AYOJAKARTA.COM – Beberapa waktu lalu Ketua KPU RI yakni Hasyim Asy’ari membuat geger dengan candaannya yang dinilai tak etis.
Ketua KPU RI kala itu bercanda dengan mengatakan jika dirinya bajing** serta ahli maksiat, disisi lain DKKP hanya bisa mengadili orang-orang yang memiliki kehormatan.
Hasyim Asy’ari melontarkan candaan yang dinilai tidak etis tersebut saat rapat koordinasi dengan KPU Provinsi terkait penataan daerah pemilihan atau dapil di kantor KPU RI, Menteng Jakpus pada Kamis (5/1/23).
Candaan Hasyim tersebut diawali saat ia berandai-andai apabila diadili terkait dengan laporan tindak asusila terhadap Hasnaeni ‘Wanita Emas’.
Dengan santai Hasyim mengatakan jika misalnya ia diadili, dirinya akan mengaku sebagai ahli maksiat, sehingga menurutnya salah besar jika melaporkan pengaduan tersebut ke DKPP.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal Youtube Novel Baswedan pada (30/1/23), Bambang Widjojanto atau biasa disapa Pak BW turut memberikan tanggapannya atas pernyataan take tis yang disampaikan oleh Ketua KPU tersebut.
Baca Juga: Waduh! Dosen Ilmu Kepolisian Sebut Mati Siji Mati Kabeh Jika Ferdy Sambo Dihukum Mati, Kok Bisa?
Bersama Novel Baswedan, Bambang Widjojanto mengatakan jika saat ini ada beberapa hal yang bisa merusak bahkan menghancurkan KPU.
“Kerusakan yang saat ini sedang terjadi yang akan menghancurkan kehormatan bukan saja KPU tapi kemudian seluruh tata laksananya KPU,” ujar Pak BW.
Pak BW kemudian menyebut jika salah satunya adalah pernyataan dari Ketua KPU RI yang menyebut bahwa dirinya sendiri adalah ahli maksiat.
Meskipun Ketua KPU tersebut sedang berkelakar saat menyebut dirinya sebagai ahli maksiat dan salah alamat jika diadili oleh DKKP, namun menurut Bambang Widjojanto candaan tersebut merupakan pengakuan yang dilakukan dengan sengaja.
Dimana dalam pernyataan yang dianggap bercanda tersebut terdapat pengakuan jika ia telah melakukan kecurangan serta benar adanya kemaksiatan.
“Dia sudah mengakui bahwa dia itu ada kecurangan satu lagi dia itu maksiat, dia mengakui secara sengaja di muka umum mengakui kejahatan itu,” ujar Bambang Widjojanto dihadapan Novel Baswedan.
Tak hanya itu, Bambang Widjojanto juga menilai seberapa besar level Ketua KPU terlihat dari pernyataan bercandanya tersebut.
Baca Juga: Gempa Bumi Tektonik M 4.3 Guncang Kabupaten Garut Jawa Barat, BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Garsela
“Terus yang kedua dia menganggap isu-isu kaya gini dibantah dengan hal yang bercandaan gitu lho,” ujar Pak BW.
“Jadi kita bisa tahu tuh level ketua KPU tuh sehebat apa dia,” imbuhnya.
Bambang Widjojanto dengan lantang menyebut jika ternyata level Ketua KPU tidak terlalu hebat dan bahkan menilai Ketua KPU justru menantang melalui candaannya.
“Dia ternyata tidak hebat-hebat amat dan dia sedang menunjukkan bahwa dia tidak pantas memang tapi dia tetep dipilih walaupun tidak pantas, ini teh orang nantang gitu loh,” ujar Pak BW.
Mendengar tanggapan Bambang Widjojanto tersebut, Novel Baswedan kemudian mengatakan seperti berikut.
“Artinya dia menghina KPU juga dong seolah-olah KPU boleh dipimpin oleh orang-orang yang bermaksiat,” kata Novel Baswedan.
Kemudian dijawab kembali oleh Pak BW dengan mengatakan seperti berikut.
“Betul, Ketua KPU menghina KPU bahwa hari ini dia dipimpin KPU iu oleh ahli maksiat,” jawab Pak BW.***

Share this article
Bersama Novel Baswedan, Bambang Widjojanto mengatakan jika saat ini ada beberapa hal yang bisa merusak bahkan menghancurkan KPU, alasannya..