Mengenai Kerokan Bisa Sembuhkan Penyakit, Begini Penjelasan dari Sisi Medis

Mengenai Kerokan Bisa Sembuhkan Penyakit, Begini Penjelasan dari Sisi Medis

Mengenai Kerokan Bisa Sembuhkan Penyakit, Begini Penjelasan dari Sisi Medis

AYOJAKARTA.COM - Berikut ini adalah penjelasan dari sisi medis soal kerokan yang bisa sembuhkan penyakit. 

Sebagaimana diketahui, kerokan termasuk pengobatan tradisional yang masih kerap dilakukan hingga saat ini, lantas bagaimana menurut medis?

Di era modern saat ini, kerokan memang masih menjadi perdebatan untuk kesehatan.

Baca Juga: 3 Minuman Sehat Penurun Kolestrol Tinggi ala dr. Saddam Ismail

Simak penjelasannya sebagai berikut terkait penjelasan medis kerokan yang bisa sembuhkan penyakit. 

Seperti dilansir AyoJakarta.com dari Ayo Indonesia.com dengan judul "Penjelasan Medis Mengenai Kerokan yang Dapat Menyembuhkan Penyakit".

Pengobatan tradisional merupakan sesuatu yang sering diperdebatkan di masa modern ini.

Baca Juga: Ramalan Cinta Zodiak Bulan Agustus 2022: Hubungan Gemini Lebih Sehat, Scorpio Menemukan Kedamaian

Di satu sisi, banyak penelitian telah membuktikan bahwa pengobatan tradisional seringkali tidak efektif dan justru kadang-kadang berdampak negatif terhadap tubuh.

Namun di sisi lain, banyak dari kita juga pernah mengalami momen di mana pengobatan tradisional menyembuhkan penyakit yang sebelumnya tidak mempan sama obat-obatan modern. kerokan termasuk salah satu dari pengobatan tradisional ini.

Lalu, dari mana datangnya metode pengobatan unik ini? Bagaimana cara kerjanya dan apakah kerokan benar-benar dapat menyembuhkan? Apakah semua itu hanya sugesti?

Baca Juga: Resep Obat Kuat Alami untuk Menjaga Stamina Tubuh Agar Tetap Sehat Ala dr. Zaidul Akbar

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita simak dalam dalam artikel ini hingga selesai, sebagaimana dilansir dar kanal YouTube – Neuron.

Kerokan merupakan sebuah metode pengobatan dengan cara menekan dan menggesekkan benda tumpul, biasanya uang logam secara berulang-ulang di permukaan kulit sampai muncul garis-garis berwarna merah.

Dalam melakukan kerokan tersebut, diperlukan cairan yang berfungsi sebagai pelicin, misalnya minyak herbal, skin lotion, atau balsem. kerokan umumnya digunakan untuk mengobati gejala masuk angin atau flu.

Baca Juga: Cara Sehat Atasi Hubungan Intim yang Diganggu Ejakulasi Dini ala dr Zaidul Akbar Agar Kuat dan Tahan Lama

Seperti halnya begitu banyak pengobatan tradisional, kerokan berasal dari China tepatnya pada zaman Dinasti Ming dan dikenal dengan nama Gua Sha.

Seiring berjalannya waktu, teknik pengobatan ini menyebar ke berbagai negara di Asia seperti Vietnam, Kamboja, dan tentunya Indonesia.

Menurut kepercayaan China, kerokan berhubungan erat dengan konsep Yin dan Yang. Yin dan yang dalam tubuh manusia diumpamakan sebagai hawa dingin dan hawa panas.

Baca Juga: Cara Sehat Atasi Hubungan Intim yang Diganggu Ejakulasi Dini ala dr Zaidul Akbar Agar Kuat dan Tahan Lama

Kerokan menghangatkan tubuh kemasukan angin dingin, sehingga menyeimbangkan kembali Hawa dingin dan panas dalam tubuh. Tentunya, terdapat penjelasan yang lebih scientific mengenai kerokan terhadap tubuh.

Secara singkat, kerokan meningkatkan sirkulasi darah di bagian tubuh yang dikerok. Peningkatan sirkulasi darah dan ditambah dengan kehangatan dari balsem yang digunakan, menyebabkan efek pereda nyeri.

Efek ini telah ditemukan sangat efektif untuk pemulihan otot bagi atlet serta meredakan nyeri di leher dan pundak bagi orang yang menggunakan komputer berkepanjangan.

Baca Juga: Dorong Gaya Hidup Sehat, bank bjb Dukung Pocari Sweat Run Indonesia 2022

Namun, dalam halnya masuk angin tidak ada penelitian yang menemukan korelasi antara kerokan dengan menghilangkan gejala masuk angin.

Selebihnya, garis-garis merah yang dihasilkan kerokan tidak ada hubungannya dengan keluarnya angin dari tubuh, melainkan karena pelebaran pembuluh kapiler yang berada di kulit.

Umumnya, masuk angin atau influenza akan hilang dengan sendirinya seiring dengan meningkatnya sistem imun tubuh.

Baca Juga: Ingin Lebih Sehat, Pakar Rekomendasikan Campuran Makanan Ini

Maka kemungkinan besar, kerokan hanya membantu meredakan nyeri dan mempermudah istirahat bagi penderitanya. Secara garis besar, kerokan aman untuk dilakukan.

Meskipun demikian, kerokan masih memiliki beberapa resiko salah satunya adalah reaksi alergi pada kulit yang digosok. Resiko ini lebih besar apabila benda yang digunakan untuk kerokan tidak steril.

Pada akhirnya, kerokan merupakan salah satu pengobatan tradisional yang memang dapat membawa dampak positif terhadap tubuh, asalkan dilakukan dengan benar.

Namun, penting untuk mengingat keterbatasan dari pengobatan tradisional seperti kerokan, supaya kita tahu kapan perlu kerok dan kapan perlu ke dokter.*** (AyoIndonesia.com)

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Metropolitan 04 Jun 2026, 13:05 WIB

30 Rumah Warga Hangus Terbakar di Jakarta Pusat, Pemkot Jakpus Gerak Cepat Berikan Bantuan!

Kebakaran kembali terjadi didi Jalan Tanah Tinggi IV RT 09 RW 07, Johar Baru, Jakarta Pusat, sekitar pukul 00.15 WIB pada Kamis, 4 Juni 2026 dini hari yang menghanguskan 30 rumah warga.

News 04 Jun 2026, 11:51 WIB

Bikin Geleng Kepala! 4 Tindakan Dugaan Korupsi Ex Kepala BGN Dadan Hindayana Cs

Kejaksaan Agung sudah menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan mantan Wakil Kepala BGN Sony Sanjayana dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG

Komunitas 04 Jun 2026, 10:59 WIB

ISMN Meet Up Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Jembatan Sukses Kreator Lokal Hadapi Dinamika Industri

ISMN Meet Up Surabaya 2026 resmi dibuka! Ajang kolaborasi kreatif untuk bantu kreator lokal bertahan dan bertumbuh di tren media sosial.

Jakarta Barat 04 Jun 2026, 10:51 WIB

Diduga Artefak, Sudin Kebudayaan Jakarta Barat Tindak Lanjut Temuan 4 Lempengan Batu Granit Aksara Cina!

Diduga artefak, temuan lempengan batu di wilayah Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan ditindaklanjuti oleh Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat.

News 04 Jun 2026, 10:16 WIB

Jembatan Baru Komunikasi Publik, ISMN Hubungkan Kominfo Jatim dan Homeless Media

ISMN gandeng Kominfo Jatim rangkul Homeless Media! Sinergi radikal ini siap ubah peta informasi dan guncang dominasi media arus utama.

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:47 WIB

679 Jiwa Terdampak Kebakaran Kemayoran, Dinsos DKI Berikan Bantuan Logistik: Makanan hingga Layanan Dukungan Psikososial

Dinas Sosial DKI Jakarta diketahui memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, kebutuhan dasar, perlengkapan keluarga dan sekolah, termasuk Layanan Dukungan Psikososial serta dukungan hunian

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:11 WIB

Prediksi Cuaca DKI Jakarta Kamis 4 Juni 2026: 4 Wilayah Serentak Hujan Sore hingga Malam Hari

Informasi seputar prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari Kamis, 4 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 22:20 WIB

Aturan Baru Cukai Rokok dan Kemasan Polos, Sanggupkah 6 Juta Pekerja Tembakau Bertahan?

Layer baru cukai 2026 & aturan kemasan polos ancam industri rokok legal. Kebijakan ini dinilai memicu PHK masif bagi 6 juta pekerja & petani. Ahli desak penguatan hukum nyata, bukan regulasi baru.

Pendidikan 03 Jun 2026, 21:51 WIB

UIC Creative Showcase 2026 bertema “The Great Britain Festival in Indonesia” Saatnya Unjuk Gigi di Negeri Inggris Raya

UIC College, dibawah naungan USG Education Group menggelar UIC Creative Showcase 2026 bertema "The Great Britain Festival in Indonesia".

Nasional 03 Jun 2026, 20:58 WIB

Dilema Cukai Rokok 2026, Mengapa Produsen Legal Merasa Dikorbankan oleh Layer Baru Menkeu?

Rencana layer baru cukai 2026 untuk akomodasi rokok ilegal dinilai tidak adil bagi pabrikan patuh. Kebijakan ini memicu moral hazard, ancam pangkas Rp150 T kas negara, dan rontokkan industri legal.

Bisnis 03 Jun 2026, 20:40 WIB

BTN Perluas Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu ke 8 Provinsi

BTN berkolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus untuk mendorong pengurangan emisi dan pengelolaan sampah bernilai ekonomi.

Nasional 03 Jun 2026, 19:24 WIB

Dampak Kenaikan Harga Bioetanol Terhadap Program Mandatori B50 2026

Target mandatori B50 RI pada 2026 untuk stop impor solar terancam kenaikan harga bioetanol (Rp8.062/liter). Lonjakan akibat pelemahan kurs rupiah ini berisiko membengkakkan beban subsidi energi negara

News 03 Jun 2026, 17:51 WIB

Kasus Jual Beli SPPG? Mantan Petinggi BGN: Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Ditahan Kejagung!

Setelah dicopot, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dan dibawa ke mobil pada Rabu, 3 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 17:24 WIB

Ironi Transisi Energi, Saat Kurs Rupiah Rp17.000 Ikut Mengerek Harga Biodiesel dan Bioetanol

Transisi energi Indonesia terganjal kurs rupiah di atas Rp17.000/USD. Meski bahan baku lokal, biaya konversi bioetanol & biodiesel Juni 2026 pakai denominasi dolar AS, bikin harga BBN rapuh & mahal.

Pendidikan 03 Jun 2026, 17:18 WIB

SPMB SMP DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Simak Persyaratan dan Batas Waktu Verifikasi Akun

Tahapan prapendaftaran SPMB Jakarta 2026 ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga 10 Juni 2026.

Otomotif 03 Jun 2026, 17:05 WIB

Awas Ketinggalan! Program Pemutihan Pajak dari Bapenda DKI Hanya 3 Bulan Saja Loh, Catat Tanggalnya Ya...

Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI memberikan keringanan untuk penghapusan sanksi PKB dan BBNKB mulai 1 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 16:27 WIB

Siapa Saja Sosok Pimpinan Baru di Badan Gizi Nasional? Intip Profilnya

Presiden Prabowo rombak total pimpinan Badan Gizi Nasional akibat program Makan Bergizi Gratis rapor merah (20rb kasus keracunan & 98% dapur ilegal). Nanik S. Deyang ditunjuk jadi Kepala BGN baru.

Nasional 03 Jun 2026, 15:42 WIB

Badan Gizi Nasional Diguncang Geledah Kejagung dan Perombakan Total, Ada Apa?

Presiden Prabowo copot Kepala BGN Dadan Hindayana akibat rapor merah program Makan Bergizi Gratis (20 ribu kasus keracunan). Kantor BGN pun digeledah Kejagung terkait dugaan korupsi dan unit ilegal.

Bisnis 03 Jun 2026, 15:18 WIB

Gandeng Pertamina Patra Niaga JBB, Kelompok Kampung Sirih Mandiri Finansial Berkat Bisnis Ecoprint

Pertamina Patra Niaga Regional JBB gelar Pelatihan Ecoprint di Kampung Sirih Serpong demi bangun ekonomi sirkular dan SDGs.