AYOJAKARTA.COM - Minggu ini, Ferdy Sambo CS akan mendapatkan putusan dari hakim sesuai jadwal yang sudah diberikan.
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi akan menerima putusan dari hakim pada hari ini, Senin (13/2/2023).
Sedangkan kedua terdakwa yang ada di kubu Sambo akan mendapat jadwal sidang putusan hakim keesokan harinya.
Namun, hakim memberikan jadwal putusan yang berbeda pada Richard Eliezer, pada Rabu (15/2/2023).
Seorang ahli hukum pidana, Abdul Fickar Hadjar menjelaskan soal kebiasaan hakim dalam memberikan putusan hukuman pada terdakwa.
"Biasanya hakim separuh dari jaksa, plus satu plus dua," jelasnya dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Abraham Samad Speak Up pada Senin (13/2/2023).
"Umpanya diancam 20 tahun, jadi sepuluh, atau sebelas atau 12, biasanya kan seperti itu," tambahnya.
Namun pada kasus kali ini, Abdul Fickar Hadjar mengungkapkan ada perbedaan kemungkinan.
Diungkap jika hakim mungkin tidak akan menurunkan hukuman dari tuntutan jaksa.
"Tapi ini saya kira akan lain, dia nggak akan berani nih, pindah dari seumur hidup ke waktu tertentu," jelas Abdul Fickar.
Saat ditanya kenapa hakim tak akan berani menurunkan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum PN Jaksel, sang ahli hukum malah membandingkan antara jaksa dan hakim.
Disebutkan jika hakim akan lebih peka dibanding jaksa dalam proses sidang.
Namun meski peka, hakim disebut juga jadi sosok yang konyol.
Baca Juga: Detik-Detik Akhir, Ferdy Sambo Mengaku Ikhlas atas Hasil Vonis yang akan Dijatuhkan Hakim
"Gini dalam praktek penegakan hukum hakim itu lebih peka," ucap ahli hukum pidana dari Universitas Trisakti ini.
"Meskipun di sisi yang lain, dia lebih konyol juga dari jaksa," tambahnya.
Ia akhirnya mengungkapkan alasannya mengatakan hal ini.
Menurutnya setiap kewenangan dalam proses pengadilan ada permainan.
Mulai dari penyidikan, pemeriksaan, penuntutan hingga putusan akan ada peran-peran yang bermain.
"Karena gini, di setiap kewenangan potensi permainannya ada, di setiap tahap pengadilan," ucapnya tegas.
Abdul Fickar Hadjar ungkap adanya kemungkinan kasus ini juga dipermainkan.
Namun banyak mata yang menyoroti kasus ini sehingga mungkin hakim akan memikirkan hal ini.
Bahkan reputasinya mungkin akan dipertaruhkan dari penetapan vonis hukuman ini.
"Dipermainkan juga, karena sorotan yang begitu tajam, mungkin mikir juga kalau mau kurang dari jaksa," jelasnya
"Dia pasti hati-hati, dia akan mempertaruhkan reputasi yang sudah masuk Jakarta itu," ucap Abdul Fickar Hadjar mengakhiri.
Nantikan putusan Ferdy Sambo CS dari hakim setelah kasus panjang ini mulai muncul di bulan Juli 2022 kemarin.***

Share this article
Disebutkan jika hakim akan lebih peka dibanding jaksa dalam proses sidang. Namun meski peka, hakim disebut juga jadi sosok yang konyol.