AYOJAKARTA.COM - Video viral terkait Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso sedang berbincang dengan seseorang melalui handphone belakangan ini ramai diperbincangkan oleh publik.
Sebab, hal yang diperbincangkan dalam obrolan tersebut adalah sesuatu yang tak biasa yaitu terkait kasus Ferdy Sambo.
Hal ini pun kemudian menjadi perhatian yang sangat serius karena terkait vonis yang akan segera dijatuhkan kepada para terdakwa salah satunya Ferdy Sambo.
Hingga saat ini banyak ahli dalam bidang terkait yang memprediksikan vonis 340 akan mengenai terdakwa Ferdy Sambo.
Terkait video tersebut beberapa pakar pun sempat memberikan komentarnya, salah satunya adalah Susno Duadji mantan Kabareskrim Polri dan Soleman Ponto mantan Kepala Badan Intelijen Strategis TNI.
Soleman Ponto memberikan komentar pertama terkait video tersebut.
Ia mengatakan bahwa penyebar video tersebut diduga sedang memanfaatkan kesempatan yang ada karena kasus pembunuhan Brigadir J ini begitu menyita perhatian publik.
"Di mana ada kesempatan pastilah, apa lagi kasus ini kan menarik perhatian masyarakat, sehingga hal hal yang demikian itu menjadi lumrah jadi jangan salah kan dulu kan nenek moyang selalu bilang, hati hati dinding bertelinga , jadi dinding aja bertelinga makna nya kalau kita sedang memegang kasus seperti ini ya harus hati-hati," ucap Ponto, dikutip dari program talkshow Crosscheck, Senin, 9 Januari 2023.
Selain itu Ponto meragukan akan kebenaran video yang telah beredar luas di masyarakat tersebut.
"Kalau tidak benar pun ini seakan-akan dibikin benar, karena zaman sekarang kita melihat teknologi itu bisa sedemikian rupa bisa melihat orang seperti itu, kita melihat dulu fotonya ibu PC bisa jadi seperti apa, kan dulu dibuat, nha ini kan hampir serupa itu," pungkas Ponto.
Selain komentar dari Soleman Ponto, Susno Duadji juga menyampaikan pendapatnya terkait video viral tersebut.
Susno mengatakan terkait video yang tengah viral tersebut merupakan permainan intelijen untuk mengacaukan jalannya persidangan yang sedang berlangsung.
"Jelas ini kan permainan intelijen tapi bukan orang intelijen, intelijen secara fungsi ya, tapi ini kegiatan dari intelijen tapi bukan seorang intel yang bermain, untuk mengacaukan jalan ini.
Lebih lanjut Susno menjelaskan bahwa tujuan utama dibalik video yang tersebar ini diduga adalah agar Ferdy Sambo dan terdakwa lainnya tidak kena hukum mati.
"Tujuannya agar tidak dihukum mati, jadi dibalik cara bacanya, cara bacanya gimana kalau main cara intelijen itu, jadi kalau nanti ini dihukum mati maka, kan sudah ada bocoran hukuman mati itu adalah bargaining nya antara hakim dengan kabareskrim, mengapa dengan kabareskrim, karena kabareskrim pernah punya masalah dengan si Sambo, jadi akhirnya hakim menjadi gemetar kalau menjatuhkan hukuman mati," jelas Susno Duadji.
Baca Juga: Singgung Sikap Profesional Ferdy Sambo, Hakim: Justru Ini Kesalahan Profesional!
Selain itu Susno Duadji menjelaskan bahwa hal yang lebih penting dalam viralnya kasus ini adalah melakukan penyelidikan terhadap pelaku penyebaran video tersebut.
Pasalnya, dengan diketahui siapa penyebar video tersebut dapat diketahui tujuan si pelaku tersebut.
Terlepas dari siapa yang membuat yang penting diselidiki siapa yang membuat ini yang menyebarkan ini, kalau sudah ketahuan kan, ketahuan juga tujuannya apa," lanjut Susno.
Di akhir komentarnya, Susno menyampaikan agar para Hakim lebih berhati-hati dalam bersikap di luar persidangan saat sedang menangani kasus.
"Terlepas dari itu untuklah para hakim, supaya yang menangani perkara itu supaya hati-hati, jadi kalau lagi menangani kasus ini janganlah berbicara baik lewat telepon atau lewat obrolan warung kopi di luar sidang," pungkas Susno Duadji.***

Share this article
Ahli ikut berbicara saol dugaan dalang di bali video viral Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso yang membahas vonis Ferdy Sambo.