Ini Alasan Kenapa Masyarakat Tidak Perlu Panik Berlebih, Meski oleh WHO Virus Mpox Ditetapkan Sebagai Darurat Kesehatan Global

Virus Mpox
Virus Mpox

AYOJAKARTA.COM - Monkeypox atau Mpox atau sering juga disebut Cacar Monyet hingga saat ini masih menjadi sorotan di banyak negara dunia.

Penyebaran virus yang cukup signifikan pada sejumlah negara di benua Afrika dalam beberapa tahun terakhir membuat WHO memberi perhatian khusus kepada Mpox.

Terlebih setelah hampir sebanyak 70 negara di dunia tercatat juga memiliki pasien yang sudah terkonfirmasi positif terjangkit virus Mpox.

Karena beberapa alasan tersebut, penting bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk mengetahui fakta-fakta tentang virus Mpox.

Baca Juga: 7 Ide Usaha Modal Kecil Bisa Dilakukan di Depan Rumah, Jualan Pulsa dan Aksesoris HP Patut Dicoba

Dengan mengetahui fakta tersebut, maka proses pencegahan serta penanganan terhadap bahaya virus Mpox dapat lebih diwaspadai.

Fakta pertama yang perlu diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat tentang Mpox adalah bukan merupakan jenis virus baru.

Virus Mpox yang sudah ada sejak tahun 1958, pertama kali terdeteksi pada Monyet di negara Denmark.

Temuan kasus virus Mpox pada manusia, pertama kali terjadi pada tahun 1970 di negara Demokratik Kongo hingga kemudian merebak di Afrika Barat serta Afrika Tengah.

Baca Juga: Gagal Sipencatar Lanjut CPNS Kemenhub, Ini 3 Formasi yang Bisa Didaftar untuk Lulusan SMA Lengkap Kuota Kebutuhan dan Persyaratan

Penyebaran virus Mpox yang menghantui sebanyak lebih dari 70 negara di dunia, membuat WHO memberikan status Darurat Kesehatan Global pertama kalinya pada tahun 2022.

Status Darurat Kesehatan Global yang ditetapkan WHO sebagai Organisasi Kesehatan Dunia, kembali ditetapkan pada tahun 2024.

Fakta Kedua, orang yang terjangkit virus Mpox akan mengalami sakit kepala, demam dan meriang, nyeri otot, ruam pada kulit, rasa lelah, serta timbulnya kelenjar getah bening.

Berbeda dengan virus Covid yang ditularkan melalui udara, proses penularan virus Mpox terjadi akibat adanya kontak langsung dengan penderita serta berkepanjangan.

Selain dapat ditularkan melalui saluran pernafasan, virus Mpox sangat rentan ditularkan melalui hubungan intim dengan penderita.

Proses penularan virus Mpox juga dapat disebabkan karena adanya sentuhan dengan luka atau selaput lendir, kehamilan dari ibu ke janin, serta kontak dengan hewan yang terinfeksi.

Fakta ketiga yang perlu diketahui serta dipahami oleh seluruh masyarakat terkait virus Mpox adalah tidak perlu dikuatirkan secara berlebihan.

Salah satu alasan kuat virus Mpox tidak perlu dikuatirkan adalah karena Indonesia sudah memiliki vaksin seharga Rp 3,5 Juta per dosis sebagai perisai kesehatan.

Baca Juga: Download Resetter Epson L3210 Terbaru dan Panduan Lengkap Mengatasi Masalah Printer

Mengingat biaya yang relatif mahal karena jumlahnya yang terbatas, vaksin hanya dapat diberikan untuk kalangan tertentu serta terbatas.

Tidak seperti penanganan virus Covid, pemberlakuan karantina bagi pasien, wajib vaksin atau lockdown untuk wilayah umum tidak diberlakukan. ***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Afrika
# virus Mpox
# WHO

News Update

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.