AYOJAKARTA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan dan prediksi waktu soal kemarau di Indonesia.
BMKG memprediksi pada 2023 ini Indonesia mengalami kemarau dengan peluang 50 persen.
Namun BMKG juga menegaskan bahwa kemarau yang dialami Indonesia kemungkinan tidak dalam waktu yang cukup lama.
Baca Juga: Puas! Ibunda Brigadir J Sebut Ada Mujizat Tuhan yang Hadir Dalam Vonis Hukuman Mati Ferdy Sambo
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Metro TV pada Senin, 13 Februari 2023 berikut ulasannya.
Dwikorta Karnawati, selaku kepala BMKG sebelumnya menyebut bahwa Indonesia masih memiliki peluang 50 persen untuk kondisi enso netral.
Enso netral ini diprediksi dapat bertahan hingga akhir tahun.
“Terdapat peluang atau kemungkinan sekitar 40 hingga 50 persen kondisi enso netral akan bertahan hingga akhir tahun, jadi peluang untuk netral ini akan bertahan hingga akhir tahun, itu peluangnya 40 sampai 50 persen,” ujar Dwikorta Karnawati.
Baca Juga: Vonis Hukuman Mati untuk Ferdy Sambo: Begini Komentar Singkat Mahfud MD
Namun hal tersebut masih fifty-fifty, sehingga ada kemungkinan Indonesia akan mengalami El Nino.
“Artinya kalau netral itu tidak terjadi anomali akibat perbedaan suhu tadi, ini peluangnya fifty-fifty, 40,50 persen artinya ada peluang 50 persen lagi, akan beralih ke arah El Nino,” ujar BMKG.
Diktutip dari Metro TV, El Nino terjadi karena aliran basah yang terjadi dari wilayah Indonesia hingga Samudera Pasifik sehingga Indonesia akan mengalami kekeringan.
Dalam hal ini, BMKG menyebut bahwa El Nino merupakan kebalikan dari La Nina.
Baca Juga: Richard Eliezer Dihukum Berat? LPSK: Citra Penegak Hukum Indonesia Semakin Merosot
Di mana La Nina adalah kondisi ketika suhu muka laut Samudra Pasifik mengalami pendinginan.
“El Nino itu kebalikan kalau tadi suhu Samudra Pasifik saat La Nina relatif suhu muka air Samudra Pasifik saat La Nina itu relatif lebih dingin dari perairan Indonesia,” kata Dwikorta.
“Nah kalau El Nino itu kebalikan yang perairan Indonesia relatif lebih dingin daripada Samudra Pasifik, peluang itu terjadi juga 50 persen, ini akan berkembang El Nino lemah, jadi anomalinya tipis,” pungkasnya.
Berdasarkan catatan sejarah, BMKG menyebut bahwa El Nino atau kekeringan ini terjadi setelah pertengahan tahun.
Baca Juga: Ferdy Sambo Dihukum Mati, Trisha Eungelica Luapkan Perasaanya di Instagram
Sehingga diprediksi terjadi pada Juni, Juli dan Agustus.
“Berdasarkan catatan sejarah masa lalu, El Nino kategori lemah yang terjadi setelah pertengahan tahun yaitu tadi Juni, Juli, Agustus itu setelah pertengahan tahun, El Nino yang terjadi tersebut,” kata Dwikorta.
Kendati demikian kemarau ini diperkirakan tidak berlangsung dengan waktu yang cukup lama.***

Share this article
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memberikan peringatan dan prediksi waktu soal kemarau di Indonesia dengan peluang 50 persen.