AYOJAKARTA.COM--Isu dugaan perjanjian utang Anies Baswedan kepada Sandiaga Uno senilai Rp 50M berbuntut panjang.
Polemik soal utang Anies Baswedan Rp 50M tersebut pun diperbincangkan banyak pihak, mulai dari yang pro dan kontra.
Termasuk juga PSI melalui Wasekjen, Dedek Prayudi, turut menanggapi soal utang Anies Baswedan kepada Sandiaga Uno yang jumlahnya fantastis tersebut.
Menurut Dedek selaku Wasekjen PSI tersebut mengungkapkan, jika memang utang tersebut ada, dan Anies Baswedan sudah sah bakal jadi capres 2024 mendatang, maka masyarakat berhak tahu kebenarannya.
Baca Juga: Heboh! Erwin Aksa Sebut Anies Baswedan Belum Lunasi Utang Senilai Rp 50M Pada Sandiaga Uno
Hal itu diungkapkan oleh Dedek Prayudi Acara Catatan Demokrasi yang disiarkan oleh TV One News seperti dikutip Ayojakarta.com Rabu 8 Februari 2023.
“Bagi kami di PSI jujur sebenarnya ini bukan isu kami ya,” kata Dedek mengawali.
“Bagi kami apa yang bisa dijadikan bahan untuk pendidikan demokrasi kita itu yang terpenting ya,” tambahnya.
“Artinya di alam demokrasi yang sehat, di alam demokrasi yang maju dan berkualitas, pemilihnya ada pemilih yang rasional sementara pemilih rasional atau pilihan rasional itu dijatuhkan kepada seseorang kandidat atau kepada partai setelah seseorang tersebut mendapat gizi informasi yang cukup,” tambahnya lagi.
Menurut Dedek, soal utang Anies Baswedan yang sempat menghebohkan tersebut bukan terkait isu yang membunuh karakternya ataupun sebuah serangan, melainkan proses adanya demokrasi.
“Jadi kalau kita berbicara itu (isu utang Anies Baswedan), yang dikatakan Nasdem adalah pembunuhan karakter, apalagi juga ada dari Demokrat bilang ini serangan, nah ini sebenarnya bukan itu,” kata Dedek.
“Ini adalah mekanisme check and balance yang sudah disediakan oleh demokrasi, jadi di dalam demokrasi itu ada yang pro dan kontra itu adalah hal yang biasa dan dalam bahasa akademiknya ini disebut dialektika dimana disitu ada tesis, antitesis lalu mereka menjadi sintesis kurang lebih seperti itu,” jelasnya.
Lebih lanjut apalagi kini Anies telah didukung oleh tiga partai, maka ada kendali masyarakat yang nantinya ikut andil di dalam pencalonannya.
“Nah Anies Baswedan ini sudah didukung oleh tiga partai, artinya Pak Anies Baswedan ini kalau secara hitungan matematis apabila tiga partai politik ini terus memajukan secara konsisten dan mendaftarkan Pak Anies, beliau akan menjadi Capres. Bukan lagi bancapres,” terang Dedek.
“Ini artinya masyarakat punya hak untuk tahu siapa Pak Anies sesungguhnya,” tegasnya.
“Dan ketika kita berbicara masyarakat punya hak untuk tahu siapa Pak Anies sesungguhnya, kita ngga hanya membicarakan informasi-informasi dari pihak pro anies, di sini ada juga informasi-informasi yang bisa jadi bahan pertimbangan masyarakat yaitu apakah betul perjanjian (utang) itu ada atau tidak,” terang Dedek lagi.
Bagi Dedek, jika memang Anies sudah ditetapkan menjadi Capres 2024 mendatang, maka masyarakat harus tahu siapa Anies sebenarnya dan apakah Anies Baswedan ini adalah orang yang tepat utang atau tidak.
Karena hal itu menjadi salah satu unsur penting bagi masyarakat untuk memilih calon pemimpinnya di masa depan.***

Share this article
soal utang Anies Baswedan tersebut bukan terkait isu yang membunuh karakternya ataupun sebuah serangan, tapi proses adanya demokrasi