AYOJAKARTA.COM -- Kasus pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Richard Eliezer atau Bharada E hingga kini masih bergulir.
Berbagai dukungan untuk Richard Eliezer atau Bharada E pun mengalir untuknya.
Tidak sedikit yang berharap agar Richard Eliezer mendapat keringanan hukuman.
Dan menjelang jatuhnya vonis untuk para terdakwa, beredar isu adanya gerakan bawah tanah yang diduga akan mempengaruhi hukuman Ferdy Sambo.
Imajinasikan kondisi mencengkam Bharada E sebelum tembak Brigadir J
Namun di tengah panasnya isu tersebut, Todung Mulya Lubis selaku Inisiator Aliansi Akademisi Indonesia, dalam Satu Meja The Forum, Kompas TV menyampaikan pendapatnya.
Awalnya Todung Mulya Lubis mengaku tidak bisa membayangkan posisi Richard Eliezer yang berpangkat rendah dan tidak bisa menolak perintah atasan.
Yang mana pada saat itu kondisi sudah sangat tegang dan mencekam sedangkan Richard tidak punya daya sama sekali untuk melawan.
"Saya tidak bisa membayangkan seorang Eliezer dengan pangkat rendah di Kepolisian bisa menolak satu perintah," ujar Todung.
"Dalam situasi sangat mencengkam, sangat tegang, dan dia seperti tidak punya daya sama sekali," tambahnya.
Ia pun mengatakan bahwa dirinya tidak ingin mempengaruhi hakim.
"Saya tidak ingin mengatakan dan tidak ingin mempengaruhi majelis hakim, dia mesti dibebaskan tidak begitu," katanya.
Namun dirinya meminta agar mengimajinasikan jika berada dalam situasi menegangkan itu.
"Tapi saya ingin katakan coba bayangkan imajinasikan keadaan yang sangat mencekam seperti ini, dimana dia tidak punya pilihan," tandasnya.
Seperti yang diketahui, sejak awal kemunculan kasus ini selalu menjadi sorotan masyarakat.
Richard Eliezer pun sebagai salah satu terdakwa perkara ini kini bak menjadi idola baru.
Dirinya dinilai sebagai simbol kejujuran dalam kasus pembunuhan Brigadir J.
Dukungan banyak mengalir untuk Richard Eliezer yang menyandang status JC.
Tidak sedikit yang mengingkan seorang Bharada E untuk bebas dari segala tuntutan.***(Putri Ratnasari)

Share this article
Awalnya Todung Mulya Lubis mengaku tidak bisa membayangkan posisi Richard Eliezer yang berpangkat rendah.