AYOJAKARTA.COM - Dokter Jiemi Ardian melalui akun TikTok pribadinya @jiemiardian membagikan pengalamannya membaca buku “Bad Therapy: Why the Kids Aren't Growing Up” karya Abigail Shrier.
Poin utama dari buku ini adalah bahwa penekanan yang terlalu kuat pada pentingnya terapi dan validasi emosional bisa berbahaya, menjadi senjata makan tuan, terutama bagi anak-anak dan remaja.
Buku ini menyarankan bahwa dalam beberapa budaya, segala sesuatu dipandang sebagai masalah, dan setiap masalah emosional diperlakukan sebagai gangguan psikologis yang memerlukan validasi.
Pendekatan ini dapat menjadi masalah, menjadi senjata makan tuan, bagi kaum muda.
Baca Juga: Bisa Dilamar Lulusan SMA! Kemenhub Buka 18.017 Kuota Seleksi CASN 2024, Cek Rincian Formasi di Sini
Memang betul, emosi perlu divalidasi, tetapi jika hanya itu yang dilakukan, anak-anak dan remaja mungkin akan kesulitan memahami kenyataan secara objektif.
Mereka tidak akan belajar tentang konsekuensi dari tindakan yang mereka lakukan.
Bayangkan seorang remaja yang menindas seseorang.
Mereka mungkin membenarkan perilakunya dengan mengatakan bahwa mereka melakukannya karena disakiti oleh orang tuanya, sehingga perasaan mereka perlu diakui.
Pendekatan ini mengabaikan fakta bahwa tindakan mereka harus mempunyai konsekuensi.
Dengan hanya berfokus pada validasi emosional, kita mungkin kehilangan pelajaran penting tentang disiplin, ketahanan, dan konsekuensi tindakan.
Hal ini dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan generasi muda yang sehat.
Baca Juga: Jalur Zonasi PPDB Jakarta 2024 Resmi Dibuka, Berikut Daftar Referensi 20 SMA Terbaik
Dokter Jiemi tidak mengatakan bahwa validasi emosional itu tidak penting.
Tapi ini seperti berjalan dengan dua kaki: satu kaki adalah validasi emosional, dan yang lainnya adalah ketahanan.
Kita tidak bisa hanya mengandalkan satu kaki dan berharap bisa berjalan dengan mantap.
Sebagai pembuat konten dan terapis, dokter Jiemi mengingatkan bahwa yang penting bukan hanya emosi atau trauma.
Trauma memang perlu diatasi, begitu pula pertumbuhan, ketahanan, dan pemulihan.
Kuncinya adalah keseimbangan, tandas dokter Jiemi.***

Share this article
Begini penjelasan menurut sudut pandang psikiater soal validasi emosi bisa jadi senjata makan tuan, cek selengkapnya berikut.