AYOJAKARTA.COM-- Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi dan Estetika YPK Mandiri, dr. Maria Clarissa Wiraputranto, Sp.D.V.E, menyoroti hubungan erat antara kesehatan kulit dan perubahan hormonal pada perempuan. “Kulit merupakan organ terbesar tubuh yang sangat responsif terhadap perubahan fisiologis dan hormonal sepanjang kehidupan perempuan," kata dia di Jakarta, Kamis 12 Maret 2026.
Dia menjelaskan bahwa kulit memiliki banyak reseptor hormon seperti estrogen, progesteron, dan androgen, sehingga fluktuasi hormon dapat langsung memengaruhi kondisi kulit, rambut, serta jaringan di sekitarnya. "Karena itu, kondisi kulit sering kali menjadi cerminan dari keadaan internal tubuh, termasuk kesehatan hormonal dan reproduksi perempuan,” jelasnya.
Menurut dr. Maria, perubahan hormonal yang terjadi pada berbagai fase kehidupan perempuan dapat memunculkan berbagai kondisi kulit yang khas. Menjelang menstruasi, misalnya, peningkatan hormon progesteron dan androgen dapat memicu produksi minyak berlebih sehingga kulit menjadi lebih berminyak atau muncul jerawat.
Selama kehamilan, peningkatan hormon dapat menyebabkan hiperpigmentasi seperti melasma atau garis gelap pada perut (linea nigra). Sementara pada kondisi seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), kadar androgen yang lebih tinggi dapat memicu jerawat persisten, kulit berminyak, hingga pertumbuhan rambut berlebih.
“Perubahan juga terjadi setelah persalinan maupun saat perempuan memasuki fase penuaan dan menopause. Setelah melahirkan, penurunan hormon dapat menyebabkan rambut rontok sementara, kulit lebih sensitif, atau munculnya jerawat hormonal. Sementara menjelang menopause, berkurangnya hormon estrogen dapat menurunkan produksi kolagen sehingga kulit menjadi lebih kering, tipis, dan lebih mudah muncul kerutan," jelas dia.
Menurut dr. Maria, hal ini menunjukkan bahwa perubahan pada kulit tidak selalu disebabkan oleh faktor eksternal seperti skincare atau lingkungan, tetapi juga oleh kondisi hormonal di dalam tubuh.
Ia menekankan pentingnya pendekatan perawatan yang mengintegrasikan dermatologi dengan layanan kesehatan perempuan lainnya, termasuk ginekologi, sehingga perempuan tidak hanya berfokus pada perawatan kulit dari luar, tetapi juga memahami kondisi kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Peduli pada layanan kesehatan perempuan di Indonesia, Health360 Indonesia berkolaborasi dengan YPK Mandiri meresmikan Aesthetic Gynecology Center. Center ini menjadi pusat layanan pertama di Indonesia yang secara khusus mengintegrasikan estetika ginekologi dengan berbagai disiplin kesehatan lainnya.
Termasuk dermatologi, brain wellness, dan pain management dalam satu ekosistem kesehatan holistik yang dirancang untuk membantu perempuan Indonesia mendapatkan kembali kesehatan, kenyamanan, serta kualitas hidup yang lebih baik.
Founder Health360 Indonesia x YPK Mandiri Aesthetic Gynecology Center, dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp.OG, MM, MARS menyebut ini merupakan klinik estetika ginekologi pertama di Indonesia yang mengusung konsep integrasi menyeluruh
"Pendirian center ini dilatarbelakangi oleh visi untuk menghadirkan paradigma baru dalam layanan kesehatan perempuan di Indonesia. Kesehatan perempuan tidak bisa lagi dilihat secara terpisah antara aspek medis, estetika, maupun psikologis," jelas dia.
Untuk mewujudkan visi tersebut, lanjut dia, center ini mengusung konsep kesehatan dan kecantikan holistik dengan menghadirkan ekosistem wellness yang terintegrasi. Layanan yang tersedia tidak hanya mencakup estetika ginekologi sebagai layanan utama, tetapi juga perawatan skin care dan plastic surgery yang mendukung kepercayaan diri secara visual.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Berbagi, PNM dan Media Ciptakan Momen Ramadan Tak Terlupakan di Rumah Azaki
“Selain itu, kami juga memiliki layanan di bidang urology, pain management untuk membantu pasien mengatasi keluhan nyeri kronis, serta rehabilitasi medis guna menunjang pemulihan fungsi tubuh. Sebagai pelengkap, layanan brain wellness juga dihadirkan untuk mendukung kesehatan mental dan fungsi kognitif, sehingga perempuan dapat merasakan manfaat kesehatan secara menyeluruh,” jelas Dokter Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) Utama itu.
Share this article
Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi dan Estetika YPK Mandiri, dr. Maria Clarissa Wiraputranto, Sp.D.V.E, menyoroti hubungan erat antara kesehatan kulit dan perubahan hormonal pada perempuan.