AYOJAKARTA.COM-Sebelumnya, gempa berkekuatan Magnitudo 5,4 dan 5,2 mengguncang Jayapura, Kamis (9/2/2023) siang. Menurut informasi BMKG, guncangan gempa ini berdampak dan dirasakan masyarakat di daerah Kota Jayapura dengan skala intensitas V MMI (Modified Mercalli Intensity) atau getaran dirasakan hampir semua penduduk sehingga orang banyak terbangun.
Berdasarkan informasi dari akun twitter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejauh ini setidaknya ada empat orang tewas terdampak gempa bumi tersebut.
"Sebanyak empat warga meninggal dunia setelah terdampak gempa bumi 5.4 SR yang terjadi di Kota Jayapura, Papua, Kamis (9/2). Kepala Pelaksana BPBD Kota Jayapura Asep Khalid menjelaskan bahwa keempat korban ditemukan dari puing bangunan cafetaria yang roboh oleh guncangan gempabumi, "tulis @BNPB_Indonesia yang dikutip, jumat (10/2).
Baca Juga: DPR: Soal Ongkos Naik Haji BPKH Hanya Jadi Kasir Kemenag, Sebaiknya Bubar!
Kemudian pihak BNPB, menjelaskan bahwa kepala BPBD Kota Jayapura, Asep juga menuturkan, pada saat terjadi gempa bumi yang dirasakan kuat selama 2-3 detik, masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah. Lebih lanjut, pada saat menyampaikan laporan kepada Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) BNPB.
Selain itu kepala BMKG Daryono mengatakan bahwa gempa berkekuatan 5,2 magnitudo tersebut sudah mengakibatkan kerusakan pada beberapa tempat seperti
"Kerusakan akibat gempa Jayapura M5,2: Rumah Warga Kel Angkasapura, RM Cirita Cafe, RSUD DOK II, Mall Jayapura, Kampus Univ Cenderawasih Bawah,Showroom Honda Polimak, Showroom Toyota Polimak,Longsor akibat gempa di Bucend Menara Jaya, Kebakaran di Rawa 2 Kelurahan Hamadi, " tulis @DaryanoBMKG
Selanjutnya jika kita melihat hasil pengamatan BMKG bahwa gempa bumi ini sudah terasa sejak 2 Januari 2023 hingga Kamis, 9 Februari 2023 pukul 14:25 WIB telah terjadi gempa di wilayah sekitar Kota Jayapura dengan getaran sebanyak 1.079 kali dengan 132 kejadian diantaranya dirasakan oleh masyarakat.
Baca Juga: Waduh! Ganjar Pranowo Merasa Gagal Jadi Gubernur Karena Hal Ini: Izinkan Saya Nggak Mencalonkan Lagi
Daryono memaparkan episenter gempa bumi itu terletak pada koordinat 2,50 derajat Lintang Selatan, 140,70 derajat Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di darat pada kedalaman 10 km.
Menurutnya, jika memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip)," katanya lebih lanjut.
Menyikapi fenomena gempa ini, warga setempat diharapkan tetap waspada dan siaga potensi bahaya yang ditimbulkan. BNPB mengimbau warga untuk memiliki rencana kesiapsiagaan bencana, seperti mengidentifikasi kondisi bangunan tempat tinggal, rencana evakuasi menuju titik kumpul, kontak darurat atau pun tas siaga bencana.
Di sisi lain, Daryono mengimbau kepada masyarakat agar menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal kamu cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kamu kembali ke dalam rumah, "jelas lebih lanjut.**)

Share this article
Sebelumnya, gempa berkekuatan Magnitudo 5,4 dan 5,2 mengguncang Jayapura, Kamis (9/2/2023) siang melalui akun twitter resmi BNPB.