AYOJAKARTA.COM - Usai diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7.8 pada Senin 6 Februari 2023 lalu, pemerintah Turki justru menetapkan 131 orang sebagai tersangka.
Penetapan 131 orang tersangka ini dilakukan setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh pemerintah Turki kepada bangunan-bangunan yang roboh akibat dihantam gempa.
Lalu apa yang menyebabkan 131 orang ini harus berstatus tersangka di tengah duka pasca gempa yang menyebabkan puluhan ribu nyawa melayang?
Baca Juga: Viral ODGJ Meninggal di SPBU Depok, Tinggalkan Warisan Uang Ratusan Juta Rupiah
Dikatakan oleh Wakil Presiden Turki, Fuat Oktay, 131 tersangka tersebut harus bertanggung jawab atas banyaknya bangunan yang roboh akibat gempa.
"Sejauh ini 131 tersangka telah diidentifikasi bertanggung jawab atas runtuhnya beberapa dari ribuan bangunan yang rata dengan tanah di 10 provinsi yang terkena dampak," ujar Fuat seperti dikutip Ayojakarta.com pada Twitter Watcdoc Documentary @watchdoc_ID.
Penetapan 131 tersangka tersebut berdasarkan penilaian terhadap kualitas bangunan yang ternyata tidak mampu menahan guncangan gempa.
Sehingga hal tersebut berakibat menyebabkan banyaknya timbul korban jiwa yang meninggal dunia akibat tertimbun runtuhnya bangunan.
Baca Juga: Maju Tak Gentar demi Banding! Kuasa Hukum Ricky Rizal: Jangankan 13 Tahun, Satu Haripun Banding!
Berdasarkan pantauan pada 170.000 lebih bangunan, Menteri Lingkungan Hidup Turki, Murat Kurum menjelaskan bahwa 24.921 bangunan di wilayahnya telah runtuh hingga mengalaminya rusak berat akibat gempa.
Maka dari itu, kualitas bangunan benar-benar harus menjadi fokus utama saat ini.
Apalagi kualitas bangunan yang berada di daerah dimana terletak jalur patahan seismik aktif itu benar-benar harus diperhatikan.
Sehingga dapat meminimalisir timbulnya banyak korban jiwa dan menjadi suatu langkah nyata bentuk mitigasi bencana dari masyarakat.
Baca Juga: Waspada! Kenali Ciri-ciri Toxic Parent yang Kerap Tidak Disadari Orang Tua Menurut dr. Aisah Dahlan
Diketahui update terkini jumlah korban jiwa meninggal dunia akibat gempa Turki M7.8 sudah mencapai lebih dari 35.000 jiwa.
Seperti disampaikan AFP News Agency pada akun Twitter resmi @AFP.
"#UPDATE Here is the latest on the situation in quake-hit Turkey and Syria: Death toll tops 35,000, Syria agrees to open two border crossings for aid, Survivors face lack of water, poor sanitation," tulis AFP.
Yang berarti korban tewas telah mencapai 35.000 jiwa, dan Suriah setuju untuk dua penyebrangan perbatasan untuk bantuan.
Lebih lanjut, diinformasikan juga bahwa para penyintas kini menghadapi kekurangan air serta sanitasi yang buruk.***

Share this article
Usai gempa dahsyat Turki pada 6 Februari 2023, pemerentah Turki tetapkan 131 orang jadi tersangka runtuhnya bangunan kok bisa?