Seperti Apa Prediksi 2025? Ini Perubahan Sistem PPG Prajabatan Sejak 2 Tahun Terakhir

Illustrasi. Prediksi PPG tahun 2025, Ini Perubahan Sistem PPG Prajabatan Sejak 2 Tahun Terakhir
Illustrasi. Prediksi PPG tahun 2025, Ini Perubahan Sistem PPG Prajabatan Sejak 2 Tahun Terakhir

AYOJAKARTA.COM - Program Pendidikan Profesi Guru (PPG Prajabatan) terus mengalami perubahan dari tahun ke tahun.

Program yang bertujuan mencetak generasi guru profesional ini disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan nasional.

Ini adalah rangkuman perbedaan sistem PPG Prajabatan dari tahun 2023 hingga prediksi sistem tahun 2025.

Baca Juga: Pertarungan Oppo Find X8 Pro vs Vivo X200 Pro, Mana Flagship Premium yang Lebih Unggul?

PPG Prajabatan adalah program pendidikan khusus bagi calon guru yang belum memiliki jabatan.

Program ini berlangsung selama dua semester dan mencakup perkuliahan, praktik kerja lapangan, proyek kepemimpinan, hingga pendampingan.

Pesertanya adalah lulusan sarjana atau diploma 4 dari berbagai jurusan.

Adapun manfaat utama dari PPG Prajabatan ini adalah memberikan keterampilan mengajar, sertifikasi pendidik, serta peluang menjadi ASN PPPK.

> Perbedaan Sistem PPG 2023 dan 2024

PPG Prajabatan 2023 menggunakan Sistem Konvensional

1. Tahapan Seleksi

- Dimulai dengan seleksi administrasi berupa pengisian esai.

- Tes substantif dilakukan di lokasi yang dapat dipilih peserta sesuai domisili.

- Diakhiri dengan wawancara.

2. Penempatan Kuliah

- Peserta memilih dua lokasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

- Penempatan final ditentukan oleh pemerintah pusat.

3. Setelah Lulus

- Peserta mendapatkan sertifikat pendidik dan mengikuti aplikasi "mapping" untuk penempatan seleksi ASN PPPK.

- Penempatan bisa jauh dari domisili peserta, seperti di wilayah yang kekurangan guru.

Baca Juga: PPG Prajabatan 2025: Simak Panduan Soal Tes Substantif Literasi Lengkap dengan Tips dan Pembahasan

Sedangkan PPG Prajabatan 2024 memakai Sistem Preferensi Pengabdian

1. Tahapan Seleksi

- Sama seperti 2023, tetapi peserta harus memilih lokasi pengabdian sejak awal pendaftaran.

- Lokasi ini menjadi acuan untuk penempatan ASN PPPK setelah lulus.

2. Penempatan Kuliah

- LPTK yang dipilih disesuaikan dengan lokasi pengabdian.

- Peserta yang memilih lokasi pengabdian dengan persaingan tinggi harus bersaing ketat untuk diterima.

3. Setelah Lulus

- Peserta langsung mengikuti seleksi ASN PPPK di lokasi pengabdian yang dipilih.

- Sistem ini diterapkan untuk memastikan lulusan PPG terserap di wilayah yang membutuhkan guru.

Baca Juga: AWAS PENIPUAN! Info Lowongan Petugas Haji yang Masih Beredar Ternyata Hoaks

> Prediksi Sistem PPG Prajabatan 2025

Menurut berbagai sumber dan analisis pola perubahan, sistem PPG 2025 diprediksi akan lebih terintegrasi dengan seleksi ASN PPPK. Berikut adalah kemungkinan besar perubahan:

1. Seleksi Awal

- Tes administrasi, substantif, dan wawancara terintegrasi dengan seleksi teknis ASN PPPK, termasuk aspek sosiokultural dan manajerial.

- Calon peserta harus siap ditempatkan di seluruh Indonesia.

2. Penempatan Kuliah

- Sama seperti 2024, peserta memilih LPTK berdasarkan lokasi pengabdian.

3. Setelah Lulus

- Peserta langsung menjadi ASN PPPK tanpa tes tambahan.

- Kebijakan ini bertujuan menggantikan guru-guru yang pensiun pada 2025-2026.

Baca Juga: Sedang Digodok! Ada 4 Kebijakan Baru Mendikdasmen: Format 'Pembelajaran Ramadhan' hingga UN Versi Baru

> Harapan dan Tantangan

Perubahan sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penempatan guru di seluruh Indonesia.

Namun, calon guru harus bersiap menghadapi tantangan, termasuk penempatan di wilayah yang jauh dari domisili.

Bagi yang ingin berpartisipasi, komitmen untuk mengabdi di lokasi yang membutuhkan guru sangat diperlukan.

Untuk informasi lebih lanjut dan pembaruan sistem PPG 2025, pantau terus berita dari Kementerian Pendidikan atau platform resmi lainnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# PPG Prajabatan
# prediksi
# Perbedaan
# 2025
# ASN

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.