AYOJAKARTA.COM--Menuju akhir persidangan kasus pembunuhan Brigadir Yosua, terdakwa Ferdy Sambo telah mendengarkan tuntutan hukuman paling berat yakni hukuman pidana seumur hidup.
Sementara itu Putri Candrawathi, Ricky Rizal dan Kuat Maruf hanya dituntut selama 8 tahun penjara. Adapun Richard Eliezer, yang menyandang justice collaborator justru mendapati tuntutan hukuman 12 tahun penjara.
Terkait hal ini, seorang peramal tanah air, Denny Darko turut angkat bicara. Menurutnya Ferdy Sambo dan Richard Eliezer kedudukannya sama hanya saja, hanya saja Ferdy Sambo lebih tinggi.
Baca Juga: Terungkap! Sempat Dituduh Sebagai LGBT, Ferdy Sambo Akhirnya Buka Suara di Hadapan Majelis Hakim
Bisa menjadi satu kemungkinan bahwa Ferdy Sambo pun hanya orang suruhan dari oknum tertentu yang punya jabatan penting jika kasus ini terungkap luas.
"Saya memiliki keyakinan bahwa Sambo ini bukanlah orang yang menentukan semuanya, tetapi ada orang-orang lain yang saya pikir di sini, mohon maaf, yang saya duga ini masih dilindungi," ujarnya dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube Denny Darko.
Menurut Denny Darko, perihal isi pledoi Ferdy Sambo yang mengakui bahwa dia tidak menginginkan pembunuhan Brigadir Yosua bisa saja itu merupakan suatu fakta.
Akan tetapi disisi lain, ini akan menimbulkan banyak pihak lagi yang terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut.
"Jika nanti sang juru kunci ini bernyanyi akan ada orang-orang yang akan terkena, bahkan terimbas secara nyata dan langsung," kata Denny Darko.
Denny Marko kemudian menyinggung dana 100 triliun yang sebelumnya ada di rekening Brigadir Yosua, dan membayangkan jika uang tersebut akan melibatkan orang-orang yang sebelumnya tidak pernah terjerat kasus hukum.
"Dan ini mungkin akan memberikan magnitudo yang lebih besar dibandingkan 90 lebih oknum polisi yang terjerat kasus ini," kata Denny Darko.
Selain itu, Denny Darko mengatakan bahwa Putri Candrawathi lah sebenarnya saksi kunci dari peristiwa pembunuhan berencana itu.
Jika Putri Candrawathi mendapat hukuman yang lebih berat bahkan mendekati seumur hidup, maka kasus ini kemungkinan akan mencuat ke tahap yang lebih tinggi.
Hal ini dipastikan Ferdy Sambo lebih mementingkan orang-orang yang ia sayangi. lebih memilih dirinya yang dihukum seumur hidup daripada istri tercintanya.
"Kunci dari semuanya ini adalah di Ibu PC (Putri Candrawathi). Nah, jika ancaman tuntutan ini besar kepada Ibu PC, mungkin akan bisa menguak kasus ini seluas-luasnya," kata Denny Darko.
Paranormal ini pun menyimpulkan bahwa, Ferdy Sambo adalah versi lain dari Richard Eliezer, hanya perbedaanya lebih berat.
"Dengan satu tingkat yang mungkin lebih besar dan lebih tinggi di atas sana," ucapnya.
Bahkan ia berharap dalam kasus ini bukan hanya pembunuhan Brigadir Yosua aja yang diungkap, melainkan juga terkait uang Rp100 triliun.***

Share this article
Peramal Denny Darko menyebut Putri Candrawathi merupakan sosok kunci bagi suaminya, Ferdy Sambo berikut alasannya