JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Asosiasi Sepak Bola Britania Raya belum lama ini mengeluarkan pedoman teranyar untuk para pelatih. Mereka diminta tidak melatih anak di bawah usia 11 tahun di Inggris, Skotlandia, dan Irlandia untuk menyundul bola.
Penelitian yang dirilis Universitas Glasgow pada Oktober 2019 mengungkap bahwa mantan pesepak bola 3,5 kali lebih mungkin meninggal dunia karena penyakit otak degeneratif. Mereka juga lima kali lebih berisiko mengidap parkinson.
AYO BACA : 32 Tahun Konsumsi Kentang Goreng, Pria Ini Berisiko Diabetes
Dalam riset, tidak ada bukti yang mengaitkan penyakit tersebut dengan kegiatan menyundul bola. Asosiasi Sepak Bola merilis pedoman sebagai langkah antisipasi guna mencegah berbagai risiko potensial yang mungkin terjadi.
"Pedoman yang diperbarui ini merupakan evolusi dari pedoman yang sudah ada agar pelatih dan guru olahraga mengurangi frekuensi anak dan remaja menyundul yang berulang dan tidak perlu," ujar kepala eksekutif asosiasi, Mark Bullingham.
AYO BACA : Yakin 10 Ribu Langkah Sehari Bisa Bikin Kurus?
Konsultan neuropatologi Willie Stewart yang memimpin studi Universitas Glasgow telah diminta untuk menyimak pedoman baru tersebut. Dia menganggap keputusan asosiasi sangat masuk akal guna mengurangi faktor risiko.
"Diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit neurodegeneratif pada pemain sepakbola," ungkapnya, dikutip dari laman BBC.
Pedoman juga membatasi anak yang lebih besar untuk menyundul bola. Pada anak dengan rentang usia 11 tahun sampai 18 tahun, latihan menyundul bola tidak menjadi prioritas. Latihan tersebut secara bertahap ditambah frekuensinya saat usia 16 tahun.
Aturan baru itu hanya mengatur proses latihan. Tidak ada perubahan mengenai ketentuan menyundul bola dalam pertandingan. Bagaimanapun, sebagian pihak mempertanyakan pedoman itu karena pertandingan dan aksi menyundul bola di lapangan butuh keterampilan mendasar.
Selain tiga wilayah yang sudah disebutkan, panduan tersebut belum berlaku di Wales. Meski demikian, Asosiasi Sepak Bola Wales menyatakan tengah meninjau pedoman untuk pelatih bola anak-anak yang disusun berdasarkan riset ilmiah itu.
AYO BACA : Terlalu lama Menatap Layar Komputer Bisa Sebabkan Vision Computer Syndrome
Share this article
Penelitian yang dirilis Universitas Glasgow pada Oktober 2019 mengungkap bahwa mantan pesepak bola 3,5 kali lebih mungkin meninggal dunia karena penyakit otak degeneratif. Mereka juga lima kali lebih berisiko mengidap parkinson. Dalam riset, tidak ada bukti yang mengaitkan penyakit tersebut dengan kegiatan menyundul bola. Asosiasi Sepak Bola merilis pedoman sebagai langkah antisipasi guna mencegah berbagai risiko potensial yang mungkin terjadi.