AYOJAKARTA.COM – Tingginya angka PHK disertai minimnya jumlah lapangan pekerjaan atau pengangguran, berpotensi membawa berbagai dampak dan persoalan kemanusiaan.
Selain meningkatnya angka kriminal dan penyakit sosial, tingginya angka PHK dan pengangguran juga berpotensi membawa dampak penurunan intelektual dan emosional.
Bisa berujung pada berbagai gangguan kecemasan bahkan kejiwaan, para korban PHK serta pengangguran perlu segera mendapat perhatian.
Berbagai bentuk negativitas seperti penurunan semangat, self esteem rendah, rasa tidak berdaya dalam spektrum lebih mendalam dapat membuat seseorang bertindak diluar nalar.
Karena itu, formula penanganan terhadap para korban PKH serta pengangguran yang saat ini masih berjuang mencari pekerjaan tidak boleh begitu saja diabaikan.
Pernyataan mengenai pentingnya kesadaran peran dari masing-masing individu serta pemerintah tersebut merupakan pandangan dr. Lamargo selaku Spesialis Kedokteran Jiwa.
Menurut dr. Lamargo, Sp.KJ, salah satu hal penting yang perlu menjadi sandaran bagi para korban PHK dan pencari kerja adalah dukungan dari orang-orang terdekat.
Individu dalam keadaan yang lemah secara psikis atau mental, menurutnya sangat rentan untuk mengalami perubahan perilaku sehingga perlu dirangkul.
Guna mencegah timbulnya perasaan hampa dan rasa kesendirian yang terus berkelanjutan, menurut dr. Lamargo adalah dengan tidak menambah tekanan.
Memaksakan harapan terlalu tinggi kepada seseorang yang sedang dalam proses berjuang, justru dapat membuat keadaan menjadi memburuk.
Memastikan bahwa para korban PHK dan pencari kerja tidak merasa berjuang sendirian, menurut dr. Lamargo sangat penting dilakukan.
Baca Juga: Jangan Sampai Salah! Ini Cara Mudah Unduh dan Cetak Bukti Pendaftaran SPMB Jabar 2025
Sikap empati atau kemampuan merasakan situasi orang lain serta perbuatan simpatik atau kesanggupan memahami kondisi orang lain, adalah kunci menjaga kesehatan mental.
Untuk mencapai keseimbangan peran, para korban PHK atau pencari kerja juga perlu menyadari kondisi dari orang-orang yang diperjuangkannya.
Salah satu hal penting yang juga perlu dipertimbangkan oleh para korban PHK dan pencari kerja adalah mengalihkan fokus kepada tindakan alternatif serta bersifat positif.
Terlalu ambisius dan memaksakan keberuntungan sehingga mengabaikan sisi-sisi kemanusiaan, menurut dr. Lamargo buruk bagi kesehatan mental.
Baca Juga: Mentawai Nyaris Bernasib Seperti Raja Ampat, Hutan Adat Terancam Digunduli oleh Izin Pemerintah
Agar kesehatan mental tetap sehat, kecerdasan emosional serta intelektual tidak cepat berkarat; setiap korban PHK dan pencari kerja perlu mengatur jeda atau rehat.
Selain menerapkan pola hidup sehat tanpa mengesampingkan faktor iman, kegiatan yang bersifat retrospektif namun tetap produktif adalah menggeluti hobi atau kegemaran.
Beberapa jenis hobi seperti berkebun, berternak, menulis cerita atau berafiliasi dengan layanan e-commerce sebagai mitra atau marketing bisa untuk menambah pemasukan. ***
Share this article
Tingginya PHK & pengangguran berdampak ke mental. Dukungan, empati & hobi positif penting untuk jaga kesehatan jiwa.