AYOJAKARTA.COM - Detik-detik putusan vonis hukuman oleh hakim, kubu Ferdy Sambo rupanya menyiapkan strategi mulus agar terbebas dari hukuman mati.
Salah satu strategi yang disiapkan kubu Ferdy Sambo adalah alat bukti berupa foto-foto yang diserahkan kepada hakim di persidangan pada Kamis (29/12/2022) lalu.
Dalam foto-foto yang diserahkan sebagai alat bukti, diantaranya ada potret Brigadir J bersama Daden dan beberapa teman pria lainnya yang berada di sebuah klub malam.
Sebagaimana diketahui, dalam beberapa kali sidang, kubu Ferdy Sambo kerap menggaungkan soal perangai asli Brigadir J.
Bahkan, dikatakan bahwa Brigadir J adalah sosok yang temperamental.
Tak pelak, strategi Ferdy Sambo ini disorot oleh berbagai pihak salah satunya adalah Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri.
Baca Juga: Alih-alih Victim Profiling, Ferdy Sambo Diberi Pertanyaan Skakmat Ini oleh Reza Indragiri
Dilansir AyoJakarta.com melalui tayangan di kanal YouTube Metro Tv pada Selasa (3/1/2023), Reza Indragiri menilai bahwa bukti yang ditunjukkan kubu Ferdy Sambo di sidang tidak ada korelasinya.
"Bagaimana potret kepribadian itu berhubungan dengan pembunuhan berencana? Bagaimana potret kepribadian itu berhubungan dengan tuduhan Yosua sudah melakukan pemerkosaan?" ujar Reza Indragiri.
Kepribadian Brigadir J yang selalu dikuliti, kata Reza Indragiri, tidak akan berdampak apa-apa.
Justru, Reza mengatakan bahwa saat ini yang terpenting adalah menunjukkan bagaimana kepribadian itu memunculkan niat dan perilaku jahat seseorang.
Dalam hal ini untuk membuktikan bahwa Brigadir J dianggao sudah melakukan pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.
"Apakah seseorang yang pemarah niscaya akan melakukan pemerkosaan? Belum tentu. Apakah orang penyabar niscaya tidak akan melakukan kejahatan? Belum tentu," katanya.
Lebih lanjut, Reza mengatakan bahwa saat ini kubu Ferdy Sambo justru seakan menggiring majelis hakim dan publik dengan opini bahwa Brigadir J sejak awal adalah sosok yang memiliki kepribadian buruk serta mampu melakukan pemerkosaan terhadap istri atasannya sendiri.
"Di sisi lain, lewat potret yang dihadirkan, ada kesan bahwa pihak FS dan PC ini sosok yang humanis, sosok yang santun, akrab, egaliter, yang tidak mungkin sama sekali melakukan pembunuhan berencana," jelasnya.
Reza sendiri memahami bahwa strategi ini dilakukan guna agar hakim memberikan keringanan hukuman jika Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dinyatakan bersalah.
Namun, Reza meyakini bahwa upaya yang dilakukan oleh Febri Diansyah dan Arman Haris ini tidak akan berhasil.
Bahkan, Reza memprediksi bahwa strategi ini tampaknya akan 'mandul' atau tidak efektif.
"Dengan kata lain, hitung-hitungan saya, strategi ini tampaknya akan mandul, tidak akan efektif merebut simpati publik apalagi meyakinkan majelis hakim untuk mereka sepatutnya mendapatkan keringanan hukuman," terang Reza Indragiri.***

Share this article
Reza Indragiri menyebut bahwa strategi kubu Ferdy Sambo yang tunjukkan foto aib Brigadir J di persidangan tidak akan berpengaruh apa-apa.