AYOJAKARTA.COM--- Para Terdakwa pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat kini tengah menunggu waktu tibanya vonis dijatuhkan majelis hakim.
Publik pun tak sabar melihat ending dari kasus pembunuhan yang cukup menyita perhatian. Tak hanya karena melibatkan jendral bintang dua dan banyak anggota Polri yang terseret,namun kasus pembunuhan pada 8 Juli 2022 ini berjalan sangat lama.
Jelang vonis hukuman bagi para terdakwa, terdengar adanya isu gerakan bawah tanah atau gerilya untuk mengintervensi terkait hukuman Ferdy Sambo.
Upaya gerilya atau gerakan bawah tanah dalam hukuman Ferdy Sambo juga dibenarkan oleh Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso.
Ketua IPW menyebut bahwa eks Kadiv Propam Polri berupaya agar dirinya tidak mendapatkan hukuman maksimal atau hukuman mati.
Untuk itu adanya upaya gerilya yang turut didengar oleh Mahfud MD selaku Menko Polhukam dan Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Official iNews pada Senin, 29 Januari 2023 berikut ulasannya.
Ketua IPW menyebut bahwa upaya gerakan bawah tanah tersebut telah terendus sejak awal eks Kadiv Propam Polri menjadi tersangka.
“iya itu disebut oleh Pak Mahfud tapi sebetulnya upaya itu sudah lama Mas Aiman, sejak beliau jadi tersangka,” kata Ketua IPW dalam sebuah acara yang dipandu Aiman Witjaksono.
Upaya-upaya gerakan bawah tanah tersebut itu pun dibongkar oleh Sugeng Teguh Santoso.
Bahwa eks Kadiv Propam Polri setidaknya sempat mempersiapkan upaya lepas dari jeratan hukuman maksimal dengan melakukan lobi-lobi dan mendekati Hakim, serta menunjuk Pengacara untuk Bharada E.
“oleh karena itu dia mempersiapkan segala sesuatunya termasuk saya mendengar lobi misalnya mendekati Hakim yang bisa dipilih, dia punya kemampuan untuk itu walaupun dia di dalam,” kata Ketua IPW.
“kemudian juga kalau tindakan pengamanan sebelumnya kan sudah dilakukan menunjuk Advokat untuk Eliezer, kemudian juga melakukan lobi-lobi,” terangnya.
Dalam kasus Sambo, Ketua IPW menyebut bahwa eks Kadiv Propam Polri tidak mau dihukum mati tanpa melakukan upaya.
Aiman Witjaksono selalu presenter sekaligus Jurnalis senior ini pun menyinggung soal Ferdy Sambo yang akan membuka suara jika Sambo dihukum maksimal.
“ketika Sambo dihukum maksimal maka Sambo akan menyanyi?,” tanyanya.
Menurut Ketua IPW alasan Sambo yang kemungkinan akan ‘menyanyi’ jika dihukum maksimal sebab dirinya merasa tidak ditolong.
“karena merasa tidak ditolong, dia punya peran yang cukup signifikan kepada institusi dia membutuhkan pertolongan,” ujarnya.***

Share this article
Ketua IPW mengendus aksi gerilya Ferdy Sambo sejak awal yang ternyata tak berhasil, hingga ia meyakini sambo akan buka suara bila begini