AYOJAKARTA.COM - Terdakwa Ferdy Sambo merupakan salah satu terdakwa utama dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Gerak geriknya sewaktu di persidangan pun tak pernah lepas dari sorotan kamera.
Segala kabar tentangnya pun menjadi bahan pembicaraan yang hangat di kalangan masyarakat termasuk jumlah kekayaannya yang dinilai tidak wajar.
Baca Juga: Bikin Ulah Lagi! Dokter Tifa Kembali Senggol Jokowi Soal Hal Ini, Warganet: Kapan Pensiun Nyinyir?
Salah satunya adalah saat perpindahan uang 200 juta dari rekening Brigadir J kepada rekening Ricky Rizal saat almarhum dalam proses pemakaman.
Pemindahan rekening tersebut diungkapkan berdasarkan keterangan saksi ahli yaitu Anita Amalia Dwi Agustin merupakan Customer Service Layanan Luar Negeri Bank BNI KC Cibinong.
Ia merincikan pemindahan uang sebesar Rp100 juta dari rekening Brigadir J sebanyak dua kali kepada rekening milik Ricky Rizal sebesar Rp 200 juta secara transfer pada tanggal 11 Juli 2022.
Ferdy Sambo menjelaskan bahwa uang yang dipindahkan dari rekening Brigadir J tersebut merupakan uang operasional rumah tangga miliknya.
Baca Juga: Semakin Panas! Ferdy Sambo Kritik Penyidik dari Kepolisian: Mereka Ingin Semua Orang ...
Penjelasan dari Ferdy Sambo tersebut tidak membuat hal tersebut menjadi terang malah menjadikan publik semakin bertanya-tanya jumlah gaji yang dimiliki olehnya.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun YouTube tvOneNews gaji polisi dengan bintang 1-4 terendah adalah 3.290.000 - 5930.000 per bulan.
Kemudian ditambahkan tunjangan lain-lain jumlah penghasilannya Ferdy Sambo berkisar Rp 31.375.500 sampai Rp 36.952.000.
Publik Pun kembali diputarkan kilas balik menyoal uang dengan jumlah yang fantastis sekitar Rp 100 Triliun yang sempat menjadi kontroversi.
Baca Juga: Pakar Mikro Ekspresi Kirdi Putra Ungkapkan Bahwa Jawaban Putri Candrawathi Itu Hafalan!
Dikutip dari Instagram @aimanwitjaksono yang mengunggah konten dengan bahasan rekening almarhum Brigadir J dengan salah satu Pakar Anti Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Prof. Yenti Garnasih dijelaskan beberapa hal.
Dalam video tersebut ditampilkan mengenai bukti debit uang 100 triliun atas nama Novriansyah Yosua yang kemudian ditanggapi oleh Yenti Garnasih.
Aiman pun memberikan penjelasan mengenai rekening Yosua, bahwa yang tertulis bukan pemblokiran.
“Namun ada hal yang menarik dari rekening Yosua, karena yang tertulis pagu bukan blokir. Tapi yang tertulis debit yang artinya keluar,” ucap Aiman.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Cianjur Diguncang Gempa Bumi Lagi, BMKG Laporkan Berkekuatan M2,5
Yenti Garnasih pun menyatakan hal yang berbeda saat Aiman menanyakan perihal keberadaan uang tersebut.
“Pertanyaan apakah uang itu ada atau tidak,” tanya Aiman Witjaksono.
Pertanyaan tersebut kemudian dijawab oleh Yenti Garnasih.
“Ada rekening yang kemudian di debit. Kemudian ada angka uang 100 triliun kurang. Tapi tulisannya debit. Debit itu artinya di hari itu di debit,” jawab Yenti Garnasih pada Aiman.
Yenti Garnasih kemudian meyakinkan kepada Aiman bahwa uang sebesar 100 Triliun kurang Rp 1 itu memang ada.
“Iya uangnya ada. Maka uang itu di debit. Kalau tulisannya didebit, berarti ada uang terus kemudian keluar,” ucap Yenti Garnasih.
Berkaca dari pernyataan Yenti tersebut, pada saat persidangan telah ditemukan fakta bahwa ada perpindahan uang dari rekening Brigadir J sebesar Rp 200 juta ke rekening Ricky Rizal.
Dikutip Ayojakarta.com dari akun YouTube FNN TV, melihat pernyataan bahwa uang 200 Juta tersebut diakui adalah uang milik Ferdy Sambo, bisa jadi semua ajudan dibukakan rekening tapi kuasa tetap di tangan pembuka rekening yakni Sambo.
Dalam video tersebut juga disebutkan oleh narator bahwa Yenti Garnasih berpendapat mengenai modus proxy yang mengenai almarhum Yosua.
"Jadi menurut pakar pencucian uang Yenti Garnasih, modusnya hanya semacam pinjam nama alias proxy untuk pencucian uang,"ucap Narator
Video tersebut pun menampilkan kembali jejak konsorsium 303 yang sempat menggemparkan publik pada saat awal kasus ini bergulir.
Narator menyebutkan dengan adanya rekening 100 Triliun milik Brigadir Yosua bisa saja ini menjadi dugaan pencucian uang yang terjadi di lingkaran ajudan Ferdy Sambo benar adanya.
Menurut narator uang 100 triliun yang berada di rekening Yosua ini harus dibuka dengan jelas agar spekulasi liar tidak tumbuh dimasyarakat.
Karena hingga saat ini baik sumber uang, siapa yang melakukan transfer, dan kemudian didebet ke rekening siapa tidak pernah diketahui.
Selain itu narator juga mengatakan kejanggalan dalam proses pembekuan karena dengan nilai rekening 100 triliun harusnya dilakukan oleh seorang direktur treasury bukan hanya CS.***

Share this article
Masih menjadi misteri dan teka teki, perpindahan uang 200 juta dari rekening Brigadir J kepada rekening Ricky Rizal saat proses pemakaman