AYOJAKARTA.COM – Kasus kematian Brigadir J masih terus dalam proses mencari keadilan.
Seperti yang diketahui, ada lima terdakwa yang ditetapkan dalam kasus ini, yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Maruf.
Saat ini kelima terdakwa tersebut masih dalam proses persidangan dan menanti putusan hakim.
Ditengah proses persidangan yang masih terus bergulir, ibunda dari mendiang Brigadir J yakni Rosti Simanjuntak menuturkan jika putranya tersebut mendatangi dirinya melalui mimpi.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @jamgadangtv pada (29/12/2022), sambil menangis tersedu-sedu Rosti Simanjuntak menceritakan kepiluan hatinya saat mendiang Brigadir J mendatanginya dalam mimpi.
Hal tersebut dialami oleh Rosti Simanjuntak pada saat tiga hari sebelum momen natal tiba.
Rosti Simanjuntak menceritakan, bahwa dalam mimpi tersebut mendiang Brigadir J mendatangi dirinya sambil menangis histeris.
Baca Juga: Peringatan Dini Potensi Hujan disertai dengan Kilat dan Prakiraan Cuaca DKI Jakarta 30 Desember 2022
“Tiga hari sebelum momen natal, anakku datang kepadaku, menangis histeris,” ujar Rosti
Rosti juga menceritakan bahwa Brigadir J menarik tangannya dan menunjukkan lobang pada tubuh dan kepalanya akibat ditembak.
“Di dalam mimpiku dia datang menarik tangan mamanya menunjukkan semua lobang yang ada ditubuhnya di kepalanya dengan berteriak dia, mama tolong saya!” jelas Rosti Simanjuntak.
Ibunda dari mendiang Brigadir J tersebut menuturkan jika putranya datang ke mimpinya berulang kali.
Sambil menangis hingga sesenggukkan, Rosti Simanjuntak mengatakan jika Brigadir J menyebut dirinya tidak bisa menolong saat kejadian penembakkan
Baca Juga: Awas, Banyak Ular Masuk Pemukiman Saat Musim Hujan, Jangan Dibunuh!
“Dengan jeritan tangis anak saya tiga hari sebelum momen natal itu, dia datang berulang kali ke mimpi saya ini,” ungkap Rosti.
“Mama tidak bisa menolong saya, mama tidak tolong sayan dengan hujanan, dihujanan saya dengan peluru dengan mata terbuka mama,” ungkap Rosti Simanjuntak melanjutkan ceritanya.
Bahkan dalam mimpi tersebut, mendiang Brigadir J menanyakan apa salah dirinya, “Apa salah abang mama, apa mama.”
Rosti Simanjuntak sendiri hanya bisa berdoa dan meminta kepada Tuhan, agar arwah Brigadir J bisa tenang.
“Jadi saya bilang sama Tuhan, karena cuma Tuhan pengharapanku,” kata Rosti Simanjuntak.
“Saya gak bisa berbuat apa-apa anakku, saya gak bisa dekat denganmu, biarlah Tuhan yang menolongmu, biarlah Tuhan yang bersamamu Nak, biarlah rohmu tenang bersama korban agar natal ini boleh mengobati luka yang sangat dalam,” harap Rosti dalam momen natal pertama tanpa Brigadir J tahun ini.

Share this article
Ibunda Brigadir J Rosti Simanjuntak menceritakan mimpi yang dialaminya 3 hari sebelum Natal. Ia melihat brigadir J menangis histeris