7 Alasan Psikologis Mengapa Orang Melakukan Bully, Salah Satunya Pernah Jadi Korban

Ilustrasi Korban Bully
Ilustrasi Korban Bully

AYOJAKARTA.COM -- Belakangan ini marak sekali kasus bully di tengah masayarakt.

Kira-kira apa alasan mereka melakukan bully?

Artikel kali ini akan membahas alasan psikologis mengapa seseorang melakukan bully.

Bullying merupakan semua bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh orang atau kelompok yang lebih kuat.

Baca Juga: Tes IQ: Temukan Kesalahan dalam Foto Keluarga Ini, dalam Waktu 10 Detik

Sayangnya, bullying sudah menjadi bagian umum dari lingkungan sosial manusia.

Tapi, bukan berarti bukan berarti bully dibolehkan dan disepelekan begitu saja.

Dengan mengetahui alasan apa yang membuat seseorang melakukan bully, maka diharapkan bisa membantu mengatasi masalah ini dan menghentikan perilaku bullying di masyarakat.

Ada berbagai macam alasan psikologis mengapa seseorang melakukan bully.

Dikutip ayojakarta.com dari Instagram @meaningful.me pada Rabu (22/11/2023), berikut tujuh alasan psikologis mengapa seseorang melakukan bully.

Baca Juga: Highly Sensitive Person atau HSP: Kepribadian Seseorang yang Dikenal Mudah Baper tapi Ternyata Langka!

1. Memiliki trauma emosional

Alasan psikologis pertama mengapa seseorang melakukan bully karena mereka memiliki trauma emosional.

Walaupun trauma tak bisa dijadikan alasan bagi siapapun untuk menyakiti orang lain, terkadang hal tersebut bisa memberi wawasan tentang cara kerja orang lain.

Seringkali, orang-orang yang dengan sengaja berusaha mengintimidasi orang lain adalah karena pengalaman hidup mereka yang sulit.

Mereka tak memiliki keterampilan untuk mengatasi rasa sakit dengan cara sehat sehingga akan memproyeksikan rasa sakit ke orang lain.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Pilih Satu Gambar dan Tentukan Keluarga Seperti Apa yang Kamu Impikan

2. Insecure

Alasan psikologis kedua mengapa seseorang melakukan bully kepada orang lain karena merasa insecure.

Adanya tingkat status sosial yang tak tertulis dalam komunitas manapun bisa mendorong orang dengan kecenderungan intimidasi untuk mengejek orang lain demi keuntungan sosial.

Pada akhirnya, mereka merasa insecure dan berusaha menggertak orang lain sebagai sarana menyesuaikan atau membuat diri merasa superior.

Baca Juga: 5 Hal yang Hanya Dipahami oleh Pemilik Kepribadian Ambivert, Ada di Kamukah Salah Satunya?

3. Pernah menjadi korban bully

Alasan psikologis selanjutnya mengapa seseorang melakukan bully karena pernah menjadi korban sebelumnya.

Terkadang pelaku bully pernah menjadi korban sebelumnya.

Di satu sisi, mereka mungkin merasa dengan menindas orang lain bisa melindungi mereka dari pengalaman intimidasi yang biasa dialami.

Mereka berusaha melindungi diri sendiri dengan lebih dahulu menyerang.

Ini merupakan mekanisme pertahanan yang tak sehat tapi menjadi pengalaman umum yang membuat seseorang melakukan bully.

Baca Juga: 4 Alasan Mengapa Orang yang Paling Ceria adalah yang Paling Kesepian, Sad Clown Paradox?

4. Perilaku yang dipelajari

Salah satu alasan mengapa seseorang melakukan bully kepada orang lain karena ini adalah perilaku yang dipelajari.

Pada kasus lain, intimidasi merupakan perilaku yang dipelajari.

Saat mereka melihat orang dewasa menindas orang lain atau menjadi subjek intimidasi dari orang tua atau orang dewasa di sekitarnya.

Maka bisa jadi mereka akan mengulangi perilaku yang sama.

Di antara orang dewasa, intimidasi dapat menjadi bagian beracun dari budaya di tempat kerja atau di komunitas sosial lainnya.

Pada akhirnya perilaku intimidasi ini akan diterima sebagai norma.

Baca Juga: 4 Alasan Mengapa Kamu Sulit untuk Menghargai Diri Sendiri, Ternyata..

5. Memiliki social skill yang buruk

Memiliki social skill yang buruk menjadi salah satu alasan psikologis mengapa seseorang melakukan tindakan bully.

Bisa jadi seseorang yang memilih untuk menggertak memiliki keterampilan sosial yang terbatas atau sulit bergaul dengan orang lain secara umum.

Pada dasarnya, mereka tak memiliki keterampilan koping yang tepat untuk mengelola dan menanggapi situasi sosial yang tak nyaman dengan cara sehat.

Baca Juga: 7 Alasan Mengapa Orang dengan Kepribadian INFJ Memiliki Sedikit Teman

6. Merasa dirinya anonim

Salah satu alasan psikologis mengapa seseorang melakukan tindakan bully karena merasa dirinya anonim.

Penindasan online semakin meningkat selama bertahun-tahun, hal ini karena banyak orang menghabiskan waktunya.

Dunia digital memiliki daya pikat tambahan yang tampak lebih anonim.

Pengganggu online bersembunyi di balik layar dan melepaskan penindasan batin mereka.

Ini bisa membuat mereka jadi lebih kejam daripada yang pernah dialami secara langsung.

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Seseorang Melakukan Silent Treatment yang Tak Boleh Dinormalisasi

7. Kekurangan empati

Alasan terakhir mengapa seseorang melakukan bully kepada orang lain karena mereka kekurangan empati.

Beberapa pelaku bully hanya kurang peduli sehingga tak memiliki masalah dengan mendominasi, menyalahkan, mengintimidasi hingga mengambil keuntungan dari orang lain.

Mereka tak memiliki kemampuan untuk berhubungan dengan pengalaman orang lain dan memahami bagaimana perilaku buruk mereka bisa berdampak negatif bagi orang lain.

Orang yang lebih lemah akan menjadi target dan menolak untuk mengakui akibat perilaku mereka.

Didorong keinginan akan kekuasaan dan perhatian yang membuat mereka melakukan intimidasi kepada orang lain.

Demikian tujuh alasan psikologis mengapa seseorang melakukan tindakan bully, semoga bermanfaat.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Social Skill
# anonim
# Bully
# psikologis
# emosional
# trauma
# insecure
# empati
# Alasan

News Update

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.