +13(terindikasi jujur)
“Untuk terdakwa Richard plus 13,” kata Aji
Adapun hasil skornya tersebut dijelaskan oleh Aji kalau hasil plus mengindikasikan NDI atau No Deception Indicated alias tidak bohong, sementara hasil minus mengindikasikan bohong.
“Untuk hasil plus berarti mengindikasikan seorang terperiksa tidak terindikasi berbohong,” jelas Aji.
Sambo dan Putri juga diindikasi berbohong waktu dilakukan uji poligraf. Selain itu Aji juga mengatakan bahwa Kuat untuk uji poligrafnya dilakukan dengan 2 pemeriksaan isu yang berbeda.
Baca Juga: Perang Dimulai! Richard Eliezer vs Ferdy Sambo: Tatapan Tajam Terlihat Diantara Keduanya
“Mohon ijin untuk saudara Kuat kita melakukan dua pemeriksaan dengan isu yang berbeda, dua pertanyaan," jelas Aji saat sidang di PN Jakarta Selatan, Rabu (14/12).
Aji menjelaskan adanya dua hasil tes polIgraf tersebut, mengenai pertama perihal pertanyaan soal pengetahuan kejadian persetubuhan Putri dan Yosua. Dia terindikasi jujur, tidak melihat kejadian tersebut dengan hasil plus 9.
“Kalau pertanyaan pertama indikasinya apa?,”tanya jaksa.
“Jujur,” singkat Aji.
“Apa pertanyaannya?,” tanya jaksa lagi.
“Untuk saudara Kuat pertanyaannya adalah kamu memergoki persetubuhan Ibu Putri dan Yosua?” jawab Aji.
“Apa jawabannya?,” cecar jaksa.
Baca Juga: Kuat Maruf Sempat Dibuat Nangis Oleh Ferdy Sambo, Ternyata Gara-gara Ini
“Jujur,” ucap Aji.
“Berarti apa?,” tanya jaksa.
“Tidak memergoki,”papar Aji.
“Tidak melihat ya?,” ucap jaksa.
“Iya,” kata Aji.
Sedangkan indikasi kedua , apakah kamu melihat Ferdy Sambo menembak Yosua untuk jawabannya tidak melihat dan indikasinya bohong. Pertanyaan ini juga sama dengan Ricky pun terindikasi jujur.

Share this article
Hasil poligraf atau pemeriksaan lie detector para terdakwa pembunuhan berencana terhadap Yosua,ada terdapat tiga terdakwa dengan nilai minus