AYOJAKARTA.COM - Kuasa hukum Putri Candrawathi, Febri Diansyah bantah soal rapat atau pertemuan perencanaan pembunuhan Yosua yang dilakukan Ferdy Sambo dan ajudannya.
Febri Diansyah menyampaikan keterangan itu tidak benar, bahwa justru tidak ada perencanaan pembunuhan terhadap Yosua.
Bahkan Febri Diansyah mencurigai Richard Eliezer yang memiliki keterangan yang berbeda-beda juga pada analisanya ketika terdakwa tidak terekam CCTV.
Baca Juga: Ronny Talapessy Menuju Kemenangan, Ahli Yakini Eliezer Berpotensi Bebas Hukum Pidana
Febri Diansyah membantah dugaan jaksa terkait pertemuan perencanaan pembunuhan Yosua.
"Kalau fakta sidang kita simak, sebenarnya tidak ada rapat atau pertemuan keseluruhan terdakwa di rumah Saguling," ujar Febri Diansyah, kuasa hukum istri Ferdy Sambo, dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews, Kamis, 22 Desember 2022.
Ia menyampaikan awalnya saat itu hanya pertemuan Putri Candrawathi dengan suaminya Ferdy Sambo untuk menceritakan kejadian di Magelang.
Baca Juga: Ahli Psikologi Ungkap Fakta Baru, Ronny Talapessy: Ada Peluang Penghapusan Pidana Richard Eliezer
"Tuduhan jaksa kan seolah-olah ada perencanaan di sana, jadi itu perlu kami pastikan. yang ada adalah ketika datang pada saat itu Bu Putri menceritakan peristiwa di Magelang kepada Pak Ferdy Sambo," jelas Febri Diansyah.
Baru kemudian, Ricky Rizal dipanggil oleh Ferdy Sambo dan menanyakan informasi terkait kejadian di Magelang tersebut.
"Mereka hanya berdua di sana, kemudian Pak Ferdy Sambo memanggil Ricky. Bu Putri tidak ada di tempat karena masuk ke kamar," ujar Febri Diansyah.
Baca Juga: Tegaskan Status Terbaru Richard Eliezer, Pengacara Ungkap Tak Bisa Diminta Pertanggungjawaban Pidana
"Hanya ada Ricky dan Pak Ferdy Sambo, jadi tidak rapat bersama-sama," sambungnya.
Febri Diansyah bersikeras menyampaikan pertemuan itu bukan membicarakan perencanaan pembunuhan Yosua.
"Bukan hanya soal pertemuan saja, tetapi yang dibicarakan pada pertemuan tersebut. Itu (terkonfirmasi) disampaikan oleh saksi Ricky dan dibenarkan oleh Pak Ferdy Sambo. yang dibicarakan pada pertemuan tersebut bukan rencana untuk membunuh Yosua," kata Febri Diansyah.
Justru ia menjelaskan pembahasan percakapan Ferdy Sambo dengan Ricky Rizal ajudannya saat itu yakni pertanyaan, informasi kejadian di Magelang, klarifikasi dan kondisi bersyarat.
"Tetapi pertanyaan, satu, 'apakah kamu tahu tentang apa yang terjadi di Magelang, ibu dilecehkan, saya mau klarifikasi apakah kamu mau backup dan berani tembak kalau dia melawan?," tutur Febri Diansyah menirukan perkataan Sambo.
"Jadi inti dari pembahasan pada pertemuan tersebut adalah pertanyaan, penyampaian tentang kejadian di Magelang, klarifikasi, dan kondisi bersyarat," lanjutnya menjelaskan.
Namun, kemudian Febri Diansyah juga menilai keterangan Richard Eliezer yang berbeda dibandingkan dengan terdakwa lainnya dan berdiri sendiri.
"Hal yang sama juga disampaikan pada Richard yang kemudian dipanggil berikutnya. Meskipun Richard punya keterangan yang berbeda, kami melihat dari analisis yang kami lakukan, keterangan Richard tersebut berdiri sendiri," kata Febri Diansyah.
Febri Diansyah menyimpulkan jika keterangan saksi Richard Eliezer berdiri sendiri maka keterangan tersebut tidak valid secara hukum.
"Ahli pidana mengatakan kalau keterangan saksi itu berdiri sendiri, dia tidak valid, tidak bisa digunakan sebagai alat bukti," ujar Febri Diansyah.
"Jadi kami melihat kalau ada saksi yang berdiri sendiri dan mengatakan seolah-olah ada pertemuan dan perencanaan pembunuhan. Maka itu tidak valid secara hukum," sambungnya.
Febri Diansyah menegaskan kembali bahwa pertemuan terdakwa untuk membicarakan perencanaan pembunuhan Yosua itu tidak ada.
"Sehingga, kita bisa melihat sebenarnya dari fakta sidang yang ada. Pertemuan para terdakwa itu tidak pernah terjadi. Dan tidak pernah ada yang disebut dengan penyamaan kehendak atau meeting of mind," jelas Febri Diansyah.
Selain itu juga, Febri Diansyah sempat singgung soal rekaman CCTV yang menunjukkan lift sebelum kejadian penembakan Yosua.
"Kalau kita cermati, Richard waktu itu belok ke sebelah kiri. Di sana ga ada bagian CCTV yang menunjukkan Richard naik," tutur Febri Diansyah.
Hal itu menunjukkan Richard yang mengarah ke tempat yang tidak terekam CCTV, sehingga Febri Diansyah mencurigainya.
"Pertama kita tidak tahu isi tas itu apa, apa saja?" tutur Febri Diansyah penuh curiga.
"Yang kedua, kita tidak tahu apakah Richard naik atau tidak ke atas," sambungnya.***

Share this article
Febri Diansyah bantah Eliezer soal perencanaan pembunuhan Yosua yang dilakukan Ferdy Sambo dan ajudannya.