AYOJAKARTA.COM - Menurut dokter Jiemi, banyak orang tua dengan anak yang mengalami depresi bertanya-tanya, mengapa anak mereka depresi.
Pertanyaan tersebut sering kali menyiratkan keyakinan bahwa seseorang mengalami gangguan mental karena satu peristiwa atau sebab yang signifikan.
Banyak orang beranggapan bahwa di balik kondisi seperti itu terdapat gangguan besar yang luar biasa, terang dokter Jiemi dalam akun TikToknya @jiemiardian.
Misalnya, mereka mungkin berkata, "Oh, itu karena skripsinya", "Oh, itu karena putus dengan pacarnya", atau "Oh, itu karena orang tuanya bertengkar atau bercerai."
Ada anggapan bahwa suatu peristiwa berdampak besar pada kondisi seseorang hingga berujung pada gangguan jiwa.
Baca Juga: Ini Dia Rahasia untuk Dapatkan UKT Rendah, Catat Baik-Baik!
Meski bukan karena trauma, ada yang mungkin berpikir, "Oh, mereka kurang bersyukur", "Oh, mereka kurang religius", atau "Oh, mereka kurang dekat dengan Tuhan", dan masih banyak lagi alasan lainnya. .
Padahal, tidak ada faktor tunggal yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan jiwa.
Hal ini selalu bersifat multidimensi—genetika, gaya mengasuh anak, pola makan, aktivitas, trauma masa lalu, pemicu stres saat ini, hubungan kita dengan orang lain, dan sebagainya.
Semua kompleksitas ini berkontribusi terhadap gangguan mental.
Intinya, gangguan jiwa tidak disebabkan oleh satu faktor saja yang menimbulkan masalah bagi seseorang.
Kalau ada pemberitaan menyebutkan seseorang depresi karena terlambat membayar biaya kuliah, putus cinta, atau karena skripsi, itu tidak benar.
Gangguan jiwa selalu bersifat kompleks.
Baca Juga: Tips Memilih Jurusan Kuliah buat Kamu yang Mementingkan Karier di Masa Depan
Kita tidak bisa menyederhanakan permasalahan yang serius dan kompleks hanya dengan satu konsep sederhana seperti bersyukur, beribadah, dan sebagainya. Tidak!
Kita harus menyadari terlebih dahulu bahwa gangguan jiwa itu kompleks. Tidak ada satu konsep sederhana yang dapat mewakilinya.***
Baca Juga: Tes Sifat Kepribadian Berdasarkan Jari Telunjuk, Kamu Termasuk Lurus, Runcing atau Berliku?

Share this article
Gangguan jiwa yang menyerang seorang anak ternyata tidak dipicuoleh faktor tunggal, begini penjelasan menurut psikiater